PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (07 Juli 2005).

 Selasa, 05 Juli 2005 pukul 08:30.
Pasukan SGI (Parako/Kopassus) pos di Keudè Sungoë Raya (Komandan pos bernama Kapten. Tata Ardiansyah), TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Bukét Seulamat-Sungoë Raya, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét Seulamat-Sungoë Raya, Acheh Timur.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari amunisi, mereka memaksa 4 wasga sipil untuk mencangkul tanah kebun, korban masing-masing:
1. Yunus bin Ilyas, 40 th, pekerjaan: Petani.
2. A.Thaleb bin Ramli, 45 th, pekerjaan: Petani.
3. Yusuf bin Adam, 35 th, pekerjaan: Petani.
4. Zakaria bin Umar, 40 th, pekerjaan: Petani.
  Keempat korban adalah warga Kampung Bukét Seulamat-Sungoë Raya, Acheh Timur, keempat korban dipaksa untuk mencangkul tanah kebun milik A. Bakar bin Daud, 48 th, juga warga Kampung Bukét Seulamat, pekerjaan: Petani, pasukan TNI menuduh bahwa di dalam tanah kebun miliknya ditanam amunisi GAM, namun setelah mencangkul tanah kebun tersebut mereka tidak menemukan amunisi yang dimaksud, tindakan seperti ini sering dipraktekkan oleh pasukan TNI (Kopassus) untuk memeras (meminta uang secara paksa) terhadap masyarakat dan melakukan pembunuhan kilat seperti yang telah terjadi pada masa diberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) tahun 1990-an di Acheh.

Selasa, 05 Juli 2005 pukul 14:00.
Pasukan SGI (Parako/Kopasus) pos di Keudè Bagok-Nurussalam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Keudè Jurông-Nurussalam, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka memeras dan mengancam seorang warga sipil, M. Jamin bin Dahlan, 45 th, warga Kampung Keudè Jurông-Nurussalam, Acheh Timur, pekerjaan: Wiraswasta, korban diminta uang secara paksa sebanyak Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah), kalau menolak maka korban diancam akan dibawa ke pos TNI untuk disiksa, sehingga korban terpaksa memberikan uang sebanyak yang dimintakan oleh pihak TNI tersebut demi keselamatan jiwanya.

Selasa, 05 Juli 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI-SGI pos di Kampung Tông Priya-Mutiara Barat, Pidië, di bawah pimpinan Kapten. Listyo Budi, dengan cara paksa memanggil semua tukang ojek (RBT) yang ada di kampung Tông Priya-Mutiara Barat, Pidië ke pos mereka. Setiba para tukang ojek di pos TNI-SGI tersebut, para tukang ojek dianiaya dengan cara direndam dalam air mulai pukul 16:30 sampai pukul 18:00, kemudian dipukul dengan kayu broti, ini disebabkan para tukang ojek tidak membayar upeti kepada pihak TNI-SGI. Kemudian semua tukang ojek tersebut dilarang untuk beraktifitas seperti biasa sebelum membayar upeti kepada pihak TNI-SGI tersebut. Akibat adanya permitaan upeti (pengutan liar) oleh pihak TNI-SGI tersebut, sehingga penghasilan para tukang ojek di sana menjadi berkurang, seharusnya uang yang dipungut liar oleh pihak TNI-SGI tersebut dapat menutupi kebutuhan hidup keluarga para tukang ojek sendiri.

Rabu, 06 Juli 2005. (Ralat –Updated).
Pasukan Brimob Kompi C pos di Kampung Ujông Fatihah-Kuwala, Nagan Raya, memetik (menjarah) buah Sawit milik masyarakat di Kampung Aluë Ië Mamèh dan Kampung Aluë Kambuëk Kecamatan Kuwala, Nagan Raya, sekitar 50 Hektar luasnya kebun Sawit milik masyarakat di 2 kampung tersebut, pasukan Brimob tersebut menjarah buah Sawit, masing-masing milik:
1. Samsuar,
2. Rusli,
3. M. Taleb,
Ketiga korban adalah warga Kampung Ujông Fatihah-Kuwala, Nagan Raya, dan milik warga lainnya (warga Kampung Aluë Ië Mamèh dan Kampung Aluë Kambuëk). Ketika para petani Sawit pergi ke kebunnya, mereka melihat pasukan Brimob telah duluan berada di kebun-kebun Sawit milik masyarakat dan pasukan Brimob sedang memetik/manjarah buah Sawih dan dinaikkan ke dalam truk-truk yang telah disediakan, sehingga para petani tersebut terpaksa kembali ke rumahnya demi keselamatan jiwanya, karena pasukan Brimob tersebut juga mengancam para korban supaya tidak melaporkan hal ini kemana-mana. Akibatnya, para petani Sawit di sana menjadi kehilangan mata pencahariannya sehari-hari. Hal ini telah sering dilakukan oleh pasukan Brimob sejak masa Darurat Sipil (DS) sampai sekarang.

