PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (20 Juni 2005).

Rabu, 15 Juni 2005 pukul 15:30.
Pasukan TNI Marinir Yon 08 pos di Kampung Aluë Beurawé-Langsa Kota, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Beurandeh-Manyak Payéd, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menculik 3 warga sipil, korban masing-masing:
1. Abdurrahman bin Ismail, 35 th,
2. Ramadhan bin Ramli, 20 th,
3.
Muharram bin Syafari, 19 th,
  Ketiga korban adalah warga Kampung Beurandeh-Manyak Payéd, Acheh Timur, ketiganya bekerja sabagai pencari kayu Bakau, ketiganya ditangkap saat sedang bekerja, lalu dibawa bersama pasukan TNI Marinir tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Senin, 20 Juni 2005. (diterima informasi).
Ibrahim bin Jamin, 38 th, warga Kampung Kelurahan Paya Keuneukai Kecamatan Suka Jaya, Sabang. Diwajibkan melapor 2 kali (2 tempat -red) dalam seminggu, yaitu setiap hari Sabtu korban diwajibkan melapor ke Mapolres Sabang dan Markas Polisi Militer (PM) Sabang. Korban diwajibkan melapor sudah berlangsung selama 20 bulan. Saat melapor, korban sering dilecehkan dengan cara dipaksa untuk berdiri menghadap dan menghormat bendera yang berwarna Merah Putih selama 2 jam, juga dibakar dengan api korek gas, tangannya diborgol, lalu diinjak-injak oleh aparat dengan menggunakan sepatu PDL, akibatnya sekarang 2 anak jari korban menjadi cidera tak bisa digerakkan lagi.

Senin, 20 Juni 2005. (diterima informasi -Updated).
Puluhan keluarga daripada anggota TNA/GAM yang ditangkap pada hari Sabtu, 18 Juni 2005 pukul 08:00, di Kampung Triëng Meuduroë Tunong Kecamatan Sawang, Acheh Selatan, sampai sekarang masih disandera dan disiksa di Makoramil Sawang, Acheh Selatan.

Senin, 20 Juni 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Tanjông Dalam, Kampung Tanjông Seulamat, Kampung Meunasah Blang dan Kampung Bukét Mesjid Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Tanjông Dalam telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi sejumlah warga sipil di sana, akibatnya warga menjadi takut dan trauma.

Senin, 20 Juni 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Matang Raya-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Seureudang-Baktiya, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil hingga babak belur, seorang diantaranya dipukul hingga mengeluarkan darah dalam mulutnya, Samsul Bahri bin Abidin, 20 th, warga Kampung Matang Keulayu-Baktiya, Acheh Utara.

Senin, 20 Juni 2005 pukul 21:45.
Pasukan TNA Komandô Rimuëng Tapa Kompi A Daèrah II Wilayah Samudra Pasè, di bawah pimpinan Tanggi, dengan menggunakan GLM dan senjata otomatis AK-47 terpaksa menyerang pos TNI di Kampung Kruëng Seupéng, Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara. Pasukan TNA semua kembali ke barak dengan selamat. Pasukan TNI pos tersebut setiap hari melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di kawasan itu, mereka sering menculik, menganiaya dan membunuh warga sipil jika tidak bersedia menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM, mereka juga mengganggu gadis-gadis di kawasan itu. Ini adalah sebagai serangan hukuman bagi pasukan TNI tersebut.

End of report.

--------------------------