|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (27
Juni 2005).
Sabtu, 25 Juni 2005.
Pasukan TNI Marinir pos di Kecamatan Meureudu, Pidië, menjarah sebanyak 40
unit Boat dari total 50 unit Boat bantuan pihak asing yang diberikan
kepada masyarakat korban tsunami di Kecamatan Meureudu, Pidië. Keempat
puluh unit boat tersebut sekarang berada di tangan TNI Marinir dan
digunakan sebagai sarana operasi militer mereka ke laut dengan menyamar
dan mereka juga melakukan pemerasan terhadap para nelayan.
Sabtu, 25 Juni 2005. (diterima informasi).
Pihak TNI dalam melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke perkampungan penduduk di Wilayah Pidië, telah merekrut warga
sipil di setiap kampung di Kabupaten Pidië, semua warga sipil tersebut
dilatih untuk menjadi milisi, mereka semua akan digunakan pihak TNI untuk
memprovokasi masyarakat di Wilayah Pidië, supaya malakukan demo menolak
kehadiran pihak Uni Europa sebagai monitoring di Acheh. Seperti yang telah
dilakukan sebelumnya pada hari Sabtu, 18 Juni 2005 pukul 09:00, di lokasi
lapangan Pemda Pidië di Alôn-Alôn (pusat kota Sigli) Kecamatan Pidië,
Pidië, dimana sebanyak 20 orang warga per kampung dipaksa hadir ke tempat
tersebut untuk malakukan demo menolak kehadiran pihak Uni Europa sebagai
monitoring di Acheh. Jika masyarakat tidak datang maka keuchik harus
menanggung risikonya dan semua warga di kampung tersebut akan dituduh
sebagai simpatisan GAM, mereka juga diancam akan berhadapan dengan maut.
Sabtu, 25 Juni 2005. (Updated).
Aparat SGI melakukan operasi ofensif ke Kampung Palôh Batèë-Muara Dua,
Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik 4 warga sipil (satu Kepala Keluarga), korban
masing-masing:
1. Rasyid bin Hasan, 58 th,
2. Maimunah binti Tgk. Umar, 54 th,
3. Yusnani binti Tgk. Rasyid, 30 th,
4. Suryani binti Tgk. Rasyid, 22 th,
Keempat korban adalah warga Kampung Palôh Batèë-Muara Dua, Acheh Utara,
keempat korban dibawa bersama mereka, sampai sekarang tidak diketahui
nasib dan keberadaannya.
Sabtu, 25 Juni 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330 (Komandan pos bernama Serda. Minarno) pos di
Kampung Aluë Mereubo-Darul Aman, Acheh Timur, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Keutapang dan Kampung
Aluë Kumbang Kecamatan Darul Aman, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang anak usia di bawah umur hingga kritis, Bukhari
bin Ali, 15 th, warga Kampung Meunasah Keutapang -Darul Aman, Acheh Timur,
status: Siswa SMU Idi Cut, Acheh Timur, korban dituduh sebagai simpatisan
GAM, korban sedang dalam perawatan medis.
Sabtu, 25 Juni 2005 pukul 20:00.
Pasukan Brimob Mapolres Acheh Besar, melakukan operasi ofensif ke Kampung
Simpang Rima-Peukan Bada, Acheh Besar.
Eksesnya:
Mereka menggeledah 1 unit rumah warga sipil, Umar bin Usman, 46 th, warga
Kampung Simpang Rima-Peukan Bada, Acheh Besar, rumahnya digeledah dan
semua isinya diobrak-abrik.
Minggu, 26 Juni 2005 pukul 12:00.
Pasukan SGI dan TNI Makoramil Keudè Geureubak Kecamatan Bandar Alam, Acheh
Timur, melakukan operasi ofensif ke Kampung Uram Jalan-Bandar Alam, Acheh
Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil di kampung setempat dengan cara
direndam dalam air saluran irigasi di kampung setempat selama 3 jam.
Identitas para korban belum diketahui.
Minggu, 26 Juni 2005 pukul 19:30.
Pasukan TNI Yon 07 Marinir (Komandan pos bernama Lettu. Sofyan) pos di
Kampung Barô-Julok Cut, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lhôk Seuntang-Julok Cut, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan-tembakan secara membabi-buta tanpa sasaran,
lalu menganiaya dan menangkap seorang warga sipil, Amanan bin Abu, 50 th,
warga Kampung Lhôk Seuntang-Julok Cut, Acheh Timur, pekerjaan: Petani,
korban ditangkap di rumahnya, lalu dibawa bersama pasukan TNI Marinir
tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Senin, 27 Juni 2005. (diterima informasi).
Sejak 1 bulan yang lalu sampai hari ini, 2 warga sipil diwajibkan untuk
melapor ke markas Polisi Militer (PM) di Kota Sabang, korban
masing-masing:
1. Safrijal bin Jamal, 32 th,
2. Ibrahim bin Usman, 31 th,
Kedua korban adalah warga Kampung Blang Garôt Kelurahan Paya Seunara-Suka
Karya, Sabang, keduanya sampai sekarang 1 hari dalam seminggu (setiap hari
Sabtu) diwajibkan melapor ke markas Polisi Militer Sabang.
Senin, 27 Juni 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi pasukan TNA di Kampung Aluë Dua-Nisam, Acheh Utara, akibatnya,
1 personil TNA syahid, Sudirman bin Sulaiman, 20 th, Kampung Batèë
Pila-Nisam, Acheh Utara (personil TNA Daèrah I Wilayah Samudra Pasè),
senjata yang digunakan oleh korban berhasil diselamatkan oleh rekannya.
Senin, 27 Juni 2005 pukul 10:30.
Pada acara peletakan batu pertama oleh petinggi TNI atas pembentukan dan
pembangunan Markas Kompi baru TNI Yonif 111 di Kampung Pantòn Rayek M,
Keudè Geureubak Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur, pasukan TNI-SGI
(Parako/Kopasus) dan Komandan Makoramil Kecamatan Bandar Alam, memaksa
semua warga sipil di kampung setempat supaya pada hari Selasa, 28 Juni
2005 pukul 09:00 mengahadiri (berkumpul) di Sekolah Dasar di kampung
setempat, dan warga dipaksa untuk melakukan demo yaitu:
1. Anti Dialog GAM-RI.
2. Menolak gencatan senjata GAM-RI.
3. Menolak keterlibatan pihak International/EU dalam penyelesaian konflik
Acheh.
Dalam acara tersebut akan turut dihadiri oleh kelompok Milisi Front
Perlawanan Gerakan Separatis Aceh (FPGSA) Cabang Idi Rayek yang diketuai
oleh Acoy Mata Kawe dan Jafar Daod.
Senin, 27 Juni 2005 pukul 13:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Matang Keulayu dan Kampung Pulo Seukè Kecamatan Baktiya, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil di sana, sehingga warga menjadi
ketakutan.
Senin, 27 Juni 2005 2005 pukul 14:00.
Aparat SGI pos di Bulôh Blang Ara-Kuta Makmur, Acheh Utara, melakukan
operasi ofensif ke Kampung Kampung Bukét-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Zulkarnaini, 17 th, warga Kampung
Bukét-Kuta Makmur, Acheh Utara.
End of report.
-------------------------- |
|