PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (24 Juni 2005).

 Rabu, 22 Juni 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Yon 312 Kala Hitam pos di Kampung Buniën Kecamatan Serba Jadi, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar Kampung Buniën dan Kampung Seuleumak Kecamatan Serba Jadi, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan menganiaya 3 warga sipil hingga kritis, korban masing-masing:
1. Jaiyah bin Abdullah, 40 th, warga Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
2. Miyah bin Majid, 40 th, warga Kampung Seuleumak-Serba Jadi, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
3. Remia bin Ali, 60 th, warga Kampung Seuleumak-Serba Jadi, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
  Ketiga korban dibawa dan ditahan di pos TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Rabu, 22 Juni 2005 pukul 12:00.
Sekitar 60 personil TNI Rajawali Yon 408 Kostrad, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Idi Cut Daèrah IV Wilayah Peureulak di Kampung M4 Aluë Ië Mirah-Indra Makmur, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama 35 menit. Pasukan TNA semuanya selamat.

Kamis, 23 Juni 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Yon 511 Kostrad pos di Kampung Buniën-Serba Jadi, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Karang Guda dan Kampung Ketibong Kecamatan Serba Jadi, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya 2 warga sipil hingga kritis, korban masing-masing:
1. Husen bin Sasa, 50 th, warga Kampung Karang Guda-Serba Jadi, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
2. Salat bin Ibrahim, 40 th, warga Kampung Ketibong-Serba Jadi, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
  Kedua korban dianiaya hingga kritis karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota/markas GAM.

Kamis, 23 Juni 2005 pukul 13:00.
Pasukan TNI Yon 515/Kostrad pos di Kampung Blang Rukui Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Tiro Daèrah II Wilayah Pidië di kawasan perkebunan Pisang di Kampung Blang Rukui Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië. Pasukan TNA telah berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama 1 jam. Akibatnya, 1 personil TNA syahid, Marzuki bin Muhammad Ali, 37 th, personil TNA Sagoë Tiro Daèrah II Wilayah Pidië, 1 pucuk senjata AK-56 miliknya dirampas oleh pasukan TNI. Menurut informasi masyarakat, 2 personil TNI luka-luka parah. Kemudian pasukan TNI terus ditambahkan dalam skala besar untuk memperketat operasi militer ke kawasan Kecamatan Geulumpang Minyeuk, Kecamatan Tiro, Kecamatan Keumala, Kecamatan Tangsé dan Kecamatan Geumpang, Pidië, mereka akan memperketat operasi militer di kawasan itu hingga 15 hari ke depan.

Kamis, 23 Juni 2005 pukul 18:00.
Sebanyak 5 tim (sekitar 60 personil) TNI Rajawali gabungan (TNI Kostrad Yon 408 dan TNI Yon 330) mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Dama Putéh Daèrah IV Wilayah Peureulak di Kampung Bèntèng-Bandar Alam, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat.

Eksesnya:
Sejumlah warga sipil dipukul hingga cidera ringan dan cidera berat, kemudian 1 unit rumah warga sipil dibakar, milik Hasan bin Abdullah, 45 th, warga Kampung Bentèng-Bandar Alam, Acheh Timur, pekerjaan: Petani. Kemudian semua warga sipil di kampung tersebut mengungsi ke tempat sanak keluarganya, karena ketakutan terhadap pasukan TNI.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 00:05-01:00.
Pasukan TNI Paskhas pos di Kampung Kayèë Kunyèt-Montasik, Acheh Besar, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan Glé Kampung Peurumpéng-Montasik, Acheh Besar, akibatnya 1 personil TNA syahid, Abdullah bin Wahab, 26 th, Kampung Bira Cot-Montasik, Acheh Besar (personil TNA Daèrah I Wilayah Acheh Rayek), 1 pucuk senjata AK-56 miliknya dirampas oleh pasukan TNI, jenazah korban masih ditahan oleh pasukan TNI Paskhas tersebut, keluarganya telah mendatangi pos TNI Paskhas tersebut untuk meminta dikembalikan jenazah korban, namun pihak TNI di sana tetap bersikeras menahan jenazah korban.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 00:10-17:00.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Matang Raya-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Buya dan Kampung Matang Raya Barat Kecamatan Baktiya, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi sejumlah warga sipil di sana, sehingga warga menjadi ketakutan.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 07:00.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408 melakukan operasi militer ke Kampung Aluë Ië Mirah-Panté Bidari, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan secara membabi-buta tanpa sasaran, sehingga warga di kampung setempat menjadi ketakutan.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 08:30-10:00.
Pasukan TNI Kompi B Yon 515/Kostrad di bawah pimpinan Kapten. Wilson Napitupulu yang bermarkas di Kampung Blang Keudah Kemukiman Truséb Kecamatan Tiro, Pidië, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar Kampung Blang Keudah, Kampung Blang Rukui dan Kampung Pantòn Bunòt Kemukiman Truséb Kecamatan Tiro, Pidië.

