PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (08 Juli 2005).

 Rabu, 06 Juli 2005 pukul 20:00-24:00.
Para pejabat sipil dan pejabat militer RI, masing-masing; Zaini Aziz (Bupati Acheh Besar), Muhammad Abduh, BA (Camat Kecamatan Darul Imarah), Supriyono (Komandan Makoramil Kecamatan Darul Imarah) dan Djoko Julianto (Kepala Mapolsek Kecamatan Darul Imarah), memanggil semua keuchik di kampung-kampung di Kecamatan Darul Imarah, Acheh Besar, ke Masjid Bilui Kecamatan Darul Imarah, Acheh Besar. Para pejabat RI tersebut melakukan ceramah provokasi, yaitu meminta kepada semua masyarakat di sana supaya menolak kehadiran pihak asing (Uni Europa) sebagai pemantau terhadap kesepakatan perdamamain RI-GAM di Acheh. Dan mereka juga meminta masyarakat untuk tidak mendukung perjuangan GAM.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 09:00. (Updated).
Pasukan TNI Marinir Yon 08 pos di Tempat Penjualan Ikan (TPI) KM 5 Kampung Sungè Pawôh, TNI Yon 08 Marinir, dan Brimob Perintis pos di Kampung Aluë Beurawé Kecamatan Langsa Kota, Acheh Timur, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Langsa Kuta Daèrah III Langsa Wilayah Peureulak di kawasan pertambakan Kampung Sungè Pawôh-Langsa Kota, Acheh Timur, namun pasukan TNA berhasil menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, pasukan TNA semuanya selamat dari kepungan dan serangan musuh tersebut.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sekitar 60-an warga sipil, berikut sejumlah korban yang berhasil diidentifikasi, masing-masing:
1. Jailani bin Syafi'ie, 34 th,
2. M. Yani bin Syafi'Ië, 32 th,
3. Ismawan bin Syafi'Ië, 18 th,
4. Barumsyah bin Sa'at, 37 th,
5. Ibrahim bin A. Sa'at, 21 th,
6. Zauhari bin Mustafa, 36 th,
7. Yusuf bin Jafaruddin, 33 th,
8. Nazmi bin Azhari, 21 th,
9. Rusli bin Husen, 39 th,
  Semuanya warga Kampung Sungè Pawôh-Langsa Kota, Acheh Timur, semuanya sebagai pekerja tambak.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Yon 515/Kostrad pos di Tangsé, Pidië, melakukan operasi militer dan berupaya untuk mengepung posisi defensif pasukan TNA Sagoë Tangsé Daèrah II Wilayah Pidië di kawasan pergunungan Tangsé, Pidië, pasukan TNI teperogok dengan beberapa pesonil TNA yang sedang berjaga-jaga di pos piket, pasukan TNA telah berusaha untuk menghindar agar tidak terjadi kontak tembak, namun pasukan TNI tetap mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan secara membabi buta ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran persis di areal perkebunan di Kampung Ulèë Gunong-Tangsé, Pidië, sekitar 4 Kilometer jaraknya lokasi kejadian dengan perkampungan penduduk Kampung Ulèë Gunong-Tangsé, Pidië. Akibatnya, 1 personil TNA syahid, Zainal Arifin bin Zainal Abidin, 50 th, Kampung Kruëng Kemukiman Bungga-Tangsé, Pidië (personil TNA Sagoë Tangsé Daèrah II Wilayah Pidië), 1 pucuk senjata AK-47 miliknya dirampas oleh pasukan TNI. Berdasarkan informasi di lapangan, 2 personil TNI tewas dan 1 personil luka-luka parah dalam insiden tersebut.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 10:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Muhammad 408 pos di Kampung Keudè Blang-Nurussalam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Bukét Teumpeuën, Kampung Taufah, Kampung Ulèë Bukét dan Kampung Paya Kruëb Kecamatan Nurussalam, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil hingga kritis, korban masing-masing:
1. Muhammad bin Daod, 19 th, pekerjaan: Petani.
2. Walidin bin Hasbi, 20 th, pekerjaan: Petani.
3. Mahdi bin Daod, 18 th, pekerjaan: Petani.
  (Ketiganya warga Kampung Bukét Teumpeuën-Nurussalam, Acheh Timur).
4. Muhammad bin Ibrahim, 28 th, pekerjaan: Petani.
5. Hasbi bin Zaini, 20 th, pekerjaan: Petani.
  (Keduanya warga Kampung Paya Kruëb-Nurussalam, Acheh Timur).
Kelima korban dipukul hingga babak belur karena tidak bersedia menunjukkan keberadaan anggota/markas TNA/GAM.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 17:00.
Sebanyak 30 unit truk Reo pasukan TNI dari Medan ditambahkan ke Kuta Canè Kabupaten Acheh Tenggara, dan Blang Keujrèn Kabupaten Gayo Luwes. Mereka semua dibagikan/ditempatkan ke masing-masing pos yang tersebar di perkampungan penduduk di sana.

