|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (25 Juni 2005).
Rabu, 22 Juni 2005 pukul 20:00.
Pasukan TNI pos di Waduk Kecamatan Kuta Cot Glie, Acheh Besar, dengan
menggunakan truk Reo mereka masuk ke Kampung Lam Panah-Indrapuri, Acheh
Besar.
Eksesnya:
Mereka mencuri 1 ekor lembu milik Nurdin bin Ali, 57 th, warga Kampung Lam
Panah-Indrapuri, Acheh Besar.
Rabu, 22 Juni 2005 pukul 22:30. (Updated).
Sebanyak 10 personil TNA terpaksa menyerang pos TNI di Kampung
Sikabu-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya, penyerangan terhadap TNI tersebut
dilakukan sabagai "Tuëng Bila", karna pasukan TNI selalu melakukan operasi
militer, mengepung dan menyerang posisi-posisi defensif pasukan TNA di
kawasan itu, pasukan TNI juga selalu mengkasari dan mengintimidasi warga
sipil di sana. Kemudian pasukan TNI dibantu oleh TNI gabungan 3 unit pos
lainnya (TNI Yonif 143 pos di Kampung Kruëng Batèë, TNI pos di Kampung
Aluë Padé dan TNI pos di Kampung Aluë Pisang Kecamatan Kuala Batèë, Acheh
Barat Daya). Dalam insiden ini, 2 personil pihak TNA menjadi korban,
masing-masing:
1. Suhardi bin Jakfar, 25 th, Kampung Ingin Jaya-Kuala Batèë, Acheh Barat
Daya, kena peluru di bagian perutnya.
2. Islahuddin bin Ishak (alias Doyok), 27 th, Kampung Sikabu-Kuala Batèë,
Acheh Barat Daya, kena peluru di bagian lututnya.
Kedua korban dalam kondisi hidup dan luka tembak serta tidak bersenjata,
ditangkap oleh pasukan TNI, kemudian dievakuasi oleh PMI ke Meulabôh, yang
dikawal ketat oleh pihak TNI. Kemudian pada hari Sabtu, 25 Juni 2005 pukul
16:00, Suhardi bin Jakfar, meninggal dalam "tahanan" TNI di rumah sakit
Meulabôh. Sementara Islahuddin bin Ishak masih berada di rumah sakit di
Meulabôh dalam penjagaan ketat oleh pasukan TNI.
Jum’at, 24 Juni 2005.
Pasukan TNI Kopassus pos UDKP Indrapuri, Acheh Besar, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Limo Blang-Indrapuri,
Acheh Besar.
Eksesnya:
Mereka memukul seorang warga sipil, Drs. M. Ali Daud, 55 th, warga Kampung
Limo Blang-Indrapuri, Acheh Besar, pekerjaan: Guru SMA Negeri Indrapuri,
korban dituduh menyimpan senjata di rumahnya, korban dipukul hingga babak
belur di rumahnya.
Sabtu, 25 Jun 2005 pukul 07:30.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Dusun Balèë Kuyuën Kampung Darul
Aman-Peusangan, Bireuën, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA
terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran. Menurut informasi di lapangan, 4 personil TNI tewas dan 2
luka-luka kritis. Satu unit Helikopter TNI mendarat di lapangan bola kaki
di Kampung Tanjông Beuridi-Peusangan, Bireuën, untuk mengevakuasi personil
TNI yang tewas dan luka-luka dalam insiden itu, kemudian 1 unit kenderaan
tempur Panser dan 7 unit truk Reo pasukan bala bantuan TNI ditambahkan ke
lokasi itu, mereka melakukan penyisiran.
Sabtu, 25 Jun 2005.
TNI/Polri, bupati, kelompok front milisi bentukan TNI memangil tokoh-tokoh
masyarakat di Kabupaten Acheh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, mereka
mengadakan rapat koordinasi yang intinya, mendesak masyarakat di dua
kabupaten tersebut yaitu; Jika tim monitoring asing datang, mereka akan
melakukan tindakan anarkhis, masyarakat dipaksa untuk melakukan demo
menolak kehadiran tim monitoring asing di dua kabupaten itu.
Selebaran-selebaran dari Danramil sudah beredar ke keuchik-keuchik.
Sabtu, 25 Juni 2005. (diterima informasi).
Sejak 1 minggu yang lalu, sebanyak 13 warga sipil (semuanya keluarga
daripada anggota TNA/GAM), diantaranya warga Kampung Cot Mancang (ada 4
orang), warga Kampung Driën Kunèng (ada 4 orang) dan warga Kampung Lhôk
Driën (ada 3 orang) dan 2 warga di kampung lainnya di Kecamatan Nisam,
Acheh Utara, diculik oleh kelompok Milisi BERANTAS. Penculikan terhadap
warga sipil keluarga anggota TNA/GAM tersebut di dukung oleh pihak TNI
dengan cara kelompok Milisi BERANTAS berjalan di depan, namun di
belakangnya pasukan TNI. Ketigabelas korban dibawa bersama kelompok Milisi
Berantas, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaan para
korban.
