PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (21 Juni 2005).

Sejak bulan Maret 2005 hingga hari Jum’at, 03 Juni 2005.

Pasukan TNI Raider Yon 900 pos di Dusun Paténg Kampung Panté Labu-Panté Bidari, Acheh Timur, memaksa 7 warga sipil perempuan (seorang diantaranya anak usia di bawah umur) untuk melakukan hubungan seksual dengan pasukan TNI Raider tersebut di kampung setempat, korban masing-masing:
1. Mariana binti Sani, 15 th, status: Pelajar.
2. Zainabon binti Ali, 25 th, status: Gadis.
3. Hasnah binti Abdullah, 23 th, status: Gadis.
4. Siti Hasnah binti Daud, 28 th, status: Kawin.
5. Aisyah binti Jamin, 30 th, status: Janda.
6. Yusnidar binti Basyah, 32 th, status: Janda.
7. Nuraini binti Usman, 23 th, status: Janda.
  Semua korban adalah warga Dusun Paténg Kampung Panté Labu-Panté Bidari, Acheh Timur, semua korban dipaksa untuk berhubungan seksual dengan pasukan TNI Raider tersebut, jika korban menolaknya maka para korban akan dituduh sabagai pasukan TNA Inong Balèë dan diancam akan berhadapan dengan maut, akibat perlakukan biadap pasukan TNI Raider tersebut, sehingga sekarang beberapa korban mengalami kehamilan.

Selasa, 07 Juni 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Armed Yon 311 pos di Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Meuse Daèrah I Wilayah Peureulak di Dusun DK 3 Kampung Meuse-Serba Jadi, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Akibatnya, 1 personil TNA syahid, Syamsuddin bin Sulaiman, 25 th, Kampung Meuse-Serba Jadi, Acheh Timur (personil TNA Sagoë Meuse Daèrah I Wilayah Peureulak), 1 pucuk senjata AK-45 miliknya dirampas oleh pasukan TNI. Pasukan TNI terus ditambahkan dan semakin memperketat operasi di kawasan itu.

Selasa, 14 Juni 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Armed Yon 311 pos di Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, menggerebek 1 unit rumah warga sipil dan menganiaya penghuninya (1 keluarga) di kampung setempat, korban masing-masing:
1. Sofyan bin Jalil, 35 th, pekerjaan: Petani.
2. Mariah binti Adam, 26 th, pekerjaan: Petani.
3. Romarani binti Sofyan, 7 th.
  Ketiganya 1 keluarga (ayah, ibu dan anak), warga Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, korban sekeluarga dituduh membantu GAM.

Minggu, 19 Juni 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Armed Yon 311 pos di Dusun Simpang Dua Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, membakar 1 unit mobil Pick-Up merk Chevrolet milik warga sipil, Muhibuddin bin Ramli, 45 th, warga Dusun Simpang Dua Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, pekerjaan: Dagang, korban dituduh membantu GAM.

Senin, 20 Juni 2005 pukul 11:00.
Pasukan Brimob pos di Keudè Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara, menganiaya belasan warga sipil (pemuda) di Keudè Beureughang, berikut beberapa korban yang berhasil diidentifikasi, masing-masing:
1. Rusli bin Gani, 20 th,
2. Junaidi bin Yunus, 20 th,
3. Syarkawi bin ismail, 20 th,
4. T. Zikrillah bin T. Musa, 20 th,
  Semua korban dipukul hingga babak belur.

Senin, 20 Juni 2005 pukul 16:30.
Pasukan TNA Daèrah II Wilayah Samudra Pasè melakukan pergeseran pasukan dan sedang melintasi jalan di kawasan Devisi 3 PT. SATYA AGUNG Kecamatan Syamtalira Bayu, Acheh Utara. Pasukan TNI yang menumpangi 1 unit mobil pick-up jenis Hiline terperogok dengan pasukan TNA tersebut, kemudian pasukan TNI langsung menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi pasukan TNA, pasukan TNA telah berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Akibatnya, 3 personil TNI tewas dan 2 luka-luka parah. Pasukan TNA semuanya selamat. Pasukan TNI menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup, sehingga dalam insiden itu 2 warga sipil juga tewas dan 5 lainnya luka-luka. Identitas para korban warga sipil yang tewas dan luka-luka belum diketahui.

Senin, 20 Juni 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Reungkam-Matang Kuli, Acheh Utara. Akibatnya, 1 personil TNA syahid, Iskandar bin Ibrahim, Kampung Meunasah Kruëng-Matang Kuli, Acheh Utara (personil TNA Daèrah III Wilayah Samudra Pasè), 1 pucuk senjata AK miliknya dirampas oleh pasukan TNI.

