|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (13 Juni 2005).
Jum’at, 27 May 2005 pukul 12:30.
Pasukan TNI Kostrad 623 pos di Gunong Manjat Kampung Cot Gud-Seunagan
Timur, Nagan Raya, memaksa 3 orang desertir GAM untuk mencuri Kerbau milik
masyarakat, ketiga desertir GAM tersebut masing-masing:
1. Bayudin, 30 th, warga Kampung Cot Gud-Seunagan
Timur, Nagan Raya.
2. M. Yasin, 39 th, warga Kampung Meurandeh Suak-Seunagan Timur, Nagan
Raya.
3. Damri, 27 th, warga Kampung Meurandeh Suak-Seunagan Timur, Nagan Raya.
Mereka mencuri 6 ekor Kerbau milik masyarakat, masing-masing milik:
1. Tgk. Bayu, 60 th, warga Kampung Kabu Tunong-Seunagan Timur, Nagan Raya,
6 ekor Kerbau.
2. Sukma Wati, 50 th, warga Kampung Kabu Tunong-Seunagan Timur, Nagan
Raya, 1 ekor Kerbau.
3. Baidan, 28 th, warga Kampung Panten Bayam-Beutông, Nagan Raya, 2 ekor
Kerbau. Satu ekor lagi tidak diketahui pemiliknya.
Keenam Kerbau peliharaan masyarakat itu ada yang dipotong untuk
dikonsumsi oleh pasukan TNI di kawasan itu dan yang lainnya dijual.
Rabu, 31 May 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Meunasah Panté, Buwah-Baktiya, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Matang
Paya, Buwah-Baktiya, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menyiksa 2 warga sipil hingga kritis, korban masing-masing:
1. M. Nasir bin Talibin, 20 th,
2. Syarwani bin Ismail, 19 th,
Kedua korban adalah warga Kampung Matang Paya, Buwah-Baktiya, Acheh
Utara, pasukan TNI juga menembakkan senjatanya di dekat telinga korban,
karena tidak mengetahui keberadaan anggota GAM, kedua korban disiksa berat
dengan cara ditinju dan ditendang hingga korban jatuh pingsan tak sadarkan
diri, korban kritis selama 3 hari. (sekarang dalam struktur teritorial
penjajah RI, Kampung Matang Paya Kemukiman Buwah tersebut telah menjadi
kecamatan baru yaitu Kecamatan Baktiya Barat, Acheh Utara).
Jum'at, 10 Juni 2005.
Maimun bin Jamaluddin, 30 th, warga Kampung Ladong-Mesjid Raya, Acheh
Besar, korban hilang saat melaporkan diri ke Makoramil Kecamatan Mesjid
Raya di Kruëng Raya-Mesjid Raya, Acheh Besar, sampai sekarang tidak
diketahui nasibnya.
Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, gabungan 15 tim (160 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya, 2 tim
TNI Yon Kavaleri, 8 tim TNI Yon 312, 3 tim TNI Marinir Yon 08 melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Jeungki, Babah
Kruëng, Aluë Ôn, Seuneubôk Lapang dan Kruët Lintang Kecamatan Peureulak
Timu, kemudian Kampung Seuneubôk Pidië, Simpang Peuët, Dusun Aluë Parang
Kampung Dama Tutông, Dusun Aluë Rambông Kampung Punti, Dusun Mbôt-mbôt
Kampung Aluë Nibông, Paya Gajah Aluë Dua, Lhôk Paya, Uteuën Dama, Blang
Batèë, Tanoh Rata, Balèë Buya, Matang Gleuëm, Bukét Pala, Bandrong, Paya
Kalue, Paya Meuligoë, Blang Simpô dan Seuneubôk Pempeng Kecamatan
Peureulak Teungoh, Acheh Timur. Operasi TNI di
kawasan itu sudah berlangsung selama 11 hari sampai hari ini.
