|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (04 Juli 2005).
Sabtu, 02 Juli 2005.
Pasukan gabungan (TNI Marinir pos di Kampung Telaga Muku, TNI pos di
Kampung Matang Seupéng, TNI pos di Kampung Bandar Khalifah, TNI pos di
Kampung Sungai Yu dan TNI pos di Kampung Cinta Raja Kecamatan Bendahara,
Acheh Tamiang), merampas sejumlah Boat milik para nelayan dan pasukan TNI
menggunakan Boat tersebut sabagai sarana untuk melakukan operasi militer
mencari anggota TNA/GAM ke perairan laut dan sungai-sungai di kawasan itu.
Minggu, 03 Juli 2005
pukul 06:00 hingga Senin, 04 Juli 2005, petang.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yon 133, TNI Yon 410 dan TNI Yon 315) mengepung
posisi defensif pasukan TNA di Kampung Blang Guroë-Makmur, Bireuën, namun
pasukan TNA berhasil keluar dari kepungan pasukan TNI, sehingga pasukan
TNA semuanya selamat dari kepungan musuh tersebut.
Minggu, 03 Juli 2005
pukul 22:00.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yon 133, TNI Yon 410 dan TNI Yon 315) mengepung
dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif
pasukan TNA di Kampung Cot Sali-Peusangan, Bireuën, karena tidak dapat
menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya
selamat.
Senin, 04 Juni 2005.
Sejak hari Jum’at, 01 Juni 2005 pukul 08:00 sampai hari ini, pasukan TNI
Marinir Yon 07 dan TNI Marinir Yon 05 melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Teupin Seurèn dan Kampung Meunasah Asan
Kecamatan Madat, Acheh Timur.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
07:00.
Sekitar 50-an personil TNI pos ExxonMobil Landing Dok Kecamatan Lhôksukôn,
dan TNI Kostrad Yon 641 pos di Balai Desa Kecamatan Matang Kuli, Acheh
Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan
Kampung Geulumpang Tujôh, Meunasah Punti Geulumpang Tujôh, Jeumpa
Geulumpang Tujôh dan Kampung Rayek Glangglông Kecamatan Matang Kuli, Acheh
Utara.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
08:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511 Badak Hitam (Komandan pos bernama Lettu. Leo
Simanjuntak) pos di Kampung Jeungki-Peureulak Timu, Acheh Timur,
memerintah kepada semua warga kampung tersebut untuk bekerja selama 7 hari
berturut membangun pos baru TNI di Bukét Jambèë Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, Acheh Timur, warga diancam akan dijemput ke rumahnya jika tidak
hadir untuk bekerja membuat pos TNI tersebut. Akibatnya, semua warga di
sana menjadi sangat resah karena mereka tidak bisa mencari rezeki untuk
memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
08:00.
Sebanyak 15 personil TNI Marinir pos di Kampung Aluë Lusông-Bendahara,
Acheh Tamiang, menembak-nembak secara membabi buta tanpa sasaran di
sekitar kampung setempat, sehingga warga menjadi ketakutan dan trauma.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
09:10.
Sebanyak 5 tim pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 (Komandannya bernama
Sertu. Kasmita), mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Dama Putéh
Daaerah II Idi Wilayah Peureulak di Kampung Padang Kasah-Idi Tunong, Acheh
Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa
membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran yang berlangsung selama 30 menit. Pasukan TNA semuanya
selamat. Pasukan TNI terus ditambahkan untuk memperketat operasi militer
di kawasan Kampung Padang Kasah, Seuneubôk Buya, Pucôk Jalan dan Aluë Lhok
Kecamatan Idi Tunong, Acheh Timur.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
09:15.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Jambô Peuték Kecamatan Idi
Tunong, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA
terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran yang berlangsung setengah jam lebih. Belum ada laporan
selanjutnya.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
10:38.
Pasukan TNI Marinir Yon 05 pos di Kampung Cot Rungkôm-Baktiya, Acheh
Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Matang Sijuëk Timu, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka mengintimidasi warga sipil di sana, akibatnya warga menjadi takut
dan trauma.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
11:00.
Pasukan TNI Yon 514 melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke kawasan Ceureulông, Aluë Putéh dan PT. BLANG ARA Kecamatan
Matang Kuli, Acheh Utara.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
11:30.
Pasukan TNI Yon 113 yang dipimpin oleh Edison (Jabatan: Komandan Kompi),
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Meunasah Keutapang-Matang Kuli, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka manjarah 2 ekor Kambing, 5 ekor Itik dan 3 ekor Ayam peliharaan
milik warga, masing-masing milik:
1. M. Jamil, 2 ekor Kambing miliknya dijarah.
2. M. Basyah, 5 ekor Itik miliknya dijarah.
3. Abdul Gani, 3 ekor Ayam miliknya dijarah.
Ketiganya warga Kampung Meunasah Keutapang-Matang Kuli, Acheh Utara.
Senin, 04 Juni 2005 pukul
11:30.
Pasukan TNI semakin memperketat operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Cot Sali dan Kampung Darul Aman Kecamatan Peusangan, Bireuën.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
13:08.
Pasukan TNI Yon 514 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Blang Atjèh dan Leuhông Kecamatan Matang Kuli, Acheh
Utara.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
14:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Laklak Kecamatan Badar Kabupaten Acheh Tenggara.
Eksesnya:
Mereka mengintimidasi dan menganiaya warga sipil di sana.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
14:00-15:00.
Aparat SGI dengan menyamar sabagai tukang semprot nyamuk, menggeledah 3
unit rumah warga sipil di Kampung Tanjông-Lhôknga, Acheh Besar,
masing-masing milik:
1. T. Alimuddin, 45 th,
2. Aiyub bin Syam, 48 th,
3. M. Adan, 50 th,
Ketiga korban adalah warga Kampung Tanjông-Lhôknga, Acheh Besar, dengan
alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, aparat SGI tersebut dengan
sewenang-wenang menggeledah rumah para korban.
End of report.
-------------------------- |
|