PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (03 Juli 2005).

Jum'at, 10 Juni 2005 pukul 09:30. (Updated).
Pasukan Brimob (Komandan pos bernama: Nofal) pos di Kampung Paya Deumam Dua-Panté Bidari, Acheh Timur, melakukan operasi ofensif ke Kampung Paya Deumam Sa-Panté Bidari, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menggerebek 1 unit rumah warga sipil, menganiaya dan menangkap pemiliknya (perempuan), Agusnianti binti Jamil, 34 th, warga Kampung Paya Deumam Sa-Panté Bidari, Acheh Timur, status: Ibu rumah tangga. Korban adalah isteri daripada anggota GAM, semua isi rumahnya diobrak-abrik dan dihancurkan, korban dianiaya dengan cara ditampar, lalu ditangkap dan dibawa dalam operasi ofensif bersama pasukan Brimob dan korban dijadikan sebagai tameng hidup, korban disandera selama 2 hari bersama pasukan Brimob tersebut, kemudian dilepaskan. Kemudian pada hari Sabtu, 02 Juli 2005 pukul 08:30, korban dipanggil lagi ke pos pasukan Brimob tersebut, korban diperintahkan wajib melapor setiap 3 hari sekali sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Rabu, 29 Juni 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lam Durian Kecamatan Jaya Lamno, Acheh Jaya.

Eksesnya:
Mereka membakar Rangkang (Gubuk) milik para petani di kebun, masing-masing milik:
1. M. Toni, 1 unit Gubuk di kebunnya dibakar.
2. Ramli, 1 unit Gubuk di kebunnya dibakar.
3. M. Sarong, 1 unit Kandang Kerbau miliknya dibakar.
  Ketiga korban adalah warga Kampung Lam Durian Kecamatan Jaya Lamno, Acheh Jaya.

Rabu, 29 Juni 2005 pukul 13:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah markas pasukan TNA Daèrah II Wilayah Samudera Pasè di dalam hutan belantara di Kampung Mbang Kecamatan Syamtalira Bayu, Acheh Utara, namun pasukan TNA berhasil menghindari agar tidak terjadinya pertempuran dan berhasil keluar dari kepungan TNI, sehingga pasukan TNA semuanya selamat dari serangan musuh tersebut. Kemudian pasukan TNI mebakar markas TNA dan bahan-bahan logistik milik pasukan TNA yang ditinggalkan di markas tersebut.

Rabu, 29 Juni 2005 pukul 20:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét Sudan-Peusangan, Bireuën.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil, korban masing-masing:
1. Ibinu Abas bin Ismail, 38 th,
2. Tayeb bin Ishak, 50 th,
3. Armia bin Harun, 22 th,
4. Abdul Mutalib bin Puteh, 50 th,
5. Juneni bin Juned, 22 th,
6. Zakaria bin Yusuf, 38 th
7. Tarmidi bin Amin, 28 th, (penderita cacat mental).
  Semuanya korban adalah warga Kampung Bukét Sudan-Peusangan, Bireuën, semua korban dipukul hingga babak belur kerena tidak mengetahui keberadaan anggota TNA/GAM.

Jum’at, 01 Juli 2005.
Pasukan TNI mengumpulkan masyarakat yang memiliki mesin Chain Saw di Kampung Mbang Kecamatan Syamtalira Bayu, Acheh Utara, masyarakat tersebut dipaksa untuk menembang kayu-kayu di hutan (illegal logging), kayu tersebut diolah untuk papan dan bahan bangunan. Para korban tidak diberikan upah dan jika korban menolak maka akan dipukul dan diancam tembak. Pasukan TNI juga ikut bersama masyarakat tersebut untuk mengawalnya.

Jum’at, 01 Juli 2005 pukul 11:25.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330 Kujang pos di Kampung Jambô Reuhat-Bandar Alam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Keutapang-Darul Aman, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil hingga tewas, Abdul Rani bin Ismail, 18 th, warga Kampung Meunasah Keutapang-Darul Aman, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, sebelumnya pada hari Kamis, 30 Juni 2005 pukul 06:30, saat sedang dalam perjalanan hendak bekerja menderes getah Karet di kebun PT. BUMI FLORA Kecamatan Bandar Alam, korban ditangkap di depan pos TNI tersebut, korban dituduh sabagai simpatisan GAM, korban disandera dan dibawa bersama pasukan TNI Kostrad tersebut dalam melakukan operasi militer, kemudian dieksekusi mati dengan cara ditembak di depan masyarakat ramai di kampung setempat.

