|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (10 Juli 2005).
Senin, 04 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 133 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Jaba Timu Kecamatan Peudada, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Nurdin bin
Umar, 25 th, warga Kampung Jaba Timu Kecamatan Peudada, Bireuën, korban
dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
Rabu, 06 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 312 pos di Kampung Pintô Rimba Kecamatan Peudada, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot
Kruët Kecamatan Peudada, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Basri bin Ali,
27 th, warga Kampung Cot Kruët Kecamatan Peudada, Bireuën, korban dianiaya
karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
Rabu, 06 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 133 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Jaba Timu Kecamatan Peudada, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Ramli bin
Abdullah, 30 th, warga Kampung Jaba Timu Kecamatan Peudada, Bireuën,
korban dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
Rabu, 06 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Dayah Mon Ara Kecamatan Peudada,
Bireuën, melakukan pemerasan terhadap para keuchik di kampung-kampung
sekitar pos TNI tersebut, setiap keuchik diminta uang secara paksa hingga
jutaan rupiah per keuchik dengan alasan untuk biaya operasi militer TNI.
Kamis, 07 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Rambông Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh Barat
Daya, melakukan pemerasan dengan cara meminta uang secara paksa terhadap
para toke pemilik pabrik/kilang Padi di Kampung Tangan-Tangan Cut
Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh Barat Daya, korban masing-masing:
1. Dolem, 35 th,
2. Belon, 32 th,
3. Juari, 40 th,
4. Abdul Isin, 50 th,
Keempat korban adalah warga Kampung Tangan-Tangan Cut Kecamatan
Tangan-Tangan, Acheh Barat Daya, pasukan TNI meminta uang pada
masing-masing korban secara bervariasi yaitu mulai Rp. 3.000.000 - Rp.
5.000.000 (tiga juta sampai lima juta rupiah), dengan alasan untuk dana
operasi militer TNI.
Kamis,
07 Juli 2005 pukul 20:05-23:45.
Pasukan TNI pos di Kampung Rambông Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh Barat
Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Kuta Bak Driën Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh Barat Daya.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
menggeledah semua rumah warga sipil di sana.
Kamis,
07 Juli 2005 pukul 22:00..
Pasukan Brimob Kompi C pos di Kecamatan Kuala, Nagan Raya, gabungan Brimob
pos di Meulabôh, Acheh barat, dengan menggunakan 2 unit truk Reo melakukan
operasi ofensif ke perkampungan penduduk dari Kecamatan Kuala hingga ke
Kecamatan Seunagan, Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka mendatangi ke pos-pos pejagaan malam di kampung-kampung,
diantaranya di Kampung Gudang dan Kampung Jeuram Kecamatan Seunagan, Nagan
Raya, semua warga yang sedang melakukan jaga malam dianiaya dengan cara
disuruh push up sebanyak 100 kali per orang, dengan alasan tidak menyapa
pasukan Brimob tersebut dengan baik.
Kamis,
07 Juli 2005 pukul 23:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Blang Rangkuluh Kecamatan Peudada, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung
setempat.
Eksesnya:
Mereka melakukan teror terhadap masyarakat dengan cara melemparkan
benda-benda ke atas rumah-rumah warga di sana.
Jum’at, 08 Juli 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM
ke kawasan Paya Cot Triëng-Nisam, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil hingga tewas, Syaridin bin Tayeb, 19
th, warga Kampung Keurisék, Beureughang-Kuta Makmur, Acheh Utara, status:
pelajar STM Beuringin, Lhôkseumawè, Acheh Utara. Korban adalah simpatisan
GAM.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 11:00.
Pasukan SGI pos di Matang Geulumpang Dua-Peusangan, Bireuën, mengumpulkan
semua keuchik di Kecamatan Peusangan, Kecamatan Peusangan Selatan dan
Kecamatan Jangka, ke markas SGI tersebut, kemudian semua keuchik tersebut
masing-masing diberikan selembar kertas kosong, lalu dipaksa untuk membuat
peta lokasi keberadaan rumah-rumah anggota dan keluarga daripada TNA/GAM
di sana. Pasukan SGI tersebut memaksa semua keuchik supaya memberikan
informasi lengkap tentang anggota dan keluarga daripada TNA/GAM di sana.
