PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (12 Juni 2005).

 Minggu, 05 Juni 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Piyeuëng Muara-Montasik, Acheh Besar.

Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Bahgia bin Zainon, 22 th, warga Kampung Piyeuëng Muara-Montasik, Acheh Besar, korban dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Rabu, 08 Juni 2005. (Updated).
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Banda Khalifah-Nisam, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Muhazar bin Muhammad, 27 th, warga Kampung Banda Khalifah-Nisam, Acheh Utara, korban dibawa bersama pasukan TNI tersebut dan ditahan di pos TNI di Cot Sabông Keudè Amplah-Nisam, Acheh Utara, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Rabu, 08 Juni 2005 pukul 08:15.
Pasukan TNI pos di Kampung Guhang-Blang Pidië, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Badek-Blang Pidië, Acheh Barat Daya.

Eksesnya:
Mereka merusak 1 unit rumah warga sipil, milik Simus bin Hamzah, 26 th, warga Kampung Aluë Badek-Blang Pidië, Acheh Barat Daya.

Kamis, 09 Juni 2005.
Mulai hari ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan, pasukan TNI pos di Kampung Kuta Bak Driën Kecamatan Tangan-tangan, Acheh Barat Daya, memaksa semua keluarga daripada anggota TNA/GAM di kampung setempat untuk memberikan/menanggung kebutuhan makanan pokok (Nasi) untuk semua personil TNI pos di kampung tersebut. Sekitar 45 personil TNI ditempat di pos tersebut.

Kamis, 09 Juni 2005 pukul 17:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Blang Sapek-Seunagan, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Cot Kuta, Kuta Padang dan Aluë Kabuk Kecamatan Seunagan, Nagan Raya.

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga di sana, sehingga warga menjadi takut dan trauma.

Jum’at, 10 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Teungoh-Peureulak Timu, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya seorang warga sipil, Ismail bin M. Ali, 40 th, warga Kampung Seuneubôk Teungoh-Peureulak Timu, Acheh Timur, korban disiksa saat diinterogasi, kemudian pukul 17:00 korban dilepaskan.

Jum’at, 10 Juni 2005 pukul 12:00.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408 pos di Kampung Keudé Blang-Nurussalam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét Teumpeuën-Nurussalam, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menggerebek, menggeledah dan mengobrak-abrik 3 unit rumah warga sipil dan menganiaya penghuninya, korban masing-masing:
1. Wahab bin Bidai, 60 th, pekerjaan: Keuchik kampung setempat.
2. Tgk. Samad bin Ramli, 70 th, pekerjaan: Petani.
3. Nurdin bin Ali, 40 th, pekerjaan: Petani.
  Ketiga korban adalah warga Kampung Bukét Teumpeuën-Nurussalam, Acheh Timur, ketiga Korban dituduh sabagai simpatisan GAM.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Pintô Angèn Kampung Tajông Muliya-Makmur, Bireuën.

Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Jalaluddin, 48 th, warga Dusun Pintô Angèn Kampung Tajông Muliya-Makmur, Bireuën, korban diculik di rumahnya, dipukul hingga babak belur, lalu dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 08:30.
Pasukan TNI Yon 312 Kala Hitam pos di Kampung Seuneubôk Pasè-Sungoë Raya, gabungan 24 personil TNI Yon 312 Kala Hitam lainnya melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Itam-Sungoë Raya, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka melarang para petani di kampung tersebut pergi ke kebun/ladang mulai hari ini sampai waktu yang tidak ditentukan, pelarangan terhadap para petani ini bertujuan untuk memblokade logistik GAM.

Sabtu, 11 Juni 2005. (diterima informasi –Ralat).
Mustafa A. Geulanggang (Bupati Kabupaten Bireuën), mengeluarkan perintah melalui Camat Kecamatan Peusangan, Bireuën, yaitu; Kepada semua keluarga daripada anggota TNA/GAM di Kecamatan Peusangan, Bireuën, diperintahkan pada hari Sabtu, 11 Juni 2005, agar datang ke Kota Bireuën, siapa yang tidak datang maka akan berhadapan dengan aparat TNI. Namun belum diketahui tujuannya, akibat perintah yang tidak jelas tersebut semua keluarga daripada TNA/GAM di sana menjadi sangat resah.

