|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (03 Juni 2005).
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI Marinir Yon 08 pos di Kampung Seuneubôk Teupin-Peureulak Timu,
Acheh Timur, menganiaya seorang warga sipil, Rauzi bin Ilyas, 35 th, warga
Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Dagang, korban
dipukul hingga babak belur karena tidak mengucapkan "selamat sore Pak"
sewaktu melewati depan pos TNI Marinir Yon 08 tersebut.
Rabu, 01 Juni 2005 pukul 16:30.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330 (Komandan pos bernama Sertu. Kusmadi) pos di
Kampung Jambô Reuhat-Bandar Alam, Acheh Timur, gabungan TNI Kostrad Yon
330 Kompi A dan TNI Kostrad Yon 330 Kompi F dengan kekuatan semuanya
sebanyak 28 tim (sekitar 300-an personil) melakukan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke perkampungan penduduk, yaitu Kampung
Seuneubôk Buya, Kampung Aluë Lhôk, Kampung Padang Luwaih, Kampung Paya
Gabôh, Kampung Seuneubôk Dalam dan Kampung Padang Kasah Kecamatan Idi
Tunong, kemudian Kampung Simpang Dama, Kampung Lhôk Tujôh, Kampung Lhôk
Dalam, Kampung Lhôk Leumak, Kampung Tualang Dalam, Kampung Kulam dan
Kampung Lapang Kecamatan Darul Ehsan, Acheh Timur. Operasi militer di
kawasan itu telah berlangsung sejak hari Jum’at, 27 May 2005 sampai
sekarang.
Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya seorang warga sipil, Hasballah bin Basyah,
50 th, warga Kampung Paya Awé Kecamatan Idi Tunong, Acheh Timur,
pekerjaan: Pedagang (pembeli hasil pertanian). Korban dianiaya dengan cara
ditampar, ditendang, dengan cara kasar korban dinaikkan ke atas truk Reo
dan dibawa ke arah kota Idi, Acheh Timur, sampai sekarang tidak diketahui
nasibnya.
Kamis, 02 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam (Komandan pos bernama Lettu. Leo
Simanjuntak) pos di Kampung Jeungki-Peureulak Timu, Acheh Timur, gabungan
sekitar 50 personil TNI Yon 511 Kostrad lainnya, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Aluë Parang Kampung Dama
Tutông-Peureulak Teungoh, dan Kampung Babah Kruëng, Kampung Kruët
Lintang-Peureulak Timu, Acheh Timur.
Kamis, 02 Juni 2005 pukul 21:30.
Pasukan Brimob pos di Keudè Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Babah
Kruëng-Peureulak Timu, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menangkap 2 warga sipil, korban masing-masing:
1. Maskur bin Jalil, 28 th, pekerjaan: Dagang,
2. Samsul bin Nurdin, 25 th, pekerjaan: Dagang,
Kedua korban adalah warga Kampung Babah Kruëng-Peureulak Timu, Acheh
Timur, kedua korban ditangkap dan ditahan berkaitan dengan permintaan uang
upeti yang harus dibayar oleh korban kepada pasukan Brimob tersebut.
Kamis, 02 Juni 2005 pukul 23:00.
Pasukan TNI Makoramil Kecamatan Peureulak Barat, Acheh Timur, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Beuringèn-Peureulak Barat, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya 2 warga sipil, korban masing-masing:
1. Marzuki bin Sulaiman, 23 th, pekerjaan: Petani,
2. Rusli bin Zakaria, 18 th, pekerjaan: Petani,
Kedua korban adalah warga Kampung Beuringèn-Peureulak Barat, Acheh Timur,
kedua korban dibawa dan ditahan di Makoramil Kecamatan Peureulak Barat,
Acheh Timur, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Jum’at, 03 Juni 2005 pukul 05:00-06:00.
Sebanyak 7 personil SGI dipimpin oleh Kapten Fajar, melakukan operasi
ofensif ke Kampung Blang Garôt Kelurahan Paya Seunara-Suka Karya, Sabang.
Eksesnya:
Mereka memukul hingga babak belur semua warga sipil anggota jaga malam di
pos penjagaan di kampung setempat, semua korban disuruh menanggalkan
pakaiannya.
Jum’at, 03 Juni 2005.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yonif 514, TNI Yonif 641, TNI Yonif 113, TNI
Kopassus) dan Brimob, yang berjumlah semuanya sekitar 300-an personil
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Meunasah Reungkam dan Meunasah Triëng-Matang Kuli, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menggerebek dan menggeledah sejumlah rumah warga sipil, dengan
alasan untuk mencari Hand Phone (HP), mereka melakukan pelecehan seks
(maaf) dengan cara meraba-raba dengan tangannya ke dalam bra (payudara)
dan bagian sensitif kaum perempuan.
End of report.
-------------------------- |
|