Jumat, 01 Juli 2005 pukul 22:00.
Pasukan TNI Kompi A Yon 515/Kostrad pos di Keudè Mugit Kemukiman Ujông Rimba-Mutiara Timur, Pidië, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Côt Usi-Mutiara Timur, Pidië. (Sebelumnya Kecamatan Mutiara hanya satu kecamatan, sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kecamatan Mutiara telah dibagi menjadi menjadi 2 kecamatan baru yaitu Kecamatan Mutiara Barat dan Kecamatan Mutiara Timur, Pidië).

Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Teuku Umar, 65 th, warga Kampung Cot Usi-Mutiara Timur, Pidië, lalu dibawa dan ditahan di pos TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Sabtu, 02 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 726 pos di Kemukiman Blang Pandak-Tangsé, Pidië, di bawah pimpinan Kapten Permadi Azhari, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Simpang Blang Wië Kemukiman Blang Pandak-Tangsé, Pidië.

Eksesnya:
Mereka menelanjangi dan menyiksa seorang warga sipil perempuan, Mutiya, 28 th, warga Kampung Blang Wië Kemukiman Blang Pandak-Tangsé, Pidië, karena korban tidak mengetahui keberadaan anggota TNA/GAM ketika ditanyakan oleh pasukan TNI tersebut, korban ditelanjangi di depan orang tuanya, lalu disiksa dengan cara dipukul dengan kayu Broti, dicambuk dan disetrum dengan arus listrik hingga korban kritis, sekarang korban sedang dirawat pihak keluarganya.

Sabtu, 02 Juli 2005 pukul 21:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Mureuë Lam Luëng-Indrapuri, Acheh Besar, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Mureuë Lam Geulumpang-Indrapuri, Acheh Besar.

Eksesnya:
Mereka menganiaya 7 warga sipil yang sedang melakukan jaga malam di pos pejagaan di kampung setempat, korban masing-masing:
1. Anas bin Malek, 25,
2. Khalek bin Hasan, 18 th,
3. Agus Salim bin Jalaluddin, 17 th,
4. Junaidi, 35 th,
5. Musliadi bin Razali, 16 th,
6. Badaruddin bin Latif, 45 th,
7. Burhan bin Amin, 40 th,
  Semua korban adalah warga Kampung Mureuë Lam Geulumpang-Indrapuri, Acheh Besar, semua korban dipukul hingga babak belur karena ketika pasukan TNI masuk ke kampung setempat, para korban tidak menyapa dengan baik pasukan TNI tersebut.

Minggu, 03 Juli 2005. (diterima informasi).
Sejak hari Senin, 27 Juni 2005 pukul 10:30 sampai hari ini, pasukan TNI Kostrad Yon 407 (pos di Kampung Aluë Bulôh dan pos di Kampung Lantong Kecamatan Seunagan, Nagan Raya), melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar Kampung Aluë Bulôh, Kampung Lantong, Kampung Paya Udeuëng, Kampung Kuta Atjèh dan Kampung Lhôk Padang Kecamatan Seunagan, Nagan Raya.

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil di kampung-kampung tersebut dan warga dipaksa untuk membangun benteng dari tanah timbun di pos TNI tersebut, kemudian uang retribusi yang disetor dari setiap truk angkutan saat mengangkut Batu untuk bahan bangunan yang diambil dari sungai di Kampung Paya Udeuëng dan Kampung Lantong semuanya diambil kepada pihak TNI, seharusnya uang setoran retribusi tersebut diserahkan ke kas kampung tersebut yang digunakan untuk dana pembangunan kampung. Akibatnya warga menjadi sangat resah dan tidak berani mengadu kemana-mana demi keselamatan jiwanya.

