|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (01 Juni 2005).
Selasa, 31 May 2005 pukul 17:00. (Updated).
Seorang anak usia di bawah umur, Ridwan bin Abdurrahman, 13 th, warga
Kampung Aluë Bugéng-Peureulak, Acheh Timur, status: Pelajar SD Aluë
Lhôk-Peureulak Timu, Acheh Timur, sebelumnya korban ditahan/disandera di
pos SGI di Keudè Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur, dilepaskan
setelah dijemput oleh Keuchik Kampung Aluë Bugéng, korban dalam kondisi di
tubuhnya penuh dengan bekas siksaan berat.
Selasa, 31 May 2005 pukul 20:30.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Rimeh Kruëng Batu-Kluët Utara,
Acheh Selatan, pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pihak TNA tidak ada
korban. Menurut informasi di lapangan, 2 personil TNI tewas dalam
pertempuran itu.
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 09:00.
Aparat SGI pos di Kampung Bulôh Blang Ara-Kuta Makmur, Acheh Utara,
melakukan operasi ofensif ke Kampung Meunasah Muliëng Meucat-Kuta Makmur,
Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik 5 warga sipil (3 diantaranya kaum perempuan), korban
masing-masing:
1. Ti Halimah binti Tgk. Tayeb, 45 th,
2. Saniyah binti Abdullah, 55 th,
3. Ti Maryam binti Ishak, 54 th,
(Ketiga korban adalah warga Kampung Cot Seutui-Kuta Makmur, Acheh Utara).
4. M. Kasem bin Ahmad, 56 th, pekerjaan: Petani,
5. Nazaruddin bin Kasem, 35 th,
(Kedua korban adalah warga Kampung Meunasah Muliëng Meucat-Kuta Makmur,
Acheh Utara).
Kelima korban ditangkap di rumah M. Kasem bin Ahmad, ditahan di pos TNI
Yon 712 di Kampung Muliëng Meucat-Kuta Makmur, Acheh Utara, sampai
sekarang kelima korban tidak diketahui nasibnya.
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam (Komandan pos bernama Lettu. Leo
Simanjuntak) pos di Kampung Jeungki-Peureulak Timu, Acheh Timur, gabungan
TNI Kavaleri pos di Kampung Aluë Nibông-Peureulak Teungoh, Acheh Timur,
juga menggunakan kederaan lapis baja Tank, melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Aluë Parang Kampung Dama Tutông-Peureulak
Teungoh, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Muhibuddin bin M. Ali, 49 th, warga
Dusun Aluë Parang Kampung Dama Tutông-Peureulak Teungoh, Acheh Timur,
pekerjaan: Petani tambak, korban dianiaya dengan cara ditampar dan
direndam dalam tambaknya selama 3 jam, korban dituduh sebagai simpatisan
GAM.
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan Glé Pancu-Peukan Bada, Acheh
Besar. Karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa
membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran. Pihak TNA kehilangan 1 pucuk senjata SS1 dan amunisi, namun
tidak ada korban jiwa.
Eksesnya:
Masyarakat sipil menjadi takut dan trauma, sehingga sebagian masyarakat di
Kampung Lambarô Neujid, Glé Cut, meninggalkan kampungnya dan pergi ke
kampung Lam Guron Kecamatan Peukan Bada, Acheh Besar. Saat itu masyarakat
bersama relawan di Kampung Ujông Pancu sedang bekerja membersihkan kawasan
yang terkena bencana Tsunami, mereka semua terpaksa menghentikan
pekerjaannya dan lari kucar-kacir untuk berusaha menyelamatkan diri dari
peluru nyasar pasukan TNI. Pasukan TNI juga menangkap dan mengkasari
sejumlah warga sipil, namun identitas para korban tidak diketahui.
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 10:00-16:00.
Pasukan TNI Yon 143 pos di Kampung Rimeh Kruëng Batu-Kluët Utara, Acheh
Selatan, menyiksa semua keluarga daripada anggota TNA/GAM di kampung
setempat, semua korban di jemur di terik panas Matahari, lalu disiksa
hingga cidera berat dan cidera ringan, serta beberapa warga disiksa hingga
jatuh pingsan karena tidak tahan.
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 18:15.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Rimeh Kruëng Batu-Kluët Utara, Acheh Selatan.
Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil, Miswan bin Hasyem, 24 th, warga
Kampung Rimeh Kruëng Batu-Kluët Utara, Acheh Selatan, korban ditembak di
tangannya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
End of report.
-------------------------- |
|