|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (14 Juni
2005).
Selasa, 07 Juni 2005.
Pasukan TNI Kostrad 143 pos di Kampung Aluë Pisang-Kuala Batèë, Acheh
Barat Daya, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Pucôk Panton-Kuala Batèë,
Acheh Barat Daya (sekitar 10 Kilometer jaraknya dengan jalan utama,
Kampung Panton Mu), akibatnya dua personil TNA syahid, korban
masing-masing:
1. Rahimuddin bin Cakih, 27 th,
2. Zaini Dahlan bin Abdul Manaf, 29 th,
Keduanya asal Kampung Ingin Jaya-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya (keduanya
adalah personil TNA Wilayah Blang Pidië). Pasukan TNI melarang masyarakat
untuk mengevakuasi jenazah korban.
Minggu, 12 Juni 2005 pukul 09:00.
Satu Peleton pasukan TNI Yon 413 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Lhôk Duëk Kemukiman Cubô-Bandar Baru, Pidië.
Eksesnya:
Mereka memaksa semua masyarakat (tua, muda, laki-laki dan perempuan) untuk
berkumpul ke Meunasah (Surau) di kampung tersebut, pasukan TNI menggeledah
dan mengobrak-abrik sejumlah rumah serta menjarah harta benda milik warga,
salah seorang korban adalah Tgk. Abdullah bin Mahmud, 75 th, warga Kampung
Lhôk Duëk Kemukiman Cubô-Bandar Baru, Pidië (korban adalah ayah daripada
Sarjani bin Abdullah -Panglima TNA Wilayah Pidië), ini merupakan
penggeledahan yang keenam kali terhadap rumah korban, pasukan TNI menjarah
barang-barang berharga milik korban, seperti Emas, Piring antik dan Keris
miliknya, serta merusak rumah korban. Pasukan TNI
juga menjarah harta benda seperti Padi milik warga lainnya. Kemudian semua
warga di kampung tersebut dilarang melakukan kegiatannya sehari-hari
sebagaimana biasanya selama sepekan mendatang.
Minggu, 12 Juni 2005.
Pasukan TNI Yon 144 pos di Triëng Gadéng, Pidië, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seunòng, Tampui, Pantòn Beurasan
dan Blang Dhôt Kecamatan Triëng Gadéng, Pidië.
Eksesnya:
Mereka menggeledah sejumlah rumah warga sipil di kampung setempat dan juga
menjarah barang-barang berharga milik warga di sana.
Senin, 13 Juni 2005 pukul 05:30.
Sekitar 800-an personil TNI Rajawali Yon 408 melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM di kawasan Kampung M4, Jambô Lubôk, CV 8 dan
Kampung Blang Nisam (kawasan Nes 1 sampai Nes 6) Kecamatan Indra Makmur
(Aluë Ië Mirah), Acheh Timur.
Eksesnya:
Semua pekerja deres getah Karet dilarang bekerja di kebun sampai batas
waktu yang tidak ditentukan.
Senin, 13 Juni 2005 pukul 06:30.
Pasukan Brimob pos Simpang Tugu Kampung Bagok Panah Sa-Darul Aman (Idi
Cut), Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM
ke Kampung Keumunèng-Darul Aman, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menangkap seorang warga sipil, Muhammad Nasir bin Usman, 45 th,
warga Kampung Keumunèng-Darul Aman, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban
ditangkap dan dipukul hingga babak belur, lalu dibawa dan ditahan di pos
Brimob tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Senin, 13 Juni 2005 pukul 07:30.
Sekitar 300-an personil TNI gabungan (TNI Yon 312 Kala Hitam, TNI Yon 511
Badak Hitam dan TNI Yon 08 Marinir), melakukan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Keudè Bayeun, Sarah Teubè, Ranto
Panjang Bayeuën, Aluë Raya, Matang Nibông, Seuneubôk Dalam, Aluë Kumba,
Simpang Aneuh, Simpang Peuët, Aluë Seuleumak, Sarah Kayèë, Dama Sipôt,
Aluë Punti, Aluë Kaul dan Aluë Tuwi Kecamatan Ranto Seulamat, Acheh Timur.
Eksesnya:
Suasana di kawasan itu sangat mencekam, warga menjadi takut dan trauma,
sehingga warga tidak berani melakukan aktivitas sehari-harinya.
Senin, 13 Juni 2005 pukul 08:00.
Sekitar 450-an personil pasukan gabungan (TNI Yon 312 Kala Hitam, TNI Yon
511 Badak Hitam, Marinir dan Brimob), melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Punti, Aluë Bugéng, Seuneubôk
Teungoh, Seuneubôk Teupin, Aluë Bu Tempèlan, Aluë Gureb, Bukét Meuriam,
Seuneubôk Rawang, Aluë Bu, Aluë Thô, Seuneubôk Jalan, Geulanggang Meurak,
Seuneubôk Dalam dan kawasan Perkebunan P3 Kecamatan Peureulak Timu, Acheh
Timur.
