|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (06 Juli 2005).
Minggu, 03 Juli 2005
pukul 06:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Dusun Paténg Kampung Panté
Labu-Panté Bidari, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke sekitar kampung setempat.
Eksesnya:
Mereka menangkap dan menahan seorang warga sipil, Ramli bin Abu Bakar, 22
th, warga Dusun Paténg Kampung Panté Labu-Panté Bidari, Acheh Timur,
pekerjaan: Petani, korban ditangkap di rumahnya, lalu dibawa dan disandera
di pos TNI tersebut, korban disiksa setiap hari saat diinterogasi,
kemudian dibawa dalam setiap operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM
di kawasan itu, korban juga dijadikan sebagai tameng hidup, sampai
sekarang (Selasa, 05 Juli 2005) korban belum dilepaskan.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
11:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 gabungan 10 tim TNI pos di
ExxonMobil Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Sarah Gala, Kampung Sarah Raja, Kampung Tanjông Pacat,
Kampung Keutok dan Kampung Pasi Putéh Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur.
(Perbatasan Kabupaten Acheh Timur dengan Kabupaten Acheh Utara).
Eksesnya:
Mereka melarang warga yang berkerja sebagai pengolah kayu di hutan yang
menggunakan mesin Chain Saw untuk menghentikan kegiatannya selama 3 (tiga)
bulan.
Senin, 04 Juli 2005 pukul
18:50.
Sebanyak 6 tim pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 mengepung dan
menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif
pasukan TNA Sagoë Aluë Ië Mirah Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di Kampung
CV 11 Kecamatan Indra Makmur, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari
lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri,
sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama 35 menit. Pasukan TNA
semuanya selamat.
Selasa, 05 Juli 2005.
Pasukan TNI Kostrad Yon 410 membuat pos baru di rumah warga sipil milik
Sulaiman B (Leman), di Kampung Meunasah Tutông-Lhôksukôn, Acheh Utara,
sekitar 25 personil TNI ditempatkan di rumah tersebut.
Selasa, 05 Juli 2005
pukul 17:00.
Aparat SGI melakukan operasi ofensif ke Kampung Blang Kuta,
Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Saiful Bahri bin Jalil, 27 th, warga
Kampung Blang Kuta, Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara, pekerjaan:
Karyawan PLN, lalu dibawa bersama aparat SGI tersebut ke Kampung Blang
Ara-Kuta Makmur, Acheh Utara, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
04:00.
Sekitar 200-an personil TNI gabungan Brimob melakukan operasi tempur untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan-hutan Kampung Pulo
Gadông-Darul Hasanah, Acheh Tenggara.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
06:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Babah Kruëng gabungan TNI pos di Kampung Cot
Geulumpang Kecamatan Sawang, Acheh Utara, mengepung dan menyerang dengan
melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di
Kampung Lhôk Jôk-Sawang, Acheh Utara, akibatnya 2 personil TNA syahid,
korban masing-masing:
1. Razali bin Kasém,
2. Juwoini,
Keduanya asal Kampung Lhôk Jôk-Sawang, Acheh Utara, keduanya adalah
personil TNA Daèrah I Wilayah Samudera Pasè.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
07:00.
Pasukan TNI Yonif 113 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke kawasan Kampung Reungkam, Kampung Pangè, Meunasah Kruëng dan
Kampung Lupè Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
07:00.
Pasukan TNI Yonif 641 gabungan TNI Yon 514 melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Bukét Pidië, Kampung Bukét
Cubrék, Kampung Kuta Asan dan Kampung Munjè Aweuëk Kecamatan Matang Kuli,
Acheh Utara.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
07:15.
Pasukan SGI (Parako/Kopasus) pos di Keudè Peureulak-Peureulak Teungoh, TNI
Yon 511 Kostrad Badak Hitam pos di Bukit Telkom Aluë Niréh-Peureulak Timu,
TNI Yon 330 Kostrad pos di Bukét Batèë Kampung Beuringèn dan 8 tim TNI Yon
330 Kostrad pos di Kampung Paya Abiëk-Peureulak Barat, Acheh Timur,
mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi
defensif pasukan TNA Sagoë Peureulak Kuta Daèrah I Peureulak Wilayah
Peureulak di 2 lokasi, yaitu di Dusun Blang Batèë Kampung
Tualang-Peureulak Teungoh, dan Kampung Beuringèn-Peureulak Barat, Acheh
Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa
membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran yang berlangsung sekitar 30 menit. Pasukan TNA semuanya
selamat. Menurut informasi di lapangan, 3 personil TNI kritis,
masing-masing:
1. Praka Sitompul.
2. Prada Hardianshah.
3. Prada Wagio.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
08:00.
Sekitar 600-an personil TNI Yon 143 gabungan TNI Yon 303, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan perbukitan
Kampung Simpang Duwa, Simpang Lhèë dan Jambô Papeuën Kecamatan Kluët
Teungoh Meugamat, kemudian Kampung Ië Mirah, Gunong Pulo, Lhôk Sialang
Rayek, Lhôk Sialang Cut dan Paya Ateuëk Kecamatan Pasi Raja, Acheh
Selatan.
Rabu, 06 Juli 2005 pukul
08:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer secara besar-besaran untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM kawasan hutan-hutan di Kampung Mbang Kecamatan
Syamtalira Bayu, Acheh Utara. Sebelumnya pada hari Rabu, 29 Juni 2005
pukul 13:00, pasukan TNI telah mengepung, menyerang dan membakar 1 unit
markas TNA Daèrah II Wilayah Samudra Pasè di dalam hutan belantara di
Kampung Mbang tersebut.
Rabu, 06 Juli 2005.
(diterima informasi).
