PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Darurat Sipil di Acheh (29 May 2005).

 Selasa, 24 May 2005 pukul 07:00. (Updated - Ralat).
Pasukan TNI Marinir Yon 08 (Komandan pos bernama: Endang David) pos di Kampung Seuneubôk Teupin-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya seorang anak usia di bawah umur, Ridwan bin Abdurrahman, 13 th, warga Kampung Aluë Bugéng-Peureulak, Acheh Timur, status: Pelajar SD Aluë Lhôk-Peureulak Timu, Acheh Timur (Ralat: sebelumnya tertulis pelajar MIN Aluë Lhôk-Peureulak Timu, Acheh Timur). Karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota GAM, lalu korban dianiaya dengan cara dipukul dengan rotan, korban ditahan/disandera di pos TNI Marinir tersebut, hal ini untuk menekan abangnya yang manjadi anggota GAM supaya mau menyerahkan diri ke pihak TNI Marinir tersebut. (Sebelumnya pada hari Jum’at, 29 April 2005 pukul 09:00, korban dipukul hingga babak belur oleh pasukan TNI Raider 200 pos di Kampung Seuneubôk Teupin). Kemudian pada hari Kamis, 26 May 2005 pukul 17:30, ibu korban (Aminah binti Harun, 45 th) mendatangi pos TNI Marinir tersebut untuk menanyakan keberadaan anaknya yang ditangkap dan ditahan di sana, namun pihak TNI Marinir di sana menjawab: "Buk, anak ibu sudah kami lepaskan sorenya, ditahan sebentar aja kok". Setelah mendengar jawaban dari pihak TNI Marinir itu, lalu ibu korban jatuh pingsan tak sadar diri sampai pukul 22:00. Ibu korban menjadi stress dan selalu menangis karena terus mengingat tidak mengetahui bagaimana nasib anaknya yang masih ditahan di pos TNI Marinir tersebut. Kemudian pada hari Kamis, 26 May 2005 pukul 19:30, korban dipindahkan ke pos SGI di Keudè Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur. Kemudian pada hari Sabtu, 28 May 2005 pukul 13:00, Kapten Dafri Warman (Camat Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur) dengan di back-up oleh pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, Acheh Timur, megumpulkan secara paksa semua warga ke Meunasah di Kampung Aluë Bugéng, lalu camat tersebut mengancam semua warga untuk memberi pengakuan yang bahwa korban adalah "orang yang membantu GAM". Warga diancam akan diambil tindakan keras jika tidak memberikan pengakuan sebagamana yang disebutkan oleh camat tersebut, hingga hari Minggu, 29 May 2005 pukul 13:35, diterima informasi bahwa korban masih disandera di pos SGI di Keudè Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur, tidak diketahui keadaannya.

Minggu, 29 May 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 330/Kostrad (Komandan pos bernama Sertu. Bahri) pos di Kampung Teupin Batèë, gabungan SGI pos di Kampung Tanoh Anoë Kecamatan Idi Rayek, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét Pala-Idi Rayek, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya seorang warga sipil, Amri bin Muhammad, 27 th, warga Kampung Dama Pulo-Idi Rayek, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dituduh sebagai simpatisan GAM, lalu ditangkap, dipukul dengan popor senjata dan ditahan di pos SGI di Kampung Tanoh Anoë-Idi Rayek, Acheh Timur, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Minggu, 29 May 2005 pukul 11:15.
Pasukan TNI gabungan 3 pos, yaitu TNI pos di Kampung Aluë Pisang, TNI pos di Kampung Kruëng Batèë dan TNI pos di Kampung Aluë Padé Kecamatan Kuala Batèë, Acheh Barat Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Gunong Pantòn (4 Km jaraknya dari Kampung Kruëng Batèë).

Eksesnya:
Mereka menembak-nembak secara membabi buta tanpa sasaran yang jelas, akibatnya masyarakat yang sedang mencari rezeki di kawasan itu menjadi takut dan trauma.

Minggu, 29 May 2005 pukul 11:30.
Puluhan personil TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Paya Meuligoë-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Paya Gajah Aluë Dua-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya seorang warga sipil, Marzuki bin Arifin, 18 th, warga Kampung Paya Gajah Aluë Dua-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dipukul hingga babak belur, dalam kondisi setengah sadar korban dinaikkan dengan cara kasar ke atas truk Reo dan dibawa bersama pasukan TNI tersebut ke arah kota Peureulak, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Minggu, 29 May 2005 pukul 15:00.
Kapten Tata Ardiansyah (Komandan SGI pos Keudè Keudè Sungoë Raya-Sungoë Raya, Acheh Timur) menangkap dan menganiaya seorang warga sipil hingga kritis, Ismail bin Usman, 45 th, warga Kampung Aluë Rangan-Sungoë Raya, Acheh Timur. Saat berbelanja di Keudè Sungoë Raya, korban ditangkap dan dibawa ke pos SGI tersebut, kemudian disiksa saat diinterogasi dan diancam tembak mati jika pihak SGI mengetahui bahwa ada anggota GAM di kampungnya dan korban tidak melaporkan ke pihak SGI. Sekitar 3 jam kemudian korban dilepaskan. Akibat disiksa dan diancam tembak mati, korban menjadi ketakutan dan trauma berat.

End of report.

--------------------------