Eksesnya:
Suasana di kawasan itu sangat mencekam, mereka mengintimidasi warga di
sana, akibatnya warga menjadi takut dan trauma.
Minggu, 12 Juni 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, gabungan 15 tim (160 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya, 2 tim
TNI Yon Kavaleri, 8 tim TNI Yon 312, 3 tim TNI Marinir Yon 08 melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lhôk
Paya-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil hingga cidera ringan dan cidera
berat, korban masing-masing:
1. Abdullah bin Yacob, 29 th, pekerjaan: Petani.
2. M. Danil bin Abdullah, 55 th, pekerjaan: Petani.
3. Abdullah bin Mansyah, 55 th, pekerjaan: Petani.
4. Fadli bin Abdullah, 27 th, pekerjaan: Petani.
5. Zulkifli bin Ahmad, 35 th, pekerjaan: Petani.
6. Ilyas bin Husen, 34 th, pekerjaan: Petani.
7. Mahyuddin bin Husen, 34 th, pekerjaan: Petani.
8. Mahyuddin bin Hasan, 42 th, pekerjaan: Petani.
9. Bahrum bin Ilyas, 38 th, pekerjaan: Petani.
10. Nasruddin bin Wahab, 24 th, pekerjaan: Petani.
11. Zainuddin bin Hasan, 51 th, pekerjaan: Petani.
12. Hamdan bin Ahmad, 31 th, pekerjaan: Petani.
13. Muliadi bin Ali, 25 th, pekerjaan: Petani.
14. Mustafa bin Husen, 24 th, pekerjaan: Petani.
15. Zainal Abidin bin Yacob, 34 th, pekerjaan: Petani.
16. Abdurrahman bin Jafar, 50 th, pekerjaan: Petani.
17. Abdurrahman bin Ara, 50 th, pekerjaan: Petani.
18. Hamdan bin Abdullah, 27 th, pekerjaan: Petani.
19. Darwin bin Abdullah, 15 th, status: Pelajar.
Semua korban adalah warga Kampung Lhôk Paya-Peureulak Teungoh, Acheh
Timur, semuanya dianiaya dengan cara ditampar dan ditinju, beberapa
diantaranya dipukul hingga cidera berat (patah tulang).
Minggu, 12 Juni 2005 pukul 09:30.
Sekitar 500 personil TNI Rajawali Yon 408 dan TNI Yon 507 melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Paya Reudeuëp,
Bukét Bata, Bukét Kruët, Aluë Mirah, Blang Seunong, Panté Labu dan Panté
Rambông Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menangkap, menyiksa dan mengeksekusi mati seorang warga sipil,
Tarmizi bin Daud, 25 th, warga Kampung Panté Rambông-Panté Bidari, Acheh
Timur, pekerjaan: Petani, korban ditangkap di kampung setempat, lalu
dibawa bersama pasukan TNI, kemudian korban disiksa berat dengan cara
disayat-sayat tubuhnya dengan Sangkur, perutnya dibelah hingga ususnya
terburai keluar, lehernya digorok, dan dieksekusi mati dengan cara
ditembak, mayatnya dibuang dalam semak-semak di Kampung Paya
Reudeuëp-Panté Bidari, Acheh Timur.
Minggu, 12 Juni 2005 pukul 10:00.
Kapten Tata Ardiansyah, Komandan SGI (Parako/Kopasus) pos di Keudè Sungoë
Raya, Acheh Timur, memanggil dan menahan seorang warga sipil, Mahyuddin
bin Puteh, 55 th, warga Kampung Aluë Rangan-Sungoë Raya, Acheh Timur,
pekerjaan: Tukang panjat kelapa, karena korban diancam akan dijemput jika
tidak mendatangi pos SGI tersebut, lalu korban memenuhi panggilan pihak
SGI dengan mendatangi ke pos SGI tersebut, namun setibanya di sana korban
langsung ditahan/disandera dengan alasan karena menantunya adalah anggota
GAM. Sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Minggu, 12 Juni 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, gabungan 15 tim (160 personil) TNI Yon 511 Kostrad lainnya, 2 tim
TNI Yon Kavaleri, 8 tim TNI Yon 312, 3 tim TNI Marinir Yon 08 melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét
Pala-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil hingga cidera ringan dan cidera
berat, korban masing-masing:
