ACHEH CENTER
PO BOX 6356
HARRISBURG, PA 17112
USA

Email: achehcenter@yahoo.com
Phone: +1 717 343 1598

INDONESIA MENOLAK DAMAI

Acheh Center (Tokyo, Washington, DC., Stockholm, Kutaradja)

Indonesia telah menolak dengan keras inisiatif damai yang disusun oleh negara-negara Internasional yang tergabung dalam Co-chairs Of Tokyo Conference on Peace and Reconstruction in Acheh, yang terdiri dari Duta Besar USA untuk Jakarta Ralph L. Boyce, Duta Besar Jepang untuk Jakarta, Yutaka, Duta Besar Yunani yang mewakili negara-negara Uni Eropa, demikian juga wakil wakil dari pemerintah Jepang dan World Bank yang semua mereka mewakili lebih dari 25 negara.

Selama dua hari, wakil-wakil internasional bersama pihak GAM bersusah payah untuk menyelamatkan perdamaian di Acheh, bahkan Duta Besar USA untuk Indonesia tanpa mengenal lelah menuju ketempat pertemuan langsung dari airport. Indonesia bukan saja menolak proposal masyarakat internasional tersebut yang telah disusun berjam-jam, tetapi malah dengan penuh arrogant menyertakan penolakan mereka dengan tuntutan yang mustahil dipenuhi oleh GAM yaitu, agar GAM menerima sepenuhnya otonomi, agar GAM menanggalkan tuntutan merdeka, agar GAM bersedia bergabung kedalam NKRI, dan agar Teuntara Neugara Acheh (TNA) dibubarkan.

Padahal GAM telah sangat fleksibel untuk menerima pelaksaan JC (Joint Council) di Tokyo, juga bersedia berunding walau 5 perunding dari Kutaradja tidak bisa berangkat karena ditangkap dengan sewenang-wenang oleh polisi Indonesia. Iktikad Indonesia untuk berperang dan tidak menempuh jalan damai dibuktikan lagi dengan segeranya keluar Inpres No. 28/2003 bahwa Acheh menjadi daerah bahaya dengan tingkat keadaan darurat militer, juga dengan penangkapan kembali 5 perunding GAM dengan cara yang sangat pengecut.

Dengan ini, Acheh Center Amerika Serikat menyatakan:

1. Mengucapkan terima kasih sedalam dalamnya kepada pihak internasional, terutama kepada Pemerintah USA, Pemerintah Jepang, Pemerintah Yunani, negara negara yang tergabung dalam Uni Eropa, serta Pimpinan Worldbank, Pimpinan Henry Dunant Centre, atas usaha mereka yang tidak mengenal lelah demi menyelamatkan perdamaian di Acheh.

2. Mengutuk pemerintah Indonesia yang telah menghancurkan perdamaian di Acheh, dan menyatakan keprihatinan yang sangat dalam atas niat busuk Indonesia untuk menghancurkan peradaban kemanusiaan di Acheh dengan melaksanakan Operasi Militer.

3. Meminta kepada Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) untuk segera campur-tangan menyelesaikan konflik Acheh, dan meminta lembaga lembaga internasional untuk segera mengirimkan misi-misi ke Acheh guna memantau kejahatan kemanusian yang dilakukan Indonesia.

4. Meminta kepada negara-negara pemasok senjata untuk Indonesia, agar segera melarang penggunaan senjata-senjata mereka di Acheh.

5. Menyerukan kepada seluruh bangsa Acheh diseluruh dunia untuk berdiri teguh, sabar dan jangan putus asa memperjuangkan perdamaian, dan agar melawan dengan sekuat tenaga kekuatan agressor Indonesia.

Pennsylvania, 19 May 2003

Sekretaris Jenderal Acheh Center, USA

Munawarliza Zain