Eksesnya:
Suasana di kawasan itu sangat mencekam, warga menjadi takut dan trauma,
sehingga warga tidak berani melakukan aktivitas sehari-harinya.
Senin, 13 Juni 2005 pukul 08:30.
Sekitar 400-an personil TNI gabungan (TNI Yon 330 Kala Hitam, TNI Yon 511
Badak Hitam dan TNI Yon 08 Marinir), melakukan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Bukét Seulamat, Kuala Parek,
Geulumpang Payông, Aluë Rangan, Kruëng Lingka, Bukét Driën, Aluë Itam,
Seuneubôk Pasè, Paya Keutapang, Aluë Kruët, Seuneubôk Acheh dan Gajah
Muntah Kecamatan Sungoë Raya, Acheh Timur.
Eksesnya:
Suasana di kawasan itu sangat mencekam, warga menjadi takut dan trauma,
sehingga warga tidak berani melakukan aktivitas sehari-harinya.
Senin, 13 Juni 2005.
Pasukan TNI yang berada di Wilayah Pidië memaksa setiap Keuchik untuk
memberikan massa sejumlah 15-20 orang per kampung untuk melakukan aksi
(demo) anti GAM dan menolak Perundingan Damai antara GAM dan Indonesia di
Helsinki. Mulai hari Selasa, 14 Juni 2005, setiap Keuchik dipaksa untuk
mendaftarkan nama-nama warganya yang akan ikut dalam aksi tersebut yang
akan dilakukan pada hari Kamis-Sabtu, 16-18 Juni 2005 mendatang di pusat
Kota Sigli, Pidië.
Senin, 13 Juni 2005.
Pasukan TNI Yon 515 Kostrad melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Côt Seutui-Keumala, Pidië.
Eksesnya:
Mereka menangkap seorang warga sipil, Muhammad Rasyid bin Cumbôk, 55 th,
warga Kampung Côt Seutui-Keumala, Pidië, korban ditangkap dan disiksa,
kemudian dibawa bersama pasukan TNI tersebut untuk melakukan operasi
militer mencari anggota TNA/GAM ke kawasan pergunungan di kawasan itu.
Senin, 13 Juni 2005.
Pasukan Brimob pos di Luëng Putu-Bandar Baru, Pidië, melakukan operasi
ofensif ke Kampung Simpang Arôn, Teupin Raya-Geulumpang Minyeuk, Pidië.
Eksesnya:
Mereka menggeledah paksa terhadap 1 unit rumah milik keluarga anggota GAM,
Muhammad Adam bin Muhammad Daud, 54 th, Jabatan: Arakata GAM Wilayah
Pidië, salah seorang anak korban juga menjabat posisi Komandan Operasi TNA
Daèrah III Wilayah Pidië.
Senin, 13 Juni 2005 pukul 21:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Ingin Jaya Kemukiman
Kale-Muara Tiga, Pidië.
Selasa, 14 Juni 2005 pukul 07:15.
Pasukan TNI kembali mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Ingin
Jaya Kemukiman Kale-Muara Tiga, Pidië. Belum ada laporan
selanjutnya.
Selasa, 14 Juni 2005 pukul 07:30.
Pasukan SGI gabungan TNI pos di Kruëng Raya-Mesjid Raya, Acheh Besar,
menganiaya hingga cidera ringan sekitar 70 orang warga nelayan yang baru
saja pulang dari mencari ikan di laut, ketujuh puluh korban tersebut
dianiaya di Kruëng Raya, tidak diketahui alasan penganiayaan terhadap
warga sipil tersebut.
Selasa, 14 Jun 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Tanjông Dalam dan Kampung Bukét Rayek Kecamatan Jambô Ayé, Acheh
Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Tanjông
Dalam telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh
Utara).
Selasa, 14 Juni 2005.
Pasukan TNI Kostrad pos di Gunong Tarok Kampung Cot Jawie-Beutông, Nagan
Raya, menyuruh seorang kakitangannya (Cuwak) yang bernama Laot Hamdi bin
Kasem, 28 th, warga Kampung Blang Mesjid-Beutông, Nagan Raya, pekerjaan:
Petani, untuk mencuri kerbau milik Khalidi bin Mahdi, 22 th, warga Kampung
Tuwië Bunta-Beutông, Nagan Raya, status: Siswa, sejumlah 2 ekor Kerbau
miliknya dicuri oleh Kakitangan pasukan TNI Kostrad tersebut.
End of report.
-------------------------- |
|