Ralat:
Sebelumnya tertulis: "Pasukan Brimob Kompi C menebang pohon Sawit milik masyarakat..."

Seharusnya: "Pasukan Brimob Kompi C memetik (menjarah) buah Sawit milik masyarakat..."

 Rabu, 06 Juli 2005 pukul 10:00.
sebanyak 25 tim pasukan gabungan (TNI Yon 511, TNI Yon 330, TNI Yon 312, TNI Yon 408), melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan PT. PERKEBUNAN WIRA PERCA Kecamatan Ranto Peureulak, PT. PERKEBUNAN PPP Kecamatan Peureulak Timur dan PT. PATRIA KAMOE Kecamatan Sungoë Raya, Acheh Timur. Operasi militer di kawasan itu akan dilakukan sampai hari Minggu, 10 Juli 2005.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 11:30.
Sebanyak 2 unit truk Reo pasukan Brimob melakukan operasi ofensif ke Kampung Cot Keu-euëng Kecamatan Kuta Barô, Acheh Besar.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 13:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Cot Suwé-Sawang, Acheh Utara, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat.

Eksesnya:
Mereka menangkap 2 warga sipil, korban masing-masing:
1.
Sambul bin Hamid, 28 th,
2. Zakaria bin Ahmad, 51 th,
Kedua korban adalah warga Kampung Paya Rabo-Sawang, Acheh Utara, kedua korban dibawa bersama pasukan TNI, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Rabu, 06 Juli 2005 13:30.
Pasukan Brimob pos di Kampung Cot Ijue gabungan Brimob pos di Kampung Cot Rabo Kecamatan Peusangan, Bireuën, melakukan operasi ofensif ke Kampung Pulo Naleuëng Kecamatan Jangka, Bireuën.

Eksesnya:
Mereka melakukan pemerasan terhadap warga sipil, setiap rumah warga dipaksa untuk menyerahkan uang secara bervariasi sebanyak Rp. 100.000 – Rp. 500.000 (seratus ribu rupiah hingga lima ratus ribu rupiah), mereka juga merampas binatang ternak ayam milik masyarakat di sana.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 15:00.
Pasukan TNI Yon 315 membuat pos baru di Simpang Jaya Kampung Teupin Manè-Juli, Bireuën, sebanyak 4 unit truk Reo pasukan TNI ditempatkan di pos tersebut.

Rabu, 06 Juli 2005 sejak pagi hingga sore.
Pasukan TNI 113 membakar tanaman Pinang, Coklat dan pohon Kelapa milik masyarakat di kebun di Kampung Leubôk Ibôh, Teupin Manè Kecamatan Juli, Bireuën, mereka juga mengumpulkan masyarakat dan memerintahkan jika ada anggota TNA/GAM yang turun ke kampung tersebut, supaya segera melapor ke pihak TNI, jika pasukan TNI mengetahui ada anggota TNA/GAM yang turun ke kampung tersebut namun masyarakat tidak melaporkan, maka diancam akan diambil tindakan keras terhadap semua masyarakat di sana.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 15:00.
Pasukan TNI Yon 512 membuat pos baru di Sekolah Dasar (SD) di Kampung Cot Meugoë-Jeumpa, Bireuën, sebanyak 40 personil TNI ditempatkan di pos tersebut.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 15:00.
Pasukan TNI Yon 512 membuat pos baru di Kampung Cot Kruët dan Kampung Jaba Kecamatan Peudada, Bireuën, sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI di tempatkan di masing-masing pos tersebut.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 15:00.
Pasukan Brimob Mapolsek Dewantara, Acheh Utara, gabungan sejumlah anggota Milisi BERANTAS melakukan operasi ofensif ke Kampung Palôh Gadéng Kecamatan Dewantara, dan Kampung Cot Mambông Kecamatan Nisam, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menculik 7 warga sipil (5 diantaranya adalah kaum perempuan) keluarga daripada anggota TNA/GAM, korban masing-masing:
1.
Tgk. Zainal Abidin bin Harun, 70 th,
2. Tgk. Aji bin Harun, 67 th,
3. Saniah, 42 th,
4. Hamamah binti Usman, 48 th,
5. Halimah binti Ibrahim, 42 th,
6. Lindawati binti Aji, 19 th, status: Siswa SMU.
7. Sabri bin Hasballah, 16 th, status: Pelajar SMP.