Minggu, 03 Juli 2005. (diterima informasi).
Setiap hari, pasukan TNI Yon 514 pos di Seuneubôk Atjèh-Paya Bakông, Acheh Utara, mencuri buah Sawit milik PTP. Cot Girék, Acheh Utara, sebanyak 2-3 unit truk Sawit dicuri oleh pasukan TNI tersebut, sehingga warga yang berkerja memetik buah Sawit si kawasan itu tidak berani pergi kebun karena takut terhadap pasukan TNI, akibatnya warga kehilangan mata pencahariannya sehari-hari, ini akan berdampak buruk bagi hancurnya perekonomian masyarakat di kawasan itu.

Minggu, 03 Juli 2005. (diterima informasi).
Sejak seminggu yang lalu, pasukan TNI telah membuat 1 unit pos baru di Kampung Tingkem Kecamatan Jerango Kabupaten Gayo Luwes, sekitar 30-an personil TNI ditempatkan di pos tersebut. Akibatnya, warga menjadi sangat resah.

Minggu, 03 Juli 2005. (diterima informasi).
Pasukan TNI Yon 143 pos di Kampung Pulo Kamèng dan TNI Yon 143 pos di Kampung Gunong Pudong Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan, setiap malam mulai pukul 19:00 hingga pagi hari mereka melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di perkampungan penduduk dan kawasan kaki pergunungan di Kampung Ruwak, Kampung Aluë Meuh, Kampung Tinggi, Kruëng Batu, Kampung Paya dan Kampung Limau Puruët Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan.

Minggu, 03 Juli 2005. (diterima informasi).
Sejak hari Kamis, 30 Juni 2005 sampai hari ini, pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan perbukitan Glé Ladong dan Glé Ië Seu-uëm Kecamatan Mesjid Raya, Acheh Besar.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 05:00.
Pasukan TNI dari Blang Keujrèn Kabupaten Gayo Luwes, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Biner Baru dan Kampung Tetinggi Kecamatan Blang Pegayon, kemudian Dusun Bui Kampung Kedah Kecamatan Jerango Kabupaten Gayo Luwes.

Minggu, 03 Juli 2005, sejak pukul 06:00.
Pasukan TNI Yonif 514 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke perkampungan penduduk dan kawasan hutan-hutan, diantaranya; Meunasah Reungkam, Meunasah Triëng Rengkam, Keutapang, Bili Barô, Pange, Ulèë Blang, Còt Sirèn, Munjè Tujôh, Kuta Asan, Tanjông Seurukuie, Sarena Maju, Bukét Pidië, Bukét Hagu, Keubôn PT. BARUNI, Aluë Biëng, Meunasah Tèktèk, Rumoh Sikula Tutông, Panté Kiroë Kecamatan Matang Kuli, kemudian Kampung Blang Triëng, Cot Kuprah, Cot Dah, Hagu, Tanjông Putôh dan Leuhông Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Bukét Pidië, Bukét Hagu, Keubôn PT. BARUNI, Aluë Biëng, Meunasah Tèktèk, Rumoh Sikula Tutông dan Panté Kiroë telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi dan menganiaya sejumlah warga sipil di kampung-kampung tersebut.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI pos 85 di Kampung Lam Gabôh-Lhôknga, Acheh Besar, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Kueh-Lhôknga, Acheh Besar.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggeledah 1 unit rumah warga sipil, Ibrahim bin Nafi, 65 th, warga Kampung Kueh-Lhôknga, Acheh Besar, rumahnya digeledah dan semua isinya diobrak-abrik.

