|
Laporan Insiden Pasca Darurat Sipil di Acheh (28 May
2005).
Senin-Selasa, 23-24 May 2005.
Pasukan TNI Yon 144 pos di Kemukiman Cubo Kecamatan Bandar Baru, Pidië,
menggerebek, menggeledah dan mengobrak-abrik semua isi rumah warga sipil,
milik Abdullah bin Mahmud, 75 th (orang tua daripada Sarjani bin Abdullah
-Panglima TNA Wilayah Pidië) di Kampung Lhôk Duëk Kemukiman Cubo Kecamatan
Bandar Baru, Pidië. Dalam penggerebekan ini, pasukan TNI melakukan
penyiksaan berat terhadap Abdullah bin Mahmud, korban dipaksa untuk
memberikan informasi tentang keberadaan anaknya, saat itu korban baru saja
pulang dari Banda Acheh dalam rangka operasi penyakit yang dialaminya.
Pasukan TNI juga merusak rumah korban, menjarah binatang ternak Kambing
peliharaannya, pasukan TNI juga menggali tanah di sekeliling rumah korban,
TNI menuduh bahwa korban menyimpan senjata dan dokumen milik Sarjani.
Kamis, 26 May 2005.
Ribuan personil TNI dikerahkan melakukan operasi militer secara
besar-besaran untuk mencari anggota/markas TNA/GAM di seluruh Wilayah
Pidië, pasukan TNI melakukan operasi militer dengan radius 1-3 Kilometer
dari perkampungan penduduk ke arah pergunungan, akibatnya masyarakat tidak
berani pergi untuk mencari rezeki ke kebunnya di kawasan
perbukitan/pergunungan. Sebanyak 8 Bataliyon pasukan TNI dikerahkan di
kawasan Kecamatan Tiro sampai ke Kecamatan Meureudu hingga kawasan
Kecamatan Tangsé, Pidië. Sementara di Kecamatan Geumpang, Pidië, pasukan
TNI melakukan isolir, masyarakat dilarang keluar/masuk dari/ke Kecamatan
Geumpang, Pidië. Akibatnya aktivitas warga dan kegiatan
penjualan/perdagangan hasil pertanian masyarakat antar kecamatan semuanya
terhenti.
Jum’at, 27 May 2005 pukul 06:30.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408 dan TNI Yon 507 melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Paténg 1000 Kampung Panté
Labu-Panté Bidari, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menembakkan belasan Granat pelontar dan menembak secara
membabi-buta dengan senjata otomatis dan senapan mesin ringan di kawasan
itu tanpa sasaran yang jelas. Akibatnya, semua warga di sana menjadi
ketakutan dan trauma, sehingga warga terpaksa berdiam diri di rumah untuk
menghindari maut.
Jum’at, 27 May 2005 pukul 07:00.
Pasukan TNI yang berkekuatan 11 unit truk Reo melakukan operasi militer
secara besar-besaran untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Glé Keudè
Biëng-Lhôknga, Acheh Besar.
Sabtu, 28 May 2005.
Ratusan personil TNI melakukan operasi militer secara besar-besaran ke
perkampungan penduduk diantaranya Kampung Ulèë Matang, Matang Anoë, Cot
Kaphé Ratôn, Lhôk Geulituët dan sekitarnya di Kecamatan Seunudôn, Acheh
Utara.
Eksesnya:
Mereka mengamuk dan merusak sejumlah gubuk pemilik tambak udang di kawasan
itu.
Sabtu, 28 May 2005 pukul 10:00.
Pasukan SGI (Parako/Kopasus) pos di Kampung Keudè Sungoë Raya, gabungan
TNI Yon 312 Kala Hitam pos di Kampung Kruëng Lingka dan TNI Yon 511
Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Aluë Itam Kecamatan Sungoë Raya, Acheh
Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Seuneubôk Pasè-Sungoë Raya, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya warga 4 warga sipil, korban masing-masing:
1. Jailani bin Rais, 26 th, pekerjaan: Petani.
2. Asri bin Umar, 28 th, pekerjaan: Petani.
3. Kamal bin M. Taleb, 25 th, pekerjaan: Petani.
4. Sulaiman bin Ismail, 42 th, pekerjaan: Petani.
Keempat korban adalah warga Kampung Seuneubôk Pasè-Sungoë Raya, Acheh
Timur, karena tidak bersedia menunjukkan anggota TNA/GAM, lalu keempat
korban dianiaya dengan cara ditinju di perut, dibanting helm baja ke
kepalanya hingga mengeluarkan darah dan disuruh merayap dalam parit.
Sabtu, 28 May 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI meledakkan sebuah bom di Kampung Kayèë Jatoë Kemukiman Teupin
Raya Kecamatan Geulumpang Minyeuk, Pidië. Bom tersebut sebelumnya ditanam
oleh pasukan TNI Yon 144 pos di Kemukiman Cubo Kecamatan Bandar Baru,
Pidië, bom yang sengaja ditanam di kebun Kacang dekat dengan sebuah mesin
perontok Padi, persis di belakang rumah milik Kamaruddin bin A. Bakar
(Komandan Opeurasi TNA), pasukan TNI menjaga secara ketat dengan mengendap
di kawasan itu, kemungkinan bom tersebut ditanam untuk menjebak Kamaruddin
bin A. Bakar jika pulang ke rumahnya, namun karena pasukan TNI mengalami
frustasi, lalu meledakkan bom tersebut. Pecahan ledakan bom itu mengenai
rumah Kamaruddin bin A. Bakar, sehingga rumahnya menjadi rusak, dan
mengenai seorang warga sipil hingga luka-luka, Bahagia, 38 th, warga
Kampung Kayèë Jatoë Kemukiman Teupin Raya Kecamatan Geulumpang Minyeuk,
Pidië, korban terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tijuë, Sigli.
Saat bom meledak, korban sedang mengembala lembu di areal persawahan.
Pasukan TNI juga semakin memperketat operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke kawasan itu.
Sabtu, 28 May 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI gabungan mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan Kampung
Cot Manyang-Seunagan Timur, Nagan Raya. Karena tidak dapat menghindari
lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri,
sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat. Menurut
informasi di lapangan, 2 personil TNI tewas.
Sabtu, 28 May 2005. (diterima informasi).
Walaupun pihak indonesia sudah mencabut status Darurat Sipil dan merubah
menjadi Tertib Sipil di Acheh, namun pasukan TNI masih memaksa masyarakat
sipil untuk melakukan jaga dan ronda malam di kampung-kampung di seluruh
Acheh, bahkan para pengungsi korban bencana Gempa dan Tsunami pun yang
tinggal di barak-barak pengungsian sementara di kampung asal mereka
masing-masing juga dipaksa untuk melakukan jaga dan ronda malam. Pasukan
TNI selalu mengontrol dan mengambil tindakan keras kepada setiap warga
yang tidak mau melakukan jaga dan ronda malam.
End of report.
-------------------------- |
|