|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (05 Juli 2005).
Sabtu, 02 Juli 2005
pukul 06:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Blang Guroë-Makmur, Bireuën,
karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya
sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan
TNA semuanya selamat dari serangan musuh tersebut.
Sabtu, 02 Juli 2005 pukul
16:00.
Pasukan TNI menembak mati 1 personil TNA yang sebelumnya (sekitar 3 bulan
yang lalu) menyerahkan diri ke pihak TNI, Jamal (alias Puwè), 25 th,
Kampung Blang Manè-Makmur, Bireuën. Korban selalu dibawa ikut bersama
pasukan TNI dalam setiap operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM di kawasan itu, namun akhirnya korban ditembak mati oleh pasukan
TNI karena tidak sanggup mencari dan memberikan informasi yang dibutuhkan
oleh pihak pasukan TNI tersebut. Korban ditembak mati di Kampung Blang
Manè-Makmur, Bireuën.
Sabtu, 02 Juli 2005 pukul
18:00.
Pasukan TNI membuat pos baru di Meunasah (Surau) di Kampung Bukét
Sudan-Peusangan, Bireuën. Masyarakat dipaksa untuk membangun benteng
dengan menimbun tanah di sekeliling pos tersebut. Sebanyak 30 personil TNI
telah ditempatkan di pos tersebut. Akibatnya, warga menjadi sangat resah,
karena pasukan TNI telah membuat pos di Meunasah yang merupakan sarana
tempat ibadah dan musyawarah bagi masyarakat.
Senin, 04 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Keudè Lhôk Kruët Kecamatan Sampoyniët, Acheh Jaya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung
Pucôk Ligan, Kampung Pucôk Masén, kawasan hutan Suwak Beukah dan kawasan
Gunong Panté Kecamatan Sampoyniët, Acheh Jaya.
Senin, 04 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di keudè Lageuën Kecamatan Setia Bakti, Acheh Jaya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan
Gunong Keunareuh, kawasan hutan SP-7 dan kawasan Gunong Panté Kuyuën
Kecamatan Setia Bakti, Acheh Jaya.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
07:30.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330 Kujang pos di Kampung Blang Rambông-Bandar
Alam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM
ke Kampung Seuneubôk Bayu-Bandar Alam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya 3 warga warga sipil, korban masing-masing:
1. Amir bin Joi, 17 th, pekerjaan: Pelajar.
2. Hasanah binti Bakar, 18 th, pekerjaan: Pelajar.
3. Baharuddin bin A. Bakar, 13 th, pekerjaan: Pelajar.
Ketiga korban adalah warga Kampung Seuneubôk Bayu-Bandar Alam, Acheh
Timur, ketiga korban dianiaya karena dituduh sabagai simpatisan GAM.
Senin,
04 Juli 2005 pukul 06:00-20:30.
Pasukan TNI pos di Kampung Guhang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Padang Geulumpang
dan Kampung Padang Cut Kecamatan Blang Pidië, Acheh Barat Daya.
Eksesnya:
Mereka menggeledah rumah warga sipil di kampung-kampung tersebut, dengan
alasan bahwa masyarakat di kampung-kampung tersebut sabagai pendukung GAM.
Senin,
04 Juli 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan Gunong Panté Lhôk Kruët
Kecamatan Sampoyniët, Acheh Jaya, karena tidak dapat menghindari lagi
pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri,
sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung sekitar 10 menit. Pasukan
TNA semuanya selamat.
Senin,
04 Juli 2005 pukul 20:00.
Sebanyak 5 personil TNI pos di Kampung Geudumbak-Jambô Ayé, Acheh Utara,
berpakaian preman dan menggunakan senjata laras panjang, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Tanjông Dalam-Jambô Ayé, Acheh
Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Tanjông
Dalam telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh
Utara).
Senin,
04 Juli 2005 pukul 20:00.
Sebanyak 12 personil TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Tanjông Seulamat-Jambô Ayé, Acheh Utara.
Senin,
04 Juli 2005 pukul 20:30.
Pasukan Brimob pos di Kampung Bagok Panah Sa-Nurussalam, Acheh Timur,
melakukan operasi ofensif ke sekitar kampung setempat.
Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan secara membabi buta tanpa sasaran dan
mengkondisikan seolah-olah sedang terjadi pertempuran dengan pasukan TNA,
kemudian menganiaya 3 warga sipil, korban masing-masing:
1. Rakjab bin Husen, 60 th, pekerjaan: Petani.
2. Zulkifli bin Jalil, 30 th, pekerjaan: Petani.
3. A. Tahir bin Rakjab, 28 th, pekerjaan: Petani.
Ketiga korban adalah warga Kampung Bagok Panah Sa-Nurussalam, Acheh
Timur, ketiga korban dituduh sabagai simpatisan GAM.
