|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (09 Juli 2005).
Jum’at, 08 Juli 2005
pukul 07:30.
Sebanyak 6 tim pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Dusun Paténg
Seuribèë Kampung Panté Labu Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur, gabungan
14 tim pasukan TNI Yon 131 pos di Kampung Tanoh Mirah Kecamatan Jambô Ayé,
Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke kawasan perbukitan di Kampung Panté Labu dan Kampung Blang
Seunong Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur. (sekarang dalam struktur
teritorial penjajah RI, Kampung Tanoh Mirah telah menjadi kecamatan baru
yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).
Jum’at, 08 Juli 2005
pukul 17:20.
Sekitar 500-an personil TNI gabungan (TNI Yon 113, TNI Yon 125 dan TNI
Makodim 0103 Acheh Utara) melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke di Kampung Keurisék-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Sabtu, 09 Juli 2005 pukul
06:30.
Sebanyak 4 tim pasukan pasukan gabungan (TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung
Teulaga Tujôh dan TNI Yon 08 Marinir pos KM 5 Kampung Sungè Pawôh
Kecamatan Langsa Timur, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke di sekitar rawa-rawa, hutan Bakau dan
sungai-sungai kawasan Aluë Cina dan Aluë Sanè Kampung Teulaga Tujôh
Kecamatan Langsa Timur, Acheh Timur.
Sabtu, 09 Juli 2005 pukul
07:30.
Sebanyak 25 tim pasukan TNI Yon 05 Marinir yang diangkut dengan
menggunakan 15 unit truk Reo ditambahkan untuk meningkatkan operasi
militer mencari anggota/markas TNA/GAM ke di sekitar rawa-rawa, hutan
Bakau dan tambak di Kampung Bintah Kecamatan Madat, Acheh Timur. Sehari
sebelumnya, sebanyak 4 tim pasukan gabungan (TNI Yon 07 Marinir pos di
Kampung Lueng Peuët, TNI Yon 07 Marinir pos di Matang Guru, dan TNI Yon 5
Marinir pos di Kampung Blang Awé Kecamatan Madat, Acheh Timur), telah
berada di kawasan itu.
Sabtu, 09 Juli 2005 pukul
11:30.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Bandar Khalifah Kecamatan Bendahara,
Acheh Tamiang, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
kawasan perkebunan Sawit di Kampung Aluë Lusông Kecamatan Bendahara, Acheh
Tamiang.
Eksesnya:
Mereka menembak-nembak secara membabi buta tanpa sasaran, akibatnya warga
di sana menjadi ketakutan.
Sabtu, 09 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Gunong Tarok melarang warga keluar rumahnya pada malam
hari, diantaranya warga Kampung Blang Kabu (ada 87 unit rumah), warga
Kampung Aluë Angkop (65 unit rumah) Kecamatan Beutông, dan warga Kampung
Aluë Peunyaréng (42 unit rumah) Kecamatan Kuwala, Nagan Raya. Hal ini
diperintahkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pihak TNI
menggunakan kesempatan ini untuk mencuri Kerbau milik masyarakat di sana.
Sabtu, 09 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Cot Mé-Kuwala, Nagan Raya, masih melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Siron dan kawasan
pemukiman transmigrasi Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.
Sabtu, 09 Juli 2005.
Pasukan TNI dari Meulabôh yang menggunakan 3 unit truk sipil dan 1 unit
sepeda motor melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Macah dan Kampung Seumambek Kecamatan Seunagan, kemudian Kampung
Aluë Peunyaréng, Kampung Bulôh dan Kampung Sumber Batu Kecamatan Kaway
XVI, Nagan Raya.
Sabtu, 09 Juli 2005.
(diterima informasi).
Pasukan TNI bersama kelompok Milisi menguasai perkebunan masyarakat di
Simpur, Wih Resap dan Amor Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah,
sekarang tanah kebun milik rakyat Acheh tersebut telah dijual oleh pihak
TNI bersama kelompok Milisi kepada pihak lainnya dan uangnya dipergunakan
untuk biaya operasi militer TNI.
Sabtu, 09 Juli 2005.
Ratusan pasukan TNI Yon 7 Marinir gabungan TNI Yon 5 Marinir, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Geulumpang
Umpung Unoë, Kuwala Jambô Ayé dan Kuwala Kruëng Thô Kecamatan Jambô Ayé,
Acheh Utara. Mereka akan melakukan operasi militer di kawasan itu selama 5
hari.
End of report.
-------------------------- |