PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Darurat Sipil di Acheh (30 May 2005).

Sabtu, 28 May 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Seuneubôk Teupin-Peureulak Timu, Acheh Timur, gabungan 30 personil TNI Yon 03 Marinir lainnya melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan rawa-rawa dan sungai di Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya seorang anak usia di bawah umur, Muhammad Nasir bin Marsidi, 14 th, warga Kampung Seuneubôk Punti-Peureulak Timu, Acheh Timur, status: pelajar MTsN Al-Widyan Kampung Aluë Lhôk-Peureulak Timu, Acheh Timur, korban ditangkap saat pulang dari sekolah, dibawa ke kawasan rawa-rawa, korban dipukul hingga cidera ringan karena tidak dapat menunjukkan markas GAM. Kemudian korban dipaksa untuk mengangkut air sebanyak 10 Pot/Jiregen (isi 30 liter per 1 Jiregen) yang jauhnya sekitar 3 Kilometer ke kawasan hutan bakau untuk keperluan pasukan TNI Marinir tersebut, ini juga sebagai syarat agar korban dilepaskan, kemudian sekitar pukul 17:00 korban dilepaskan.

Minggu, 29 May 2005.
Sebanyak 15 personil TNI Raider, memaksa seorang warga sipil, Tgk. Sofyan bin Nyak Ni, 32 th, warga Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya, seorang tawanan pasukan TNI Raider di Kampung setempat, korban dipaksa untuk membawa makanan beracun dan menaruh di semua Jambö (rumah gubuk) milik para petani di kebun-kebun di kawasan pergunungan di Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya. Pasukan TNI Raider tersebut juga melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan pergunungan Aluë Sanggee (3 Kilometer jaraknya dengan Kampung Aluë Sungai Pinang), sejumlah warga sipil petani yang sedang mencari rezeki di kebun-kebunnya di kawasan itu dipukul hingga cidera ringan dan cidera berat. Namun identitas para korban tidak diketahui.

Minggu, 29 May 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, gabungan SGI pos di Keudč Aluë Niréh Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Punti-Peureulak Timu, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya dan mengintimidasi seorang warga sipil perempuan, Zubaidah binti Yusuf, 40 th, warga Kampung Seuneubôk Punti-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Jualan, korban adalah seorang janda mempunyai 3 anaknya, korban dianiaya dengan cara dibanting kepalanya ke dinding dan juga dintimidasi. Korban dituduh menjual barang dagangannya kepada anggota GAM, namun hal ini dibantah oleh korban sebab kedai tempat korban berjualan hanya sekitar 150 meter jaraknya dengan pos Brimob di sana. Akibat dianiaya dan dintimidasi tersebut, sekarang korban menjadi ketakutan dan mengalami trauma berat.

Minggu, 29 May 2005 pukul 17:00.
Pasukan SGI pos di Keudč Aluë Niréh, gabungan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Bukét Telekom Kampung Aluë Niréh Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Lapang-Peureulak, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap 2 warga sipil, korban masing-masing:
1. Abdullah bin Abdul Gani, 50 th, Keuchik Kampung Seuneubôk Lapang-Peureulak, Acheh Timur, pekerjaan: Toke Sawit.
2. Bakar bin Ismail, 30 th, warga Kampung Seuneubôk Lapang-Peureulak, Acheh Timur, bekerja di tempat usaha Sawit milik Abdullah bin Abdul Gani.

Kedua korban ditangkap dan ditahan di pos TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam di Bukét Telekom Kampung Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur, motif penangkapan dan penahanan kedua korban adalah berkaitan dengan masalah uang upeti. Sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Senin, 30 May 2005.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yon 514, TNI Yon 503, TNI Yon 131, TNI Yon 133, TNI Yon 113) dan TNI Kopassus, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke perkampungan penduduk di Kecamatan Matang Kuli dan Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil yang sedang berada di rumahnya masing-masing dan warga yang sedang duduk-duduk di pos penjagaan di kampung-kampung, yaitu Kampung Cot Sirčn, Aluë Driën, Bukét Cubrék, Kuta Asan, Aluë Biëng, Peureupôk, Blang Manč, Cot Tufah, Pucôk Aluë, Panté Kiroë, Meunasah Tčktčk dan Meunasah Asan Kecamatan Matang Kuli, kemudian Kampung Plu Pakam, Blang Atjčh, Cot Dah, Aluë Sijuëk, Cot Kruët, Leupňn Sirčn dan sekitarnya di Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Aluë Biëng, Peureupôk, Blang Manč, Cot Tufah, Pucôk Aluë, Panté Kiroë, Meunasah Tčktčk dan Meunasah Asan telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).

 End of report.

--------------------------