PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (19 Juni 2005).

 Sabtu, 18 Juni 2005 pukul 08:00.
Kapten Tata Ardiansyah, Komandan SGI (Parako/Kopasus) pos di Kampung Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur, memerintahkan kepada seluruh Keuchik se-Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur, yaitu:
1. Mendata dan melapor nama-nama keluarga daripada anggota TNA/GAM se-Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur.
2. Pada hari Kamis, 23 Juni 2005, semua keluarga daripada anggota TNA/GAM disuruh berkumpul di lapangan Bola Kaki Kota Peureulak, tujuannya untuk melakukan demontrasi "Anti Dialog GAM-RI dan anti keterlibatan pihak internasional Uni Eropa (EU) sabagai monitoring". Perintah yang sama juga dilakukan juga oleh pasukan SGI pos di Keudè Peureulak untuk seluruh keluarga TNA/GAM yang berada di Kecamatan Peureulak Teungoh dan Kecamatan Peureulak Barat, Acheh Timur.

Sabtu, 18 Juni 2005 pukul 21:00.
Pasukan TNA Daèrah IV Wilayah Samudra Pasè, terpaksa menyerang pasukan TNI yang sedang menggangu gadis-gadis di Kampung Matang Sijuëk-Baktiya, Acheh Utara. Akibatnya, 2 personil TNI tewas. Ini adalah sebagai serangan hukuman bagi pasukan TNI tersebut, karena setiap malam mereka mencabuli gadis-gadis, tindakan pasukan TNI tersebut telah sangat meresahkan masyarakat di sana, pasukan TNI tidak mengindahkan adat istiadat setempat dan mereka melakukan pemerasan terhadap masyarakat dengan cara meminta uang secara paksa pada setiap pemilik Kilang Padi, toke Udang, pemilik kedai dan kios-kios di sana. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Matang Sijuëk telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Baktiya Barat, Acheh Utara).

Minggu, 19 Juni 2005 2005 pukul 06:40.
Pasukan TNI melakukan operasi militer secara besar-besaran ke kawasan perbukitan dan pergunungan di Kecamatan Sawang, Acheh Selatan, mereka menembakkan puluhan peluru Artileri Meriam ke kawasan perbukitan dan pergunungan di sana. Sebelumnya, pada Jum’at, 17 Juni 2005 pukul 21:35, empat personil TNI tewas dalam serangan hukuman oleh pasukan TNA di Kampung Triëng Meuduroë Tunong Kecamatan Sawang, Acheh Selatan, pasukan TNA juga berhasil menyita 4 pucuk senjata laras panjang milik TNI. Kemudian pasukan TNI menangkap semua keluarga daripada TNA/GAM (laki-laki dan perempuan) di kawasan itu, mereka semua dibawa dan ditahan di Makoramil Sawang, Acheh Selatan, pasukan TNI memaksa semua keluarga daripada TNA di sana untuk membayar 4 pucuk senjata TNI yang hilang, jika tidak maka semua korban diancam tidak akan dilepaskan. Semua keluarga daripada TNA/GAM tersebut disiksa hingga cidera ringan dan cidera berat, sejumlah diantaranya disiksa hingga kritis dan pingsan.

Minggu, 19 Juni 2005 2005 pukul 08:30.
Sebanyak 20 unit bus (KURNIA, ANUGERAH, PUSAKA dan PELANGI) plus 2 unit truk Reo, semuanya berisi pasukan TNI lengkap dengan baret hijau, mereka dari kesatuan Kodam I Bukit Barisan Medan dikirim ke Acheh melalui jalan darat (Jalan Medan - Banda Acheh), sekitar pukul 08:30 mereka melewati kota Peureulak, Acheh Timur.

Minggu, 19 Juni 2005 pukul 14:08.
Pasukan TNA Komandô Rimuëng Tapa Kompi A Daèrah II Wilayah Samudra Pasè, di bawah pimpinan Tanggi, terpaksa menyerang pasukan Brimob yang sedang melakukan operasi ofensif di kawasan perbatasan antara Kampung Meunasah Kulam dengan Kampung Meunasah Meuria, Beureughang Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara, akibatnya 1 personil Brimob tewas dan 3 luka-luka parah. Pasukan Brimob pos di Beureughang tersebut setiap hari melakukan operasi ofensif ke kampung-kampung di kawasan itu, mereka mengganggu gadis-gadis dan melakukan pemerasan terhadap masyarakat di sana. Ini adalah sebagai serangan hukuman bagi pasukan Brimob tersebut yang tidak mengindahkan adat istiadat setempat.

Minggu, 19 Juni 2005 pukul 17:20.
Pasukan TNI Yon 330 Kostrad (Komandan pos bernama: Sertu. Hokky) pos di Kampung Pulo Blang-Darul Ikhsan, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Gunong Putôh (Keudè Dua Idi Rayek -red) Kec. Darul Ikhsan, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menembak secara membabi-buta tanpa sasaran sehingga mengenai seorang warga sipil, Razali bin Yakob, 18 th, warga Kampung Gunong Putôh (Keudè Dua Idi Rayek) Kec. Darul Ikhsan, Acheh Timur, pekerjaan: Wiraswasta, korban terkena serpihan peluru ditangan kirinya, sedang dalam perawatan keluarganya.

 End of report.

--------------------------