Minggu, 03 Juni 2005 pukul 09:00.
Pasukan Brimob pos di Kampung Cot Sabông Kecamatan Nisam, gabungan TNI Yon 712 pos di Kampung Simpang Lhèë Minggu Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Keudè Simpang Lhèë Minggu-Kuta Makmur, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil yang sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari dan menjarah 7 (tujuh) unit sepeda motor milik para petani, berikut 5 korban yang berhasil diidentifikasi, masing-masing:
1. Rusli bin Utôh, 60 th, warga Kampung Aluë Mbang-Kuta Makmur, Acheh Utara, korban dianiaya dan diancam akan ditembak mati jika melewati pos Brimob Cot Sabông-Nisam, Acheh Utara, akibatnya korban menjadi ketakutan dan trauma.
2. M. Kasém bin Ismail, 22 th, warga Kampung Aluë Mbang-Kuta Makmur, Acheh Utara, 1 unit sepeda motor Astrea Grand Jumbo miliknya dirampas.
3. M. Yahya, 40 th, warga Dusun Simpang Lhèë Minggu-Kuta Makmur, Acheh Utara, 1 unit sepeda motor Honda GL Pro miliknya dirampas.
4. Saiful bin Tayeb, 35 th, warga Dusun Lhèë Kampung Aluë Sagoë Wéng-Kuta Makmur, Acheh Utara, 1 unit sepeda motor Yamaha YT miliknya dirampas.
5. M. Yusuf bin Ismail, 35 th, warga Kampung Simpang Lhèë Minggu-Kuta Makmur, Acheh Utara, 1 unit sepeda motor Yamaha Force One miliknya dirampas.

  Kemudian pasukan TNI Yon 712 tersebut memerintahkan melalui keuchik kampung-kampung di kawasan itu diantaranya; Kampung Banda Khalifah, Kampung Kilang, Kampung Aluë Mbang Barôh, Kampung Aluë Mbang Timu, Kampung Simpang Lhèë Minggu dan Kampung Aluë Sagoë Wéng Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara. Semua warga di kampung-kampung tersebut pada hari Senin, 04 Juli 2005 dipaksa untuk hadir berkumpul ke pos TNI Yon 712 di Simpang Lhèë Minggu-Kuta Makmur, Acheh Utara, dan diancam akan dijemput ke rumah jika warga tidak hadir ke pos TNI tersebut.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 10:00.

Pasukan TNI Marinir Yonif 05 pos di Kampung Cot Rungkôm-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot Rabo, Kampung Matang Sijuëk Timu Kecamatan Baktiya, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil, korban masing-masing:
1. Tgk. Tarmisi,
2. Husaini,
3. Nurdin,
Dan sejumlah warga sipil lainnya disuruh merayap di atas tanah karena tidak tidak mengetahui keberadaan anggota TNA/GAM, kemudian pasukan TNI Marinir tersebut memerintahkan bahwa pada hari Senin, 04 Juli 2005, semua warga di sana diwajibkan datang ke pos TNI Marinir tersebut, tidak dijelaskan tujuannya.

Jumat, 03 Juli 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI pos di Glé Gapui Kecamatan Indra Jaya, Pidië, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Dayah Keurukoë Kemukiman Lhôk Kaju-Indra Jaya, Pidië.

Eksesnya:
Mereka menangkap seorang warga sipil, Munirwan, 21 th, warga Kampung Dayah Keurukoë Kemukiman Lhôk Kaju-Indra Jaya, Pidië, korban dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 14:00.
Sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI dari Kampung Pantòn Luwah Kecamatan Samadua, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Gunong Tuwan Kecamatan Tapak Tuwan, Acheh Selatan.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Pucôk Jalan-Bandar Alam, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330 Kujang pos di Kampung Aluë Rambôt-Bandar Alam, gabungan 15 tim TNI Kostrad Yon 330 lainnya, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Dama Putéh dan TNA Sagoë Idi Rayek Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di 3 lokasi, masing-masing di Kampung Pucôk Jalan, Kampung Padang Kasah dan Kampung Padang Lawah Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama 30 menit. Pasukan TNA semuanya selamat. Pasukan TNI terus ditambahkan dan memperketat operasi militer ke perkampungan penduduk, diantaranya; Kampung Seuneubôk Bayu, Jambô Reuhat, Pantòn Rayek, Seuneubôk Pangou, Binteng, Blang Rambông, Jalan Dua dan CV 8 Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur.