Senin,
04 Juli 2005 pukul 21:17.
Pasukan TNI Yon 143 pos di Kampung Ië Mirah-Pasi Raja, Acheh Selatan,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lhôk
Sialang Rayek-Pasi Raja, Acheh Selatan.
Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil hingga tewas, Cut Syeh bin Abdullah,
42 th, warga Kampung Lhôk Sialang Rayek-Pasi Raja, Acheh Selatan.
Senin,
04 Juli 2005 pukul 22:40.
Sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Glé Iniëm-Darussalam, Acheh
Besar.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 04:00.
Pasukan TNI Yon 112 Kompi Cunda-Muara Dua, Acheh Utara, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Kulam,
Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil yang sedang melakukan jaga malam di
pos penjagaan di kampung setempat, korban masing-masing:
1. Ilyas, 35, th, pekerjaan: Petani.
2. Heri, 25, th, pekerjaan: Petani.
3. Bonjamin, 50 th, pekerjaan: Petani.
4. Nurdin, 30 th, pekerjaan: Petani.
5. Hasballah, 29 th, pekerjaan: Petani.
6. Ilyas, 30 th, pekerjaan: Petani.
Keenam korban adalah warga Kampung Meunasah Kulam, Beureughang-Kuta
Makmur, Acheh Utara, keenam korban dipukul hingga kritis karena tidak
menyapa dengan baik terhadap pasukan TNI tersebut.
Selasa, 05 Juli 2005.
Sejak hari Senin, 04 Juli 2005 pukul 06:00 sampai hari ini, ratusan
personil gabungan (TNI Yon 315, TNI Yon 410 dan TNI Yon 403) melakukan
operasi militer secara besar-besaran untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Palôh Raya, Tanjông Siròn, Palôh Peuradi dan Parang Sikureuëng
Kecamatan Gandapura, kemudian Kampung Kubu Raya, Aluë Kruëp, Cot Batèë,
Cot Rusép, Seuneubôk Bukét Sudan, Mamprèë, Cot Saleuët, Dusun Cot Sali
Kampung Aluë Kruëp, Aluë Iët, Dusun Palôh Beu-ah Kampung Awé Geutah dan
Dusun Cot Leupè Kampung Aluë Iët Kecamatan Peusangan, kemudian Kampung
Blang Guroë, Lhôk Buya, Paya Leubuë, Aluë Pineung, Batèë Dabai dan Dusun
Urông Tampu Kampung Paya Leubuë Kecamatan Makmur, Bireuën.
Selasa, 05 Juli 2005.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yon 133 pos di Kampung Keudè Asan, TNI Yon 133
pos di Kampung Paya Meunèng, TNI pos di Kampung Tanoh Mirah, TNI pos di
Kampung Cot Ijue, TNI pos di Kampung Ulèë Jalan, TNI pos di Kampung Aluë
Puno, TNI pos di Kampung Tanjông Beuridi, TNI kesatuan Yon 403, Yon 406,
Yon 712 dan TNI Kopassus), semakin meningkatkan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan-hutan dan perkampungan
penduduk di Kecamatan Peusangan, Bireuën.
Selasa, 05 Juli 2005.
Sebanyak 5 unit truk Reo pasukan TNI Yon 112 Kompi Cunda-Muara Dua, Acheh
Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Pulo Ibôh, Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka mengeledah dan mengobrak-abrik sejumlah rumah warga sipil di sana,
warga dipaksa keluar rumah dan dibariskan, lalu dipukul hingga babak
belur.
Selasa, 05 Julai 2005 pukul 07:00.
Pasukan Brimob pos di Kampung Aluë Angèn-Jambô Ayé, Acheh Utara (1
personil diantaranya diketahui bernama Reno) melakukan operasi ofensif ke
kawasan Kampung Paya Tukai, Kampung Aluë Duwa dan sekitarnya di Kecamatan
Jambô Ayé, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI,
Kampung Paya Tukai dan Kampung Aluë Duwa telah menjadi kecamatan baru
yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).
Eksesnya:
Mereka menembak-nembak tanpa sasaran, untuk menakut-nakuti masyarakat di
sana.