1. Yusri bin Yunus, 37 th, pekerjaan: Petani.
2. Said bin Jafar, 33 th, pekerjaan: Petani.
3. Amir bin Khaidir, 20 th, pekerjaan: Petani.
4. Ishak bin Adam, 32 th, pekerjaan: Petani.
5. M. Nur bin Arsyad, 18 th, pekerjaan: Petani.
6. Syafi’ie bin Idris, 32 th, pekerjaan: Petani.
7. Hasbi bin Nurdin, 18 th, pekerjaan: Petani.
8. Bustami bin Tayeb, 34 th, pekerjaan: Petani.
9. Khaidar bin Ahmad, 45 th, pekerjaan: Petani.
10. Hasyim bin Syafi’ie, 50 th, pekerjaan: Petani.
11. Razali bin Ahmad, 35 th, pekerjaan: Petani.
Semua korban adalah warga Kampung Bukét Pala-Peureulak Teungoh, Acheh
Timur. Semuanya dianiaya dengan cara ditampar dan ditinju, beberapa
diantaranya dipukul hingga cidera berat (patah tulang).
Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke kawasan Gunong Aluë Aneuh-Blang Pidië, Acheh Barat Daya, (25
Kilometer jaraknya dengan perkampunggan penduduk).
Senin, 13 Juni 2005.
Pasukan TNI semakin memperketat operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM di Wilayah Acheh Besar, diantaranya kawasan Glé
Ladong, Glé Inim, Glé Siron, Glé Indrapuri, Glé Bilui, Glé Keudè Biëng,
Glé Lampu-uëk dan Glé Peukan Bada, Acheh Besar.
Senin, 13 Juni 2005.
Pasukan gabungan (TNI Kopassus, TNI Yonif 514 dan Brimob) semakin
memperketat operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke perkampungan
penduduk, kawasan hutan-hutan dan perbukitan diantaranya Kampung Reungkam,
Bili, Ketapang, Kruëng Krèh, Cot Sirèn, Kuta Asan, Munjè Tujôh, Bukét
Cubrék, Tanjông Seurukui, Aluë Lhôk, Bukét Pidië, Aluë Biëng, Aluë Leukòt,
Peureupôk, Blang Manè, Simpang Bakhé, Tanjông Lipat, Rumoh Sikula Tutông,
Panté Kiroë dan Sarèna Maju Kecamatan Matang Kuli, kemudian Kampung Biram,
Pakam, Blang Atjèh, Cot Dah, Cot Kuprah, SP-7 (Bukét Makarti) Kecamatan
Tanah Luas, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI,
Kampung Aluë Lhôk, Bukét Pidië, Aluë Biëng, Aluë Leukòt, Peureupôk, Blang
Manè, Simpang Bakhé, Tanjông Lipat, Rumoh Sikula Tutông, Panté Kiroë dan
Sarèna Maju telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông,
Acheh Utara).
Senin, 13 Juni 2005 12:00.
Pasukan TNI gabungan melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke kawasan perkebunan sawit PT. USAHA SEMESTA
JAYA di Gunong Nigan-Seunagan, Nagan Raya.
Senin, 13 Juni 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Guhang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Luëng
Tarok dan Kampung Ladang Neubok Kecamatan Blang Pidië, Acheh Barat Daya.
Eksesnya:
Mereka malakukan sweeping dan memeriksa semua KTP masyarakat yang sedang
melewati di jalan Luëng Tarok menuju Cot Jirat Kecamatan Blang Pidië,
Acheh Barat Daya.
End of report.
-------------------------- |
|