Eksesnya:
Mereka menganiaya secara massal terhadap seluruh warga sipil (laki-laki, perempuan, tua dan muda termasuk murid Sekolah Dasar) di kampung-kampung setempat. Kemudian semua warga sipil di kampung-kampung tersebut di atas dikumpulkan ke lapangan bola kaki di Kampung Panté Kruëng Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië. Sejumlah diantaranya ditangkap, dibawa dan disandera di pos TNI tersebut, seorang diantaranya diketahui bernama Muhammad Ali, warga Kampung Blang Rukui Kemukiman Truséb Kecamatan Tiro, Pidië (ayah daripada Marzuki bin Muhammad Ali -anggota TNA yang syahid dalam pertempuran pada hari Kamis, 23 Juni 2005), korban ditangkap, dibawa dan disandera di pos TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 10:00.
Pasukan Brimob (Komandan pos bernama Nofal) pos di Kampung Paya Deumam Dua-Madat, Acheh Timur, melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Muliëng-Simpang Ulim, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Hamdani bin Ahmad, 35 th, warga Kampung Aluë Muliëng-Simpang Ulim, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota/markas GAM.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 14:10.
Sebanyak 5 tim (sekitar 60 personil) TNI Rajawali gabungan (TNI Kostrad Yon 408 dan TNI Yon 330) mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Dama Putéh Daèrah IV Wilayah Peureulak di Kampung Blang Rambông-Bandar Alam, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat. Pasukan TNI terus memperketat operasi di kawasan itu, diantaranya; Kampung Seuneubôk Bayu, Jambô Reuhat, Panton Rayek A, Panton Rayek B, Panton Rayek T, CV 8, Seuneubôk Pangau, Bèntèng, Pantòn Rayek Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur, mereka melepaskan tembakan-tembakan dengan senjata ringan dan granat pelontar, suasana di kawasan itu sangat mencekam, sehingga warga menjadi ketakutan dan tidak berani beraktivitas di luar rumahnya.

Jum’at, 24 Juni 2005. (diterima informasi).
Dalam beberapa hari ini pasukan TNI-SGI melakukan penyamaran sebagai TNA/GAM dengan cara menggunakan senjata campuran (jenis AK dan M-16 dan senjata lainnya), mereka melakukan operasi ofensif ke kampung-kampung di Kecamatan Matang Kuli dan Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara, mereka juga dapat berbicara dalam "Bahasa Acheh" dengan lancar sebagaimana layaknya masyarakat Acheh sendiri, mengaku sabagai TNA/GAM, lalu meminta bantuan pada masyarakat, karena masyarakat sangat bersimpati kepada perjuangan GAM sehingga masyarakat memberikan bantuan, namun setelah masyarakat memberikan bantuan berupa bahan logistik makanan, lalu pasukan TNI-SGI menganiaya masyarakat di sana hingga cidera ringan dan cidera berat, dengan nada marah pasukan TNI-SGI mengatakan kepada masyarakat: "Rupanya masyarakat di sini semua pendukung GAM, kalau TNI tanya dimana GAM, kalian menjawab tidak tahu.. anjing!". Pasukan TNI mengancam akan membumi hanguskan semua rumah penduduk di kawasan itu jika masih ada masyarakat yang mendukung perjuangan GAM.

Jum’at, 24 Juni 2005 pukul 17:15.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Gugôp, Meulingge, Luëng Balèë, Rinon, Lampuyang dan Lapeng Kecamatan Pulo Atjèh, Acheh Besar, mereka juga diperkuat dengan 4 unit speed Boat yang beroperasi di perairan laut di kawasan itu.

End of report.

--------------------------