Selasa, 21 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Marinir Yon 07 pos di Kampung Matang Sijuëk Barat-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Matang Sijuëk Timu dan Kampung Cot Ceureumèn Kecamatan Baktiya, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Matang Sijuëk dan Kampung Cot Ceureumèn telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Baktiya Barat, Acheh Utara).

Eksesnya:
Mereka mengumpulkan sekitar 40-an warga sipil laki-laki ke lokasi Masjid Matang Sijuëk dan di Kampung Cot Ceureumèn, semuanya dibariskan, lalu dipukul hingga cidera ringan dan cidera berat, kemudian semua korban diambil KTP-nya dan disuruh mengambil kembali ke pos TNI di Kampung Matang Sijuëk Barat, berikut beberapa korban yang behasil diidentifikasi, masing-masing:
1. Anwar, 28 th, dipukul hingga kritis.
2. Royani, 45 th, dipukul hingga kritis.
3. Tgk. Iliyas, 45 th, dipukul hingga kritis.
4. Kisman, 38 th, dipukul hingga kritis.
5. Zakaria, 25 th, dipukul hingga kritis, sedang diopname di rumah sakit di Lhokseumawe.
  Semua korban adalah warga Kampung Matang Sijuëk Timu-Baktiya, Acheh Utara, semua korban dipukul dengan popor senjata hingga mengeluarkan darah dalam mulutnya. Kemudian pada pukul 17:00, sekitar 15 orang kembali dipukul hingga kritis saat mengambil KTP-nya di pos TNI Marinir di Kampung Matang Sijuek Barat.

Selasa, 21 Juni 2005. (diterima informasi).
Sejak hari Minggu, 19 Juni 2005 sampai hari ini, pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan-hutan di Kampung Batèë 6, Kampung Blang Abeuëk, Kampung Bambang Kunèng, Kawasan Proyek dan Meunasah Dayah Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, kampung-kampung tersebut telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Simpang Keuramat, Acheh Utara).

Eksesnya:
Semua masyarakat di kawasan itu dilarang pergi ke kebunnya, sehingga warga menjadi sangat resah karena tidak bisa mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Selasa, 21 Juni 2005. (diterima informasi).
Sejak hari Senin, 20 Juni 2005 pukul 12:00, semua masyarakat/keluarga daripada anggota TNA/GAM (laki-laki, perempuan, tua dan muda) di Kecamatan Sawang, Acheh Selatan, dipaksa untuk mencari keluarganya (suami, abang, adik atau anak-anaknya) yang menjadi sebagai anggota TNA/GAM ke hutan-hutan dan tidak dibolehkan membawa perbekalan (makanan) apapun, semua masyarakat/keluarga daripada anggota TNA/GAM tersebut diancam tidak diizinkan kembali ke kampungnya jika tidak membawa turun keluarganya yang menjadi sebagai anggota TNA/GAM untuk menyerah ke pihak TNI, akibatnya sekarang semua masyarakat/keluarga daripada TNA/GAM tersebut sudah mengalami kelelahan dan kelaparan di hutan belantara.

Selasa, 21 Juni 2005 pukul 12:00.
Pasukan SGI menculik dan menyandera sejumlah warga sipil termasuk kaum perempuan, korban masing-masing:
1. Ayattullah, 16 th,
2. Alijar, 24 th,
3. Sikar, 25 th,
4. Nasrul, 26 th,
5. Syafri, 26 th, pegawai pukesmas sawang.
6. Halimah, 28 th, perempuan, pekerjaan: Jualan.
7. Nelly, 26 th, perempuan (isteri daripada Arman, anggota Béntara -Polisi GAM).
  Semua korban adalah warga Kampung Triëng Meuduroë Barôh-Sawang, Acheh Selatan, semuanya disandera dan disiksa di pos SGI di Kuta Bulôh-Meukék, Acheh Selatan, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Selasa, 21 Juni 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Kruëp-Peusangan, Bireuën.

Eksesnya:
Mereka menembak-nembak tanpa sasaran, menggerebek rumah keuchik di kampung setempat, lalu menangkap 2 personil TNA Sagoë Pang Mad Tayéb Daèrah IV Wilayah Batèë Iliëk, keduanya dalam kodisi sedang sakit dan dititipkan sementara di rumah Keuchik Nazir untuk berobat, kedua personil TNA tersebut adalah:
1. Molong (nama alias).
2. Ida (nama alias).
  Kedua korban dianiaya dibawa bersama pasukan TNI, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Selasa, 21 Juni 2005. (diterima informasi).
Sebanyak satu Bataliyon pasukan TNI ditempatkan di pemukiman Jawa imigran di pemukiman Jalin-Jantho, Acheh Besar. Pasukan TNI juga ditambahkan kekuatan personilnya pada semua pos TNI di sana. 

End of report.

--------------------------