Kamis, 07 Juni 2005, pukul 17:30.
Pasukan TNI membawa 2 perempuan pemuas seks dan dimasukkan ke rumah milik almarhum Geusyik Rani, di Meunasah Reungkam-Matang Kuli, Acheh Utara (almarhum Geusyik Rani telah dibunuh oleh pasukan TNI Kopassus pada tahun 1990-an, saat Acheh diberlakukan sebagai Daèrah Operasi Militer -DOM). Sejak 5 hari yang lalu, rumah tersebut telah dijadikan sebagai pos TNI. Masyarakat di sana menjadi resah karena tidakan pasukan TNI tersebut tidak sesuai dengan adat istiadat masyarakat di kampung setempat.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 21:00.
Pasukan Brimob Resimen-2 pos di Kampung Pulo Ië Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan, melakukan sweeping terhadap para pengguna jalan raya di sana, mereka menyetop 1 unit mobil dan menurunkan semua penumpangnya, seorang diantaranya, Marije Mellegers, 24 th, warga Negara Belanda, status: Mahasiswi, ditembak di kedua pahannya hingga tembus. Kemudian korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kuta Fajar Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan (Kepala Rumah Sakit; Dr. Faisal), kemudian hari Jum’at, 08 Juli 2005 sekitar pukul 10:30, Mariya dievakuasi ke Medan untuk mendapatkan perawatan intensif, Dr. Faisal juga ikut bersama korban.

