|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (11 Juni 2005).
Rabu, 08 Juni 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Banda Khalifah-Nisam, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Muhazar bin Muhammad, 27 th, warga
Kampung Banda Khalifah-Nisam, Acheh Utara, korban dibawa bersama pasukan
TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Kamis, 09 Juni 2005 pukul 11:45.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Keurundông, Seuneubôk Punti, Aim-3, Seuneubôk
Panton, Seuneubôk Bayu, Seuneubôk Rambong, Beurandang, Bantaian, Seuneubôk
Dalam, Cot Asan, Paya Kruëb, Bukét Teumpeuen dan Aluë Siwah Kecamatan
Nurussalam (Bagok), Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menyiksa dan menembak seorang warga sipil hingga tewas, Muhammad
Ali bin Abdullah, 22 th, warga Kampung Seuneubôk Punti-Nurussalam (Bagok),
Acheh Timur, korban ditembak hingga tewas di Kampung Keurundông-Nurussalam
(Bagok), Acheh Timur, sebelum ditembak mati, korban terlebih dahulu
disiksa berat dengan cara disayat-sayat tubuhnya dengan Sangkur, kemudian
ditembak mati dan mayatnya dibuang di Kampung Aim-3 Kecamatan Nurussalam
(Bagok), Acheh Timur.
Kamis, 09 Juni 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Aim-3 Kecamatan Nurussalam (Bagok), Acheh
Timur.
Eksesnya:
Mereka menggerebek dan menggeledah 2 unit rumah warga sipil dan memukul
penghuninya, korban masing-masing:
1. Muzakir bin Yusuf, 45 th, pekerjaan: Dagang.
2. Ibrahim bin Hanafiah, 30 th, pekerjaan: Petani.
Kedua korban adalah warga Kampung Aim-3 Kecamatan Nurussalam (Bagok),
Acheh Timur, kedua korban dipukul hingga cidera ringan, sekarang sedang
dalam perawatan medis di PUSKESMAS Bagok-Nurussalam, Acheh Timur.
Kamis, 09 Juni 2005 pukul 16:30.
Pasukan TNI Yon 330 Kostrad (Komandan pos bernama Serda Katmira) pos di
Kampung Keudè Keumunèng-Idi Tunong, gabungan 2 tim (sekitar 24 personil)
TNI Yon 330 Kostrad lainnya, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Driën-Idi Tunong, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya 3 warga sipil hingga cidera ringan, korban
masing-masing:
1. Samsul bin Ridwan, 19 th, pekerjaan: Petani.
2. Muspikar bin Yunus, 22 th, pekerjaan: Petani.
3. Syafi'ie bin Ali, 37 th, pekerjaan: Petani.
Ketiga korban adalah warga Kampung Seuneubôk Driën-Idi Tunong, Acheh
Timur. Korban dituduh sabagai pelindung GAM.
Jum’at, 10 Juni 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Aluë Sagoë Wéng (Blok 7)-Kuta
Makmur, Acheh Utara. Karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA
terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran. Pihak TNA tidak ada korban. Menurut informasi di lapangan, 3
personil TNI korban, namun tidak dikatahui pasti apakah mereka tewas atau
hanya luka-luka parah.
Jum’at, 10 Juni 2005 pukul 10:30.
Pasukan TNI Kostrad pos di Gunong Tatok Kampung Cot Jawië-Beutông, Nagan
Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan
Kampung Blang Mesjid-Beutông-Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka memaksa warga sipil di kampung setempat supaya ikut bersama pasukan
TNI Kostrad tersebut untuk mencari anggota TNA/GAM di kawasan itu, warga
diintimidasi jika tidak mau ikut dalam operasi tempur tersebut. Pasukan
TNI Kostrad memaksa warga sipil untuk berjalan di garis depan sebagai
tameng hidup dengan tujuan jika terjadi pertempuran dengan pasukan TNA,
maka masyarakat sipil di garis depan inilah yang pertama akan menjadi
korban.
Jum’at, 10 Juni 2005 pukul 14:20.
Pasukan TNI pos di Kampung Aluë Bulôh-Seunagan, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan pinggir
gunung dan sungai di kampung setempat, di kawasan itu tidak ada masyarakat
sipil.
Jum’at, 10 Juni 2005 pukul 17:30.
Pasukan TNI Yon 330 Kostrad (Komandan pos bernama: Sertu. Dadang) pos di
Kampung Kuta Barô-Idi Tunong, gabungan 3 tim (sekitar 35 personil) TNI Yon
330 Kostrad lainnya melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Lhôk Meureuë-Nurul Ikhsan, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menggerebek, menggeledah dan mengobrak-abrik 1 unit rumah warga
sipil serta menganiaya penghuninya, Abdullah bin Gade, 53 th, warga
Kampung Lhôk Meureuë-Nurul Ikhsan, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban
dituduh sabagai pelindung GAM.
Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 06:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, gabungan 10 tim (sekitar 120 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya,
TNI Yon Kavaleri, TNI Yon 312 dan TNI Marinir Yon 08, mereka melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Jeungki, Babah
Kruëng, Aluë Ôn, Seuneubôk Lapang dan Kruët Lintang Kecamatan Peureulak
Timu, kemudian Kampung Seuneubôk Pidië, Simpang Peuët, Dusun Aluë Parang
Kampung Dama Tutông, Dusun Aluë Rambông, Kampung Punti, Dusun Mbôt-mbôt
Kampung Aluë Nibông, Paya Gajah Aluë Dua, Lhôk Paya, Uteuën Dama, Blang
Batèë, Tanoh Rata, Balèë Buya dan Matang Gleuën Kecamatan Peureulak
Teungoh, Acheh Timur. Operasi TNI di kawasan itu sudah
berlangsung selama 9 hari sampai hari ini.
Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 06:30.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, gabungan 10 tim (sekitar 120 personil) TNI Yon 511 Kostrad, TNI Yon
Kavaleri, TNI Yon 312 dan TNI Marinir Yon 08, mereka melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Kruët Lintang-Peureulak
Timu, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Muhammad Diah bin Hasyem, 50 th,
warga Kampung Kruët Lintang-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Petani
tambak, korban dianiaya dengan cara ditampar dan dipukul, lalu direndam
dalam tambaknya.
Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 07:30.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Dusun Pintô Angèn Kampung Tanjông
Muliya Kacamatan Makmur, Bireuën. Akibatnya 1 personil TNA terluka di
bagian lututnya sebelah kanan, Sarjani bin Abdulah, 25 th, Kampung Blang
Manè-Makmur, Bireuën (personil TNA Sagoë Cot Kuta Daèrah IV Wilayah Batèë
Iliëk), sekarang sedang dalam perawatan medis.
Eksesnya:
Pasukan TNI mengkasari sejumlah warga sipil di sana, 2 warga sipil
perempuan ditangkap, korban masing-masing:
1. Ratna binti Hasan, 20 th,
2. Fatriah binti Hasan, 22 th,
Kedua korban adalah warga Dusun Pintô Angèn Kampung Tanjông Muliya
Kacamatan Makmur, Bireuën, keduanya dibawa dan ditahan di pos TNI di
Simpang Meureubo-Makmur, Bireuën, sampai sekarang tidak diketahui
nasibnya.
Sabtu, 11 Juni 2005.
Pasukan TNI Yonif 514 pos di Meunasah Leubôk-Matang Kuli, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Simpang
Parabola Kampung Meunasah Pucôk Aluë-Matang Kuli, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil hingga tewas, Rusli, 45 th, warga
Kampung Meunasah Cot Tufah-Matang Kuli, Acheh Utara. (sekarang dalam
struktur teritorial penjajah RI, Kampung Pucôk Aluë dan Cot Tufah telah
menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).
Sabtu, 11 Juni 2005. (diterima informasi).
Mustafa A. Geulanggang (Bupati Kabupaten Bireuën), mengeluarkan perintah
melalui Camat Kecamatan Peusangan, Bireuën, yaitu; Kepada semua keluarga
daripada anggota TNA/GAM di Kecamatan Peusangan, Bireuën, diperintahkan
pada hari Senin, 13 Juni 2005, agar datang ke Kota Bireuën, siapa yang
tidak datang maka akan berhadapan dengan aparat TNI. Namun belum diketahui
tujuannya, akibat perintah yang tidak jelas tersebut semua keluarga
daripada TNA/GAM di sana menjadi sangat resah.
Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 12:00.
Pasukan SGI pos di Panggôi Indah-Muara Dua, Acheh Utara, melakukan operasi
ofensif ke Kampung Paya Bili-Muara Dua, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Zulfikar bin Tgk. Samad, 20 th, warga
Kampung Paya Bili-Muara Dua, Acheh Utara, korban dibawa bersama pasukan
SGI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Sabtu, 11 Juni 2005.
Pasukan TNI semakin memperketat operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM ke hutan-hutan, diantaranya kawasan hutan Kampung
Rebol, Kampung Simpur Kecamatan Permata, Bener Meriah, kemudian kawasan
hutan Kampung Rakal Kecamatan Timang Gajah, Timang Gajah.
Sabtu, 11 Juni 2005.
Pasukan TNI semakin memperketat operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM ke hutan-hutan dan perkampungan penduduk di kawasan
Kampung Gugôp-Pulo Atjèh, Acheh Besar, ketika waktu malam pasukan TNI
mengelilingi rumah-rumah warga, akibatnya semua warga di sana menjadi
takut dan trauma, warga menjadi terganggu saat beristirahat malam.
End of report.
-------------------------- |
|