Ralat:
Sebelumnya tetulis: "..diperintahkan pada hari Senin, 13 Juni 2005, agar datang ke Kota Bireuën,..", Jadi seharusnya adalah: "..diperintahkan pada hari Sabtu, 11 Juni 2005, agar datang ke Kota Bireuën,..).

Sabtu, 11 Juni 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Leubôk Seutui dan Dusun Kruëng Meuh Kampung Panté Karya Kecamatan Peusangan, Bireuën.

Eksesnya:
Masyarakat di kawasan itu dilarang pergi ke kebunnya selama 10 hari mulai hari ini, akibatnya para petani di kawasan itu menjadi sangat resah, karena tidak bisa mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 10:00.
Sebanyak 5 unit truk Reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Blang Manè, Simpang Bakhé dan Panté Kiroë Kecamatan Matang Kuli, kemudian Kampung Biram Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil di sana.

Sabtu, 11 Juni 2005.
Pasukan TNI membuat pos baru di Kampung Sawang Manè-Seunagan Timur, Nagan Raya, sebanyak 60 personil TNI ditempatkan di pos tersebut. Akibatnya, semua warga di sana menjadi takut dan resah.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI Yon 330 Kostrad (Komandan pos bernama: Serda. Kadmira) pos di Kampung Keudè Kemunèng-Idi Tunong, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Driën, Seuneubôk Buya, Seuneubôk Meureudu dan Paya Gabôh Kecamatan Idi Tunong, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menyiksa seorang warga sipil, Yunus bin A. Bakar, 40 th, warga Kampung Seuneubôk Driën-Idi Tunong, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dituduh sabagai simpatisan GAM, ditangkap di kampungnya, lalu dibawa, ditahan dan disiksa selama 3 jam di pos TNI tersebut, kemudian dilepaskan dengan syarat korban diwajibkan melapor setiap hari ke pos TNI tersebut.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 21:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam, gabungan 5 tim (60 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Bugéng, Seuneubôk Teungoh dan Bukét Meuriam Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur. Operasi TNI di kawasan itu sudah berlangsung selama 5 hari sampai hari ini.

Eksesnya:
Mereka melarang warga di kampung-kampung tersebut pergi ke kebun/ladang sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 21:00.
Pasukan TNI Paskhas AU pos di Blang Bintang-Kuta Barô, Acheh Besar, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bira-Montasik, Acheh Besar.

Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil hingga tewas dan menculik 3 warga lainnya, korban masing-masing:
1. Rauzi bin Cek lie, 29 th, warga Kampung Buëng Tujôh-Montasik, Acheh Besar, korban ditembak hingga tewas.
2. Usnul, 25 th, warga Kampung Reudeuëb-Montasik, Acheh Besar, korban ditangkap.
3. Zainal, 40 th, warga Kampung Bira Lhôk-Montasik, Acheh Besar, korban ditangkap di rumahnya.
4. Munawir bin Marwan, 23 th, warga Kampung Bira Cot-Montasik, Acheh Besar, korban ditangkap di rumahnya.
  Ketiga korban warga sipil yang diculik tersebut dibawa bersama pasukan TNI Paskhas AU, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 23:30.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan Glé Siron-Kuta Cot Glie, Acheh Besar. Belum ada laporan selanjutnya.

Sabtu, 11 Juni 2005 pukul 24:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Riting-Indrapuri, Acheh Besar.

Eksesnya:
Mereka menggeledah dan mengobrak-abrik 1 unit rumah warga sipil, milik Bahrum bin Yahya, 55 th, warga Kampung Riting-Indrapuri, Acheh Besar.

Minggu, 12 Juni 2005 pukul 06:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki, gabungan 10 tim (120 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya, TNI Yon Kavaleri, TNI Yon 312 dan TNI Marinir Yon 08 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Jeungki, Babah Kruëng, Aluë Ôn, Seuneubôk Lapang dan Kruët Lintang Kecamatan Peureulak Timu, kemudian Kampung Seuneubôk Pidië, Simpang Peuët, Dusun Aluë Parang Kampung Dama Tutông, Dusun Aluë Rambông, Kampung Punti, Dusun Mbôt-mbôt Kampung Aluë Nibông, Paya Gajah Aluë Dua, Lhôk Paya, Uteuën Dama, Blang Batèë, Tanoh Rata, Balèë Buya, Matang Gleuën Kecamatan Peureulak Teungoh, Acheh Timur. Operasi TNI di kawasan itu sudah berlangsung selama 10 hari sampai hari ini.

