|
KONFERENSI
BANGSA-BANGSA ASLI SEDUNIA |
|
|
Satu kekuatan bersama yang telah tegak diantara tiga bangsa tersebut yang merupakan satu gerakan moral yang ditunjukkan pada dunia bahwa unjuk rasa damai untuk menentang kolonial Indonesia yang masih berperan sebagai penjajah di bumi Acheh, Papua dan Maluku, maka oleh sebab itu ketiga bangsa mendesak PBB dan bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia serta masyarakat International untuk menyelesaikan konflik Acheh, Maluku dan Papua dengan cara menyeluruh. Kronologi: 10.30. Peserta konferensi ke tiga bangsa pergi untuk mengambil tanda/kartu masuk yang sudah disediakan oleh panitia/sektariat. Setelah itu peserta masuk kedalam ruangan sidang PBB. 11.00 Acara dimulai dan delegasi ketiga bangsa telah masuk kedalam ruangan sidang PBB dan waktu itu juga delegasi Acheh menyerahkan Statement dan semua dokumen kepada pihak-pihak yang tertentu dan kepada Sektariat PBB. Kegiatan lobby serta partisipasi dari anak muda Acheh yang ikut serta di dalam ruangan sidang telah berhasil menarik perhatian para peserta konferensi dengan membentangkan bendera Acheh, Papua dan Maluku di dalam ruangan sidang PBB. Dan delegasi Acheh telah dapat memberi gambaran situasi terakhir di Acheh kepada peserta konferensi lain dan dapat saling tukar informasi dan telah membuat komitmen bersama diantara peserta konferensi untuk dapat bekerjasama di masa yang akan datang serta saling mendukung dalam hal penyelesaian konflik bagi bangsa Asli. 13.30. Ketiga bangsa: Acheh, Papua dan Maluku mulai membuat acara untuk memulai demonstrasi di depan gedung PBB ( Palais des Nations). Demo kali ini sangat menarik perhatian para peserta konferensi dan para touris di sekitar gedung PBB karena para peserta demo dari ketiga Bangsa memakai pakaian adat masing-masing. Ramai juga jurnalis yang datang sehingga demo kali ini benar-benar menunjukkan identitas ketiga bangsa-bangsa asli bersangkutan, bertepatan dengan sidang PBB pada sessi ke 22 tentang penyelesaian/ resolusi konflik bagi bangsa-bangsa asli yang terjajah. Demo kali ini merupakan kebangkitan ketiga bangsa yang didukung oleh beberapa NGO dari Asia dan dari Holland. Ketiga bendera telah berkibar di depan kantor PBB di Geneva atas izin pihak berkuasa selama 4 jam. Ini menunjukkan bahwa kebangkitan pembebasan national ketiga bangsa tak dapat ditahan dan dibendung oleh siapapun karena ini hak setiap bangsa untuk berdiri sama tegak dengan bangsa-bangsa lain di dunia international dan ini terbukti bahwa panitia/sektariat PBB telah memberi izin dan hak serta tanda/kartu masuk ke ruangan sidang PBB kepada wakil-wakil bangsa Acheh, Papua dan Maluku. Setelah demo para peserta kembali ke dalam ruangan sidang PBB untuk mempersiapkan diri menuju ke tempat acara yang telah disediakan oleh panitia/sektariat PBB untuk dijamu makan bersama dengan seluruh peserta konferensi di Beach Club PBB (22 Rue de Lausanne) yang tidak jauh dari gedung PBB . ASNLF ( Acheh Sumatra National Liberation Front ). ***** |
|