Minggu, 03 Juni 2005 pukul 15:00.
Lettu. Ahmad Isem Baihaki, TNI Kostrad Yon 330 Kujang pos di Kampung Aluë Rambôt-Bandar Alam, Acheh Timur, menembak seorang warga sipil hingga tewas, Muhaimin bin Abdullah, 26 th, warga Kampung Blang Balok-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Petani. Sebelumnya pada hari Senin, 02 Juli 2005 pukul 11:00, korban ditangkap di depan pos TNI tersebut saat korban sedang mencari pekerjaan sabagai tukang deres di PT. PERKEBUNAN BUMI FLORA, alasan penangkapan saat itu karena korban tidak bisa menunjukkan "Surat Jalan", lalu korban disandera, kemudian dieksekusi mati dengan cara ditembak di sekitar pos TNI tersebut.

Minggu, 03 Juni 2005 pukul 15:10.
Sebanyak 5 tim pasukan TNI Kostrad Yon 330 Kujang (Komandan pos bernama Sertu. Hoki) pos di Kampung Pulo Blang-Darul Ihsan, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Kulam, Meunasah Jumpa, Kampung Lapang Kecamatan Darul Ihsan, Acheh Timur.

eksesnya:
Mereka menembak 3 warga sipil hingga tewas dan seorang perempuan ditangkap, korban masing-masing:
1. Sulaiman bin Abdul Samad, 22 th, warga Kampung Gunong Putôh-Darul Ihsan, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, ditembak hingga tewas.
2. Zulkifli bin Hanafiah, 23 th, warga Kampung Lapang-Darul Ihsan, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, ditembak hingga tewas.
3. Idris bin Yacob, 25 th, warga Kampung Seuneubôk Kuyuën-Darul Ihsan, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dan isterinya sedang berkunjung ke tempat pesta perkawinan keponakannya, korban ditembak hingga tewas, sedangkan isterinya ditangkap.

(Ketiga korban ditembak hingga tewas di Kampung Kulam-Darul Ihsan, Acheh Timur).
4. Jubaidah binti Zainuddin, 22 th, (isteri daripada Idris bin Yacob), pekerjaan: Petani, korban ditangkap dan disandera di pos TNI Kostrad Yon 330 Kujang di Bukét Seutui Kampung Peudawa Puntông-Peudawa, Acheh Timur, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI Yon 410 gabungan TNI 131 dan SGI pos di Kampung Tanoh Mirah-Jambô Ayé, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Rumoh Rayek, Bukét Linteuëng, Kareng dan Leubôk Manè, Aluë Krak Kayèë dan Tanjông Dalam Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, kampung-kampung tersebut telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).

Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil di kampung-kampung tersebut.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 19:00.
Puluhan personil TNI Yon 641 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Munjè Tujôh dan Kampung Kuta Asan Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.

Minggu, 03 Juni 2005 pukul 20:00.
Pasukan gabungan (TNI pos di Kampung Triëng Pantang, TNI pos di Kampung Matang Sijuëk, TNI pos di Kampung Cot Rungkôm dan TNI pos di Kampung Meunasah Panté Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan tambak udang milik masyarakat, operasi militer seperti ini dilakukan setiap hari dan malam, akibatnya para petani tambak di kawasan itu menjadi takut sehingga tidak berani menjaga Udang dan ikan Bandeng peliharaan di tambak masing-masing. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pasukan TNI untuk melakukan pejarahan Udang dan ikan Bandeng peliharaan di tambak-tambak milik masyarakat di kawasan itu.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 20:40.
Psukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Glé Mureuë Kecamatan Indrapuri, Glé Siron Kecamatan Kuta Cot Glie, Glé Lam Lhom dan Glé Lampu-uëk Kecamatan Lhôknga, Acheh Besar.

Minggu, 03 Juli 2005 pukul 21:00.
Sebanyak 3 tim pasukan TNI Kopassus (Parako) melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan perbukitan Kruëng Pirak dan Kruëng Inong Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.

Minggu, 03 Juni 2005 pukul 22:00.
Pasukan TNI Parako (Rajawali) melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke perkampungan penduduk dan kawasan hutan-hutan di Kampung Panté Ceurmèn, Kampung Sabét, Glé Apét, Glé Mukhan, Glé Beutông, Glé Kareuëng dan Kampung Lam Durian Kecamatan Jaya Lamno, Acheh Jaya.

 End of report.

--------------------------