Selasa, 05 Julai 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Lhôk Beuringèn-Jambô Ayé, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung
setempat.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511 Badak Hitam pos di Kampung Paya
Meuligoë-Peureulak Teungoh, TNI Kostrad Yon 511 pos di Kampung Simpang
Palang-Ranto Peureulak, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lhôk Paya, Kampung Bukét Pala dan
Kampung Paya Gajah Kecamatan Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Marinir Yon 07 pos di Dusun Cot Rungkôm Kampung Lhôk
Ibôh-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Dusun Cot Rabo Kampung Matang Sijuëk Timu-Baktiya, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menembak-nembak tanpa sasaran untuk menakut-nakuti warga kemudian
menganiaya seorang warga sipil hingga babak belur, Musliadi bin Abubakar,
18 th, warga Dusun Cot Rabo Kampung Matang Sijuëk Timu-Baktiya, Acheh
Utara, korban terpaksa diopname di rumah sakit di Lhokseumawe, korban
dianiaya oleh Jufriadi (personil TNI Marinir Yon 07 tersebut).
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 11:20.
Sebanyak 2 unit truk Reo pasukan Brimob Mapolres Acheh Besar, melakukan
operasi ofensif ke kawasan Cot Keu-euëng Kecamatan Kuta Barô, Acheh Besar.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 12:00.
Sebanyak 5 unit truk Reo pasukan TNI Yon 112 Kompi Cunda-Muara Dua, Acheh
Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Pulo Ibôh, Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga kritis, Nadar bin Ibrahim, 15
th, warga Dusun Cot Ranto Kampung Pulo Ibôh, Beureughang-Kuta Makmur,
Acheh Utara, korban dianiaya karena tidak bersedia ikut bersama pasukan
TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM di
kawasan itu. Korban dipukul hingga mukanya memar-memar berat.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 12:00.
Sebanyak 4 unit truk Reo pasukan TNI ditambahkan untuk meningkatkan
operasi militer dalam mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Luëng
Daneun-Peusangan, kemudian sebanyak 5 unit truk Reo pasukan TNI
ditambahkan ke Cot Balôi Kecamatan Makmur, Bireuën, pasukan TNI tersebut
ditambahkan untuk memperkuat pasukan TNI lainnya yang sedang melakukan
operasi militer di Kampung Jurông Peugata dan Kampung Cot Tamèh Brôk
Kecamatan Makmur, Bireuën.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 15:54.
Pasukan TNI merusak 1 unit rumah warga sipil, milik Khatijah binti M.
Risyad, 50 th, warga Kampung Meunasah Kulam, Beureughang-Kuta Makmur,
Acheh Utara. Sebelumnya pada hari Jum'at, 01 Juli 2005 pasukan TNI
menyerang pasukan TNA di sekitar rumah tersebut yang mengakibatkan 2
personil TNA syahid.
Selasa, 05 Juli 2005 pukul 16:00.
Sebanyak 5 tim pasukan TNI Kostrad Yon 511 Badak Hitam melakukan operasi
militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan perbukitan Kampung
Seuneubôk Teungoh-Peureulak Timur, Acheh Timur.
Selasa, 05 Juli 2005
pukul 17:30.
Sebanyak 10 tim pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 dan TNI Yon 330
mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi
defensif pasukan TNA Sagoë Dama Putéh Daèrah IV Wilayah Peureulak di
Kampung Seuneubôk Bayu-Bandar Alam, Acheh Timur, pasukan TNA telah
berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI
terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA,
akibatnya 1 personil TNA terluka di bagian kakinya kena peluru yang
ditembak oleh TNI, Adhar bin Amin, 19 th, Kampung Pantòn Rayek M Kecamatan
Bandar Alam, Acheh Timur, (Personil TNA Sagoë Dama Putéh Daèrah IV Wilayah
Peureulak). Korban sedang dalam perawatan medis.
Selasa, 05 Juli 2005
pukul 18:00.
Pasukan gabungan (TNI Yon 514 dan TNI Yon 113) pos di sepanjang jalan Pipa
Gas ExxonMobil Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke perkampungan penduduk,
diantaranya Kampung Reungkam, Meunasah Asan Kruëng Krèh, Keutapang, Bili,
Pangè, Kruëng, Lupè, Cot Sirèn, Bukét Pidië, Bukét Cubrék, Munjè Tujôh,
Meunasah Bukét Hagu, Aluë Lhôk dan Aluë Biëng Kecamatan Matang Kuli, Acheh
Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah
Bukét Hagu, Aluë Lhôk dan Aluë Biëng telah menjadi kecamatan baru yaitu
Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggeledah
rumah-rumah warga sipil di kampung-kampung tersebut.
End of report.
-------------------------- |
|