Kamis, 07 Juli 2005 pukul 21:20.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Panté Jaloh-Sawang, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Anwar bin Nurdin, 41 th, warga Kampung Panté Jaloh-Sawang, Acheh Utara, korban dibawa bersama pasukan TNI, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 04:00.
Sebanyak 3 tim pasukan TNI Yon 08 Marinir (Komandan pos bernama Lettu. Faridsa) pos di Kampung Bukét Seulamat-Sungoë Raya, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Kumba-Sungoë Raya, Acheh Timur.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 04:00-07:00.
Pasukan gabungan (TNI Kostrad, TNI Yonif 410 dan SGI) pos di Matang Kuli, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Rayek Glang Glông Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek, menggeledah dan mengobrak-abrik sejumlah rumah warga sipil, masing-masing:
1. Tgk. Idris bin Abdul Raoh, 55 th,
2. M. Edi bin Tgk. Idris, 28 th,
3. Tgk. Imum Hasan bin Tgk. Cut, 44 th,
4. Ramli bin Adam, 36 th,
5. Maddian bin Tgk. Jumi, 35 th,
6. M. Yusuf bin M. Umar, 35 th,
7. M. Nasir bin Abdullh, 30 th,
8. Darmi bin Abdurrahman, 27 th,
9. Mahmuddin bin M. Amin, 40 th,
  Semuanya warga Kampung Rayek Glang Glông Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 07:00.
Pasukan SGI menguasai paksa 1 unit rumah warga sipil, milik Murtala, di Kampung Aluë Iët-Peusangan, Bireuën, koban beserta keluarganya dipaksa untuk keluar meninggalkan rumahnya, sekarang rumah tersebut telah dikuasai secara paksa dan dijadikan sebagai pos SGI, pasukan SGI juga memaksa masyarakat di sana untuk menimbun tanah sebagai benteng di sekeliling rumah tersebut.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 07:30.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511 pos di Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Teungoh-Peureulak Timu, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Abdul Jabar bin Sulaiman, 18 th, warga Kampung Seuneubôk Teungoh-Peureulak Timu, Acheh Timur, status: Pelajar. Korban dianiaya saat sedang bekerja di kebun cabai milik keluarganya, KTPnya disita dan disuruh ambil ke pos TNI tersebut. Sekarang para petani lainnya menjadi ketakutan dan tidak berani pergi ke ladang/kebun cabai, akibatnya para petani cabai di kawasan itu mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena tidak bisa melakukan panen.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 08:30.
Sebanyak 4 tim pasukan gabungan (TNI Yon 07 Marinir pos di Kampung Luëng Peuët, TNI Yon 07 Marinir pos di Matang Guru Kecamatan Madat, dan TNI Yon 5 Marinir pos di Kampung Blang Awé), melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan Bakau, Tambak dan Rawa-rawa di Kampung Bintah Kecamatan Madat, Acheh Timur.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan Brimob pos di Kampung Meunasah Lubôk-Panté Bidari, Acheh Timur, melakukan operasi ofensif ke Kampung Meunasah Teungoh dan Kampung Grong-Grong Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya 2 warga sipil, korban masing-masing:
1. Hasbi bin A. Razak, 23 th, warga Kampung Meunasah Teungoh-Panté Bidari, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
2. Ramli bin Arfan, 28 th, warga Kampung Grong-Grong-Panté Bidari, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
Kedua korban dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota/markas TNA/GAM.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Kopassus pos UDKP Indrapuri, Acheh Besar, melakukan pemerasan dengan cara meminta uang secara paksa kepada para keuchik diantaranya:
1. M. Nasir, Keuchik Kampung Empe Ara-Indrapuri, Acheh Besar.
2. Razali, Keuchik Kampung Limo Blang-Indrapuri, Acheh Besar.
3. Zulkifli, Keuchik Kampung Cot Raya-Indrapuri, Acheh Besar.
4. Zikri, Keuchik Kampung Limo Pulo-Indrapuri, Acheh Besar.
5. Sofyan, Keuchik Kampung Limo Lam Luëng-Indrapuri, Acheh Besar.
Pasukan TNI Kopassus meminta uang sebanyak Rp. 25.00.000 (dua puluh lima juta rupiah) per keuchik/kampung, dengan alasan untuk biaya operasi militer. Para keuchik tersebut diancam akan dibawa ke pos dan disiksa jika menolak permintaan pasukan TNI Kopassus tersebut. Sebagian diantara keuchik tersebut terpaksa menjual tanahnya untuk memenuhi permintaan pihak TNI Kopassus tersebut demi keselamatan jiwanya.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI pos di Bukét Jaya Kampung Aluë Peunyaréng-Kawai XVI, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Gunong Rebo, Kampung Kuta Makmu sanpai ke Dusun Ujông Rambông Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.

Eksesnya:
Mereka menganiaya masyarakat di sana karena tidak mau membuat benteng di pos TNI tersebut.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 515/Kostrad pos di Truséb-Tiro, Pidië, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Peunadok Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië.

Eksesnya:
Mereka menggeledah dan menggerebek sebagian besar rumah warga sipil di sana, dan juga menjarah barang perabotan rumah (peralatan elektronik) seperti TV, VCD, Kulkas dan barang-barang berharga lainnya. Kemudian seorang perempuan, Ainul Mardhiah binti Muhammad Hasan, 28 th, warga Kampung Peunadok Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië, (isteri daripada Sulaiman, 32 th, Panglima TNA Sagoë Tiro Daèrah II Wilayah Pidië), korban disiksa berat dengan cara dipukul dengan popor senjata dan kayu broti hingga kritis. Korban sekarang sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Tijue-Sigli, Pidië.

Jum’at, 08 Juli 2005.
Pasukan TNI di Kabupaten Acheh Tengah, mendata rumah-rumah orang tua dan keluarga daripada anggota TNA/GAM, ini merupakan suatu bentuk teror terhadap keluarga TNA/GAM di sana.