(Ketujuh korban adalah warga Kampung Palôh Gadéng-Dewantara, Acheh Utara).
8. Husna binti Idris, 25 th, warga Kampung Cot Mambông-Nisam, Acheh Utara.

Ketujuh korban diculik di rumahnya masing-masing, lalu dibawa bersama mereka ke pos TNI di Kampung Lhôk Wéng-Nisam, Acheh Utara, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 15:35.
Pasukan TNI (Rajawali) Yon 408 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Pantòn-Nurussalam, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menculik dan menganiaya seorang warga sipil, Zakaria bin Amin, 43 th, warga Kampung Seuneubôk Pantòn-Nurussalam, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dituduh sabagai simpatisan GAM, ditangkap dan dibawa dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 17:00.
Aparat TNI dengan berpakaian preman dan menggunakan senjata laras panjang, masuk ke Kampung Meunasah Bungong-Matang Kuli, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mengaku sebagai Panglima Sagoë GAM, lalu melakukan pemerasan dengan cara meminta uang sejumlah ratusan ribu rupiah secara paksa pada keuchik kampung setempat, korban juga diancam akan dibawa jika menolak permintaan aparat TNI tersebut.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 18:00.
Sebanyak 4 unit truk reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Glé Keudè Biëng-Lhôknga, Acheh Besar.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 21:00.
Pasukan Brimob (Komandan pos bernama Nofal) pos di Kampung Paya Deumam Dua-Panté Bidari, Acheh Timur, melakukan operasi ofensif ke Kampung Paya Deumam Sa-Panté Bidari, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menculik dan menganiaya seorang warga sipil, Misman bin Husen, 31 th, warga Kampung Paya Deumam Sa-Panté Bidari, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dibawa bersama pasukan Brimob tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya. Sementara pihak keluarga korban telah mendatangi ke pos Brimob tersebut untuk mencari keberadaan korban, namun jawaban dari pihak Brimob di sana: "Kami tidak menangkap orang yang kamu maksud", lalu pihak keluarga korban disuruh pulang.

Rabu, 06 Juli 2005 pukul 23:30.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ajè Rayek, Kampung Ajè Cut dan Kampung Cot Surôi Kecamatan Ingin Jaya, Acheh Besar.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 05:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Blang Ara-Seunagan, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Sapék-Seunagan, Nagan Raya.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 512 membuat pos baru di Dusun Blang Rheuë Kampung Salah Sirông-Juli, Bireuën, sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI di tempatkan di pos tersebut.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 08:30.
Pasukan TNI Yon 07 Marinir pos di Kampung Matang Guru-Madat, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Tingkeuëm-Madat, Acheh Timur. Operasi militer di kawasan itu akan dilakukan sampai tujuh hari.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Marinir Yon 08 pos di Tempat Penjualan Ikan (TPI) KM 5 Kampung Sungè Pawôh, TNI Yon 08 Marinir, dan Brimob Perintis pos di Kampung Aluë Beurawé Kecamatan Langsa Kota, Acheh Timur, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Langsa Kuta Daèrah III Langsa Wilayah Peureulak di kawasan pertambakan Kampung Sungè Pawôh-Langsa Kota, Acheh Timur, namun pasukan TNA berhasil menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, pasukan TNA semuanya selamat dari kepungan dan serangan musuh tersebut.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 09:30.
Pasukan TNI gabungan melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot Aweuëk, Kampung Rambông Payông, Kampung Panté Barô, Kampung Kumbang dan Kampung Awé Geutah Kecamatan Peusangan, Bireuën.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI pos di SP-1 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) 3 Kruëng Tadu Kecamatan Kuwala, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Babah dan Kampung Aluë Itam Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.

