|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (05 Juni 2005).
Jum’at, 03 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Aluë
Gureb-Peureulak Timu, Acheh Timur, menangkap dan menganiaya seorang warga
sipil, Mansyari bin Arifin, 40 th, warga Kampung Aluë Gureb-Peureulak
Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dituduh sebagai pelindung
GAM, korban ditangkap di kampung setempat, ditahan dan disiksa saat
diinterogasi selama 4 jam di pos TNI tersebut, kemudian dilepaskan.
Jum’at, 03 Juni 2005 pukul 12:30.
Pasukan TNI pos di Keudè Reuntéh Kampung Aluë Peusaja-Seunagan, Nagan
Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Cot Kumbang-Seunagan, Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka mengancam dan menganianya seorang warga sipil hingga cidera ringan,
Samsuddin bin Karim, 25 th, warga Kampung Cot Kumbang-Seunagan, Nagan
Raya, pekerjaan: Petani.
Jum’at, 03 Juni 2005 pukul 13:50.
Pasukan TNI Kostrad pos di Gunong Tatok Kampung Blang Bayu-Seunagan, Nagan
Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan
Kampung Kuta Jeumpa-Beutông, Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka mengancam dan menganianya seorang warga sipil hingga cidera ringan,
Siteh bin Majid, 21 th, warga Kampung Kuta Jeumpa-Beutông, Nagan Raya,
pekerjaan: Petani, korban dipaksa untuk mencari lokasi keberadaan anggota
TNA/GAM.
Sabtu, 04 Juni 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Makoramil Kecamatan Peureulak Barat, gabungan TNI Kostrad Yon
330 pos di Bukét Batèë Kampung Teumpeuën-Peureulak Barat, Acheh Timur,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Paya
Seungat-Peureulak Barat, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil termasuk kaum perempuan, berikut 7
korban yang berhasil diidentifikasi, korban masing-masing:
1. Badriah binti Ramli, 50 th, pekerjaan: Petani.
2. Geuchik Saleh, 60 th, pekerjaan: Petani.
3. Haji Jaban, 45 th, pekerjaan: Dagang.
4. Abubakar bin Ali, 22 th, pekerjaan: Petani.
5. Zulkifli bin Ismail, 25 th, pekerjaan: Petani.
6. Ilyas bin Wahed, 40 th, pekerjaan: Petani.
7. Wahed bin Umar, 70 th, pekerjaan: Petani.
Semua korban adalah warga Kampung Paya Seungat-Peureulak Barat, Acheh
Timur, semuanya dibawa ke kawasan persawahan, lalu dianiaya dengan cara
ditendang satu persatu ke dalam kubangan kerbau dan disuruh mengubang
layaknya seperti kerbau selama 2 jam, pasukan TNI sambil menendang juga
menghina dan membentak-bentak para korban, TNI mengatakan: "Kalian semua
bodoh seperti kerbau masak nggak tahu anggota-anggota GAM berada".
Sabtu, 04 Juni 2005 pukul 13:30.
Pasukan TNI Yon 312 Kala Hitam pos di Kampung Sarah Kayèë-Ranto Selamat,
Acheh Timur, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan
ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Cot Kala Daèrah I Wilayah
Peureulak, di Kampung Sarah Teubèë-Ranto Selamat, Acheh Timur, karena
tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai
upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran sekitar 1 jam.
Pasukan TNA semuanya selamat dari serangan musuh tersebut. Menurut
informasi di lapangan, 3 personil TNI tewas dan 3 luka-luka. Pasukan TNI
terus ditambahkan untuk melakukan penyisiran ke kawasan itu.
Eksesnya:
Pasukan TNI yang sedang melakukan penyisiran, mengamuk dan melepaskan
tembakan-tembakan secara membabi-buta tanpa sasaran, 5 warga sipil petani
deres getah Karet ditembak luka-luka, korban masing-masing:
1. Muhammad Karim, 23 th,
2. Adi Kusmadi, 32 th,
3. Idris, 35 th,
4. Muhammad Nur, 32 th,
(Keempat korban adalah warga Kampung Paya Bujôk Tunong-Langsa, Acheh
Timur.
5. Erlan, 45 th, warga Kampung Geudubang-Langsa, Acheh Timur.
Semua korban bekerja sebagai petani deres getah Karet,
sekarang semua korban sedang dalam perawatan medis.
Sabtu, 04 Juni 2005 pukul 18:30.
Pasukan TNI pos di Kampung Suak Bili-Seunagan, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot
Kuta-Seunagan, Nagan Raya.
Sabtu, 04 Juni 2005, malam.
Aparat SGI melakukan operasi ofensif ke Kampung Meunasah Dayah, Simpang
Keuramat-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Husen bin Madyah, 34 th, warga
Kampung Meunasah Dayah, Simpang Keuramat-Kuta Makmur, Acheh Utara, korban
dibawa bersama aparat SGI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib
dan keberadaannya.
Minggu, 05 Juni 2005.
Masyarakat di Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya,
menggali tanah tempat ditanam jasad seorang warga sipil, Tgk. Usman bin
Ismail, 31 th, warga Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh Barat
Daya, menurut informasi masyarakat di sana, sebelumnya (sekitar 7 hari
yang lalu) korban diculik oleh pasukan TNI Kostrad 433 asal Makasar,
kemudian korban dibunuh dan ditanam dalam lubang Ketel penyulingan minyak
Nilam di kawasan Aluë Thoh Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh
Barat Daya (sekitar 6 Kilometer jaraknya dengan jalan utama).
Minggu, 05 Juni 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Yon 312 Kala Hitam pos Kampung Aluë Koui-Ranto Selamat, Acheh
Timur, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah
posisi defensif pasukan TNA Sagoe Cot Kala Daèrah I Wilayah Peureulak,
Acheh Timur, di Kampung Aluë Jrok-Ranto Selamat, Acheh Timur, karena tidak
dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran selama 30 menit. Pasukan
TNA semuanya selamat dari serangan musuh tersebut. Pasukan TNI terus
ditambah untuk memperketat dan meningkatkan operasi di kawasan itu.
Minggu, 05 Juni 2005 pukul 20:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Aluë
Bugéng-Peureulak, Acheh Timur, menembak seorang warga sipil hingga tewas,
Achmad bin Ali, 45 th, warga Kampung Aluë Bugéng-Peureulak, Acheh Timur,
pekerjaan: Satpam perkebunan Sawit P3 Peureulak, korban dituduh mempunyai
hubungan dengan GAM, rumah korban hanya berjarak sekitar 120 meter dari
pos TNI Yon 511 Kostrad tersebut, korban ditembak hingga tewas di kampung
setempat.
End of report.
-------------------------- |
|