Jum’at, 08 Juli 2005. (diterima informasi).
Maimunah, 25 th, salah seorang tahanan wanita di penjara (Lembaga Pemasyarakatan -LP) Takengon, Acheh Tengah, korban dituduh sebagai anggota pasukan TNA Inong Balèë (TNA wanita). Korban telah dibebaskan sebulan yang lalu, dalam kondisi hamil 5 bulan. Saat masih ditahan di dalam penjara, korban telah dipaksa untuk berhubungan intim dengan kepala penjara Takengon tersebut.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 13:00.
Pasukan TNI Marinir pos di Keudè Tanah Pasir, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Keudè Triëng Pantang-Lhôksukôn, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Faizan bin Abdullah, 45 th, warga Kampung Arôngan-Lhôksukôn, Acheh Utara, korban ditangkap di Keudè Triëng Pantang, tidak jauh dengan pos TNI Marinir di sana. Korban dibawa ke pos TNI Marinir di Keudè Tanah Pasir, sekarang korban ditahan di pos TNI Marinir di Kampung Lancôk-Syamtalira Bayu, Acheh Utara, korban disiksa berat dengan cara dipukul di kepalanya hingga retak dan mengeluarkan darah, tidak diketahui nasibnya. Sebelumnya sekitar sebulan yang lalu korban pernah ditangkap dan ditahan serta disiksa dengan cara dipukul dengan botol minuman keras di kepalanya dan ditusuk di badannya dengan botol yang telah pecah, korban ditahan selama 2 hari 2 malam di pos TNI Marinir di Keudè Triëng Pantang, dengan alasan karena korban tidak bersedia membeli minuman keras untuk pasukan TNI Marinir tersebut.

Jum’at, 08 Juli 2005.
Pasukan TNI Yonif 514 gabungan SGI, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Teupin Mè, Kampung Serba Jaman, Meunasah Punti, Kampung Leuhông dan Kampung Matang Balôi Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menggerebek rumah-rumah, menganiaya dan menangkap warga sipil, korban masing-masing:
1. Hasballah bin Muhammad, 40 th,
2. Ali Basyah, 48 th,
  (Keduanya warga Kampung Serba Jaman, rumahnya digerebek dan digeledah).
3. Ridwan bin Hasbi, 27 th,
4. Risyad, 55 th,
5. Zainabon, 45 th,
  (Ketiganya warga Kampung Meunasah Teupin Mè, rumahnya digerebek dan digeledah).
6. Aminah binti Kaoy, 45 th,
7. Masyitah, 43 th,
8. Jamaluddin bin M. Amin, 33 th,
9. Syarwoidi bin M. Ali, 29 th,
10. Sabirin bin Sayok, 46 th,
11. Nurmala binti Muharram, 41 th,
12. Muchsalmina, 27 th, korban dianiaya.
  (Keenam korban adalah warga Kampung Meunasah Punti, rumahnya digerebek dan digeledah).
  Abdul Aziz, 42 th, warga Kampung Meunasah Matang Balôi, korban ditangkap dan dibawa bersama pasukan TNI-SGI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Yonif 510 gabungan TNI Yonif 514 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Tumpôk Atjèh, Bukét Panglima Kecamatan Tanah Luas, Acheh Utara, kemudian Kampung Matang Panyang, Meunasah Asan, dan Panté Rayek Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Matang Panyang, Meunasah Asan dan Panté Rayek telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 15:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 330 Kujang (Komandan pos bernama Lettu. Suyono) pos di Bukét Batèë Kampung Teumpeuën-Peureulak Barat, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Ulèë Blang Kampung Tualang-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap dan mengananiaya 2 warga sipil, korban masing-masing:
1. M. Nizar bin Hasbi, 20 th, warga Kampung Beuringèn-Peureulak Barat, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
2. Muslem bin Ahmad, 40 th, warga Dusun Ulèë Blang Kampung Tualang-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Dagang.
Kedua korban dipukul dengan popor senjata, ditendang-tendang dan diinjak-injak, lalu seorang diantaranya yaitu M. Nizar bin Hasbi dinaikkan ke atas truk Reo, dibawa dan ditahan di pos TNI tersebut, tidak diketahui nasibnya, sedangkan Muslem bin Ahmad ditinggalkan di pinggir dalam keadaan pingsan.

Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan rawa-rawa Kampung Keurisék, Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara. Akibatnya, 1 personil TNA syahid, Ishak bin Ismail, 27 th, Kampung Pantòn Rayek Sa-Kuta Makmur, Acheh Utara (personil TNA Sagoë Teungku di Bulôh Daèrah II Wilayah Samudra Pasè).

End of report.

--------------------------