Eksesnya:
Mereka mencuri 5 ekor kerbau peliharaan milik masyarakat di sana, salah seorang pemiliknya adalah Cut Hasan, warga Kampung Cot Kembang-Kuwala, Nagan Raya, korban juga dipukul hingga babak belur karena berusaha merebut kembali 1 ekor Kerbau miliknya.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 11:00.
Pasukan SGI yang dengan menggunakan 2 unit mobil Kijang melakukan operasi ofensif ke Kampung Aluë Iët-Peusangan, Bireuën.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 12:00.
Pasukan TNI Rajawali (TNI Yon 344 dan TNI Yon 521) melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Kampung Ulèë Glé, Kampung Badieh, Kampung Meulinteuëng, Kampung Kruëng Tunong, pergunungan Glé Beutông dan hutan perbukitan Glé Mareuë Kecamatan Jaya Lamno, Acheh Jaya.

Kamis, 07 Juli 2005.
Sejak hari Minggu, 03 Juli 2005 sampai hari ini, sebanyak 12 personil TNI pos di Kampung Driën Tujôh Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung KuwaLa Tripa, Babah Luëng, Suwak Dama, Dusun Pucôk Luëng, sampai ke jembatan Kruëng Geudông Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.

Eksesnya:
Mereka menanyakan keberadaan anggota TNA/GAM kepada masyarakat di sana, masyarakat diintimidasi karena tidak mengetahui keberadaan anggota TNA/GAM, masyarakat dilarang pergi bekerja ke kebunnya, akibatnya masyarakat menjadi resah karena tidak bisa mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Kamis, 07 Juli 2005. (diterima informasi).
Sejak hari Selasa, 05 Juli 2005 sampai hari ini, pasukan TNI pos di Kampung Cot Mè Kecamatan Kuwala, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Pulau Gajah Kampung Cot Muë Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.

Eksesnya:
Mereka melarang masyarakat yang sedang mencari ikan di sana, masyarakat mencari ikan untuk dijual ke pasar, ini sebagai penghasilan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Kemudian para pekerja pengolah kayu untuk papan juga dilarang bekerja mengolah kayu di hutan-hutan, karena dituduh dapat men-supply logistik untuk pasukan TNA/GAM. Pasukan TNI juga melakukan pemerasan terhadap masyarakat yang bekerja membelah kayu untuk papan, pasukan TNI meminta uang sebanyak Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah) per kubik kayu, jika menolak maka diancam akan diambil semua kayu yang telah diolah dan siap dijual tersebut.

Kamis, 07 Juli 2005.
Pasukan TNI masih melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Glé Ladong Kecamatan Mesjid Raya, Glé Mureuë Kecamatan Indrapuri, Glé Siròn Kecamatan Kut Cot Glie, kemudian Glé Keudè Biëng, Glé Lampu-uëk, Lam Lhom, Glé Gurah dan Glé Ujông Pancu Kecamatan Lhôknga, Acheh Besar.

Kamis, 07 Juli 2005.
Pasukan TNI melakukan sweeping dan pemerasan terhadap semua pengguna jalan raya di Simpang Lhèë Kampung Makmur Kecamatan Lama Inong, Acheh Barat Daya.
Para korban diminta uang secara paksa dan bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Akibatnya, para pengguna jalan menjadi sangat resah.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 16:02.
Pasukan gabungan (TNI Yon 133, TNI Yon 403 dan SGI) diperkuat dengan 2 unit kenderaan tempur Panser, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot Paya Pi-Peusangan, Bireuën.

Eksesnya:
Mereka menembak-nembak secara membabi buta tanpa sasaran, sehingga masyarakat menjadi ketakutan dan trauma.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Paya Cot Triëng-Nisam, Acheh Utara. Pasukan TNA telah berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat. Menurut informasi di lapangan, 1 personil TNI tewas. Kemudian sekitar 500-an personil TNI telah ditabahkan untuk meningkatkan dan memperketat operasi di kawasan itu. Pasukan TNI juga telah menguasai camp yang ditinggalkan pasukan TNA di sana.

End of report.

--------------------------