Sejak hari Selasa, 28 Juni 2005 sampai hari ini, puluhan personil TNI pos
(Danyon) di Kampung Pulo Ië Kecamatan Kuwala, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Kuta Makmu dan
sekitarnya di Kecamatan Kuwala, Nagan Raya. Kemudian pasukan TNI pos
(Danyon) di Gunong Tarok Kecamatan Beutông, Nagan Raya, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Siron dan Cot Mu
Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.
Rabu, 06 Juli 2005.
Pasukan TNI Yonif 403 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke kawasan Glé Cot Sali (3 titik), Aluë Iët (3 titik), Luëng
Daneun, Blang Cirih, Blang Dalam, Aluë Kruëp, Seuneubôk Barô, Aluë Dua dan
Bukét Sudan Kecamatan Peusangan, kemudian Kampung Matang Kumbang, Meureubo
dan Blang Guroë Kecamatan Makmur, Bireuën.
Eksesnya:
Para petani dilarang pergi ke kebunnya selama 2 hari.
Rabu, 06
Juli 2005.
Sejak hari Minggu, 03 Juli 2005 sampai hari ini, pasukan gabungan (TNI Yon
133, TNI Yon 403, TNI Yon 406, TNI Yon 712 dan TNI Kopassus) membakar
tanaman kebun Pinang, Cokelat, Pisang dan Karet milik para petani di
Kampung Darul Aman, Kampung Aluë Tokben, Kampung Aluë Seunòng, Glé Manyang
Kampung Tanjông Beuridi dan Kampung Balèë Muntui Kecamatan Peusangan,
Bireuën. Masyarakat diancam tembak jika informasi ini bocor ke pihak umum.
Akibatnya, para petani di sana menjadi sangat resah, mereka kehilangan
mata pencahariannya sehari-hari, dan ketakutan terhadap ancaman pasukan
TNI.
Rabu, 06
Juli 2005 pukul 10:00.
Sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Karèt Kecamatan Nisam, Acheh
Utara.
Rabu, 06
Juli 2005.
Pasukan TNI gabungan (TNI pos di Kampung Aluë Papeuën, TNI pos di Kampung
Simpang Lhèë Minggu, TNI pos di Kampung Aluë Duwa, TNI pos di Kampung
Blang Poroh, TNI pos di Kampung Blang Rimèh dan TNI pos di Kampung Urông
Kecamatan Nisam, Acheh Utara) melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke perkampungan penduduk di kawasan itu.
Rabu, 06
Juli 2005 pukul 14:15.
Pasukan TNI Raider, gabungan TNI Kostrad Yon 330 pos di Kampung Jambô
Reuhat, dan TNI pos di Kampung Blang Rambông Kecamatan Bandar Alam, Acheh
Timur, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah
posisi defensif pasukan TNA Sagoë Dama Putéh Daèrah IV Wilayah Peureulak
di Kampung Jambô Reuhat Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur, karena tidak
dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama
25 menit, pasukan TNA semuanya selamat. Pasukan TNI terus melakun
pengejaran terhadap anggota TNA. Kemudian pada pukul 15:40 pasukan TNI
kembali menyerang posisi defensif pasukan TNA di kawasan Jambô Siblah
Kampung Seuneubôk Bayu-Bandar Alam, Acheh Timur, pasukan TNA juga terpaksa
membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran yang berlangsung selama beberapa menit. Pasukan TNA semuanya
selamat.
Rabu, 06
Juli 2005 pukul 14:30.
Pasukan TNI markas (Danyon) di Kampung Pulo Ië melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Padang Rubék, Kampung Kuala Barô,
Kampung Suwak Puntông Kecamatan Kaway XVI, Nagan Raya, saat tiba di
perbatasan antara Kampung Suwak Puntông dengan Kampung Peunaga, mereka
melepaskan tembakan-tembakan tanpa sasaran, kemudian mereka pulang ke
markasnya.
Eksesnya:
Para petani yang sedang bekerja di kebun Kacang, Jagung, Mentimun, dan
menderes getah Karet di kawasan itu menjadi ketakutan dan trauma.
Rabu, 06
Juli 2005 pukul 16:15.
Sebanyak 6 personil TNI pos di Bukét Jaya Kampung Aluë Peunyaréng-Kaway
XVI, Nagan Raya, yang mengenderai 3 unit sepeda motor, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke ke Kampung Gunong Rebo, Kuta
Makmu, sampai ke Dusun Ujông Rambông Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan-tembakan tanpa sasaran, sehingga masyarakat
menjadi ketakutan dan trauma.
Rabu, 06
Juli 2005.
Pasukan TNI pos di jalan Trobos Kampung Luëng Barô-Seunagan, Nagan Raya,
melakukan pemeresan terhadap sopir truk angkutan kayu bakar untuk pabrik
produksi Batu Bata, setiap truk yang mengangkut kayu bakar tersebut
semuanya distop di depan pos TNI tersebut dan dimintakan uang secara paksa
sebanyak Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah) per truk, jika menolak
memberikan uang sebanyak yang telah ditentukan tersebut, maka diancam akan
disuruh bongkar semua kayu tersebut ke pos TNI.
Rabu, 06 Juli 2005.
Pasukan Brimob Kompi C pos di Kampung Ujông Fatihah-Kuwala, Nagan Raya,
menebang pohon Sawit milik masyararakat di Kampung Aluë Ië Mamèh-Kuwala,
Nagan Raya, masing-masing milik:
1. Samsuar,
2. Rusli,
3. M. Taleb,
Ketiga korban adalah warga Kampung Ujông Fatihah-Kuwala, Nagan Raya,
ketiga korban menjadi kehilangan mata pencahariannya sehari-hari.
End of report.
-------------------------- |
|