Eksesnya:
Suasana di kawasan itu sangat mencekam, semua warga menjadi takut dan trauma.

Minggu, 12 Juni 2005 pukul 06:30.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki, gabungan 10 tim (120 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya, TNI Yon Kavaleri, TNI Yon 312 dan TNI Marinir Yon 08 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Paya Gajah Aluë Dua-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya dan menangkap seorang warga sipil, Irfan bin Ibrahim, 29 th, warga Kampung Paya Gajah Aluë Dua-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dianiaya dengan cara ditampar dan dipukul, lalu dinaikkan ke dalam truk Reo dan dibawa ke arah kota Peureulak, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Minggu, 12 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Marinir mengambil paksa 2 unit rumah warga sipil dan merubahnya menjadi pos TNI, masing-masing:
1. Rumah milik Zakaria di Kampung Matang Sijuëk Teungoh-Baktiya, Acheh Utara, rumah sedang dibangun dan belum selesai, sebanyak 13 personil TNI Marinir ditempatkan di rumah tersebut.
2. Rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya di Kampung Cot Rabo-Baktiya, Acheh Utara, sebanyak 15 personil TNI Marinir ditempatkan di rumah tersebut.

Minggu, 12 Juni 2004 pukul 08:30.
Sebanyak 4 unit truk Reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Aluë Tingkeuëm dan Meunasah Aluë Itam Kecamatan Lhôksukôn, Acheh Utara.

Eksesnya:
Semua warga di kawasan itu menjadi takut dan trauma.

Minggu, 12 Juni 2005 pukul 12:25.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Gunong Lhôk Sialang Rayek-Pasi Raja, Acheh Selatan, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pihak TNA tidak ada korban. Menurut informasi di lapangan, 4 personil TNI tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. Pasukan TNI terus ditambahkan untuk memperketat operasi di kawasan itu.

Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan TNI gabungan melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Rumoh Rayek, Bukét Linteuëng, Leubôk Pusaka dan sekitarnya di Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara.

Eksesnya:
Semua warga di kawasan itu menjadi takut dan trauma.

Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan gabungan (TNI Kopassus, TNI Yonif 514 dan Brimob) melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ceureulông dan Aluë Tabak Kecamatan Cot Girék, kemudian kawasan PT. BLANG ARA, Cot Sirèn, Kuta Asan, Bukét Pidië dan Aluë Lhôk Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Bukét Pidië, Aluë Lhôk telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).

Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan TNI Yonif 410 gabungan beberapa pos, yaitu pos di Kampung Lhôk Beuringen, Ulèë Glé, Matang Rubék, Geudumbak dan Bukét Linteuëng Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara. (Semua pasukan TNI pos di kampung-kampung tersebut adalah pasukan yang baru diganti dengan pasukan yang sebelumnya tinggal di sana, mereka diganti pada Rabu, 08 Juni 2005). Mereka melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kampung-kampung di kawasan itu.

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil, akibatnya warga menjadi takut dan trauma.

Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Unit V-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét Nibông, Bukét Jrat Manyang, Matang Seureudang, Bukét Rayek dan Ujông Blang Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil, akibatnya warga menjadi takut dan trauma.

Minggu, 12 Juni 2005 pukul 22:00.
Sebanyak 10 unit truk Reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Tanjông Seurukui, Aluë Biëng, Simpang Bakhé, Dusun Tanjông Lipat Kampung Peureupôk, Sarah Payang, Meunasah Tèktèk, Panté Kiroë, Sarèna Maju Kecamatan Matang Kuli, kemudian Kampung Pakam dan Biram Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Aluë Biëng, Peureupôk, Sarah Payang, Meunasah Tèktèk dan Panté Kiroë telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).

End of report.

--------------------------