Sabtu, 25 Juni 2005.
Ratusan personil TNI melakukan operasi militer secara besar-besaran ke
perkampungan penduduk dan kawasan perbukitan di Kampung Aluë Garôt, Aluë
Papeuën, Aluë Duwa, Cot Mancang, Driën Kunèng, Lhôk Driën, Seumirah,
Kilometer 24, Kruëng Tuwan, Banda Seulamat dan sekitarnya di Kecamatan
Nisam, Acheh Utara.
Eksesnya:
Suasana di kawasan itu sangat mencekam, sehingga warga tidak berani
melakukan aktivitas di luar rumahnya karena ketakutan terhadap pasukan
TNI.
Sabtu, 25 Juni 2005.
Aparat SGI melakukan operasi ofensif ke Kampung Palôh Batèë-Muara Dua,
Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Rasyid bin Hasan, 58 th, warga
Kampung Palôh Batèë-Muara Dua, Acheh Utara, korban dibawa bersama mereka,
sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Sabtu, 25 Juni 2005.
Pasukan TNI yang bermarkas di kota Blang Pidië, Acheh Barat Daya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke gunung
Angkop (8 Kilometer dari Kampung Aluë Badek-Blang Pidië, Acheh Barat
Daya). Pasukan TNI juga memukul hingga babak belur warga Kampung Aluë
Badek yang sedang mencari rezeki ke pergunungan di sana untuk memetik buah
Pala di perkebunan mereka sendiri.
Sabtu, 25 Juni 2005.
Sejak 5 hari yang lalu sampai hari ini, pasukan gabungan (TNI Kostrad Yon
511 Badak Hitam, 5 tim --sekitar 60 personil-- TNI Parako/Kopassus dan 5
tim TNI Yon 511 lainnya) melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Jeungki, Kampung Kruët Lintang, Kampung Babah Kruëng
Kecamatan Peureulak Timu, kemudian Dusun Aluë Rambông Kampung Punti dan
Kampung Paya Gajah Kecamatan Peureulak, Acheh Timur.
Sabtu, 25 Juni 2005.
Sebanyak 16 personil TNI Parako/Kopassus membuat pos baru di sebuah rumah
milik warga sipil di Kampung Kruët Lintang-Peureulak Timu, Acheh Timur,
rumah tersebut dikuasi secara paksa dan dijadikan sabagai pos TNI
Parako/Kopassus tersebut, Komandan pos bernama Kapten Firman.
Sabtu, 25 Juni 2005 pukul 11:00.
Pasukan gabungan (TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam pos di Kampung Bukét
Driën-Sungoë Raya, TNI Yon 312 Kala Hitam pos di Kampung Aluë Kruët-Sungoë
Raya, dan 10 tim TNI lainnya) mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Cot Kala
Daèrah I Wilayah Peureulak di kawasan perbukitan Kampung Seuneubôk
Pasè-Sungoë Raya, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan
TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga
terjadi pertempuran yang berlangsung selama 45 menit. Pasukan TNA semuanya
selamat. Pasukan TNI terus ditambahkan untuk memperketat operasi di
kawasan itu.
Sabtu, 25 Juni 2005 pukul 12:05.
Pasukan TNI Kopassus pos UDKP Indrapuri, Acheh Besar, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lam Panah
Tunong-Indrapuri, Acheh Besar.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang anak usia di bawah umur, M. Hasan bin Nurdin, 14
th, warga Kampung Lam Panah Tunong-Indrapuri, Acheh Besar, korban
ditangkap di rumahnya, dibawa dan disandera di pos TNI Kopassus tersebut,
sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Sabtu, 25 Juni 2005 pukul 15:00.
Pasukan gabungan (TNI Kostrad Yon 511 Badak Hitam, 5 tim --sekitar 60
personil-- TNI Parako/Kopassus dan 5 tim TNI Yon 511 lainnya) mengepung
dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif
pasukan TNA Sagoë Rambông Payông Daèrah I Wilayah Peureulak di Dusun Aluë
Rambông Kampung Punti-Peureulak, Acheh Timur. Namun pasukan TNA berhasil
menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, pasukan TNA semuanya
selamat dari kepungan dan serangan musuh tersebut. Pasukan TNI menjarah
peralatan masak dan tenda milik TNA.
Sabtu, 25 Juni 2005 pukul 17:00.
Pasukan TNI membuat pos baru di Kampung Ujông Dama-Baktiya, Acheh Utara,
sebanyak 100-an personil TNI ditempatkan di pos tersebut, dan mereka
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di sekitar kampung
setempat.
Eksesnya:
Masyarakat di sana menjadi ketakutan dan trauma.
End of report.
-------------------------- |
|