Akibatnya, semua keluarga daripada anggota TNA/GAM di sana menjadi
ketakutan dan trauma, karena ini merupakan suatu bentuk teror terhadap
keluarga daripada TNA/GAM.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 12:30.
Pasukan TNI yang sedang melakukan operasi militer terperogok dengan 5
personil TNA Sagoë Tgk. Chik di Pantoe Wilayah Blang Pidië, di jembatan
gantung Kampung Driën Leukiët Kecamatan Lama Inong, Acheh Barat Daya, lalu
pasukan TNI menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan
TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya
sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang
berlangsung selama 2 jam. Pasukan TNA semuanya selamat. Menurut informasi
di lapangan, 1 personil TNI tewas di tempat dan sejumlah lainnya
luka-luka. Kemudian pasukan TNI terus ditambahkan dan melakukan penyisiran
di kawasan itu, mereka melepaskan tembakan-tembakan tanpa sasaran,
sehingga masyarakat menjadi ketakutan dan trauma.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 13:10.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511 Badak Hitam pos di Kampung Aluë Rambôt-Idi
Tunong, Acheh Timur, di bawah pimpinan Lettu. Pardi, mengepung dan
menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif
pasukan TNA Sagoë Idi Kuta Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di Kampung
Padang Lawah-Idi Tunong, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi
pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri,
sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung sekitar 30 menit. Menurut
informasi di lapangan, 1 personil TNI tewas bernama Lettu. Pardi, dan
sejumlah lainnya luka-luka parah. Kemudian pasukan TNI terus ditambahkan
ke lokasi kejadian dan melakukan penyisirsan secara besar-besaran di
kawasan itu, diantaranya Kampung Seuneubôk Kandang, Kampung Padang Kasah,
Kampung Pucôk Jalan, Kampung Aluë Lhôk dan Kampung Bukét Kareuëng
Kecamatan Idi Tunong, Acheh Timur.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 15:00.
Pasukan TNI Makoramil Pasar Kota Bahagia (Lama Inong) Kecamatan Kuala
Batèë, Acheh Barat Daya, mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Ujông
Kruëng Kecamatan Kuala Batèë, Acheh Barat Daya (4 Kilometer jaraknya dari
utama, Kampung Sikabu Kecamatan Kuala Batèë, Acheh Barat Daya). Pasukan
TNA semuanya selamat. Menurut informasi di lapangan, 1 personil TNI tewas
di tempat dan lainnya luka-luka.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 15:42.
Pasukan TNI pos di Bukét Jaya Kampung Aluë Peunyaréng Kecamatan Kawai XVI,
Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
kawasan ladang pertanian masyarakat di Kampung Macah Kecamatan Seunagan,
Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan secara membabi buta tanpa sasaran, akibatnya
para petani yang sedang menanam Padi menjadi kalang kabut, ketakutan dan
trauma.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 22:00.
Sebanyak 2 regu (24 personil) TNI pos di Kampung Blang Sapék-Seunagan,
Nagan Raya, 1 regu (12 personil) melakukan operasi melalui pergunungan dan
1 regu lagi melakukan operasi melalui pinggir sungai, mereka melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Luëng
Barô, Suwak Bili, Cot Kuta, Kuta Padang dan Aluë Kambuk Kecamatan
Seunagan, Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka menganiaya semua warga sipil yang sedang melakukan jaga malam di
semua pos penjagaan di kampung-kampung tersebut, warga disuruh merayap di
atas kerikil dan aspal hingga mengalami luka-luka siku, luka lengan dan
lutut, dengan alasan karena warga tidak menyapa pasukan TNI tersebut
dengan baik. Seorang warga diancam tembak, Ramlan Dani, 20 th, warga
Kampung Suwak Bili Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, pasukan TNI menanyakan
keberadaan abang korban yang menjadi sebagai anggota TNA, karena korban
tidak mengetahuinya, lalu pasukan TNI memaksa korban supaya mencari
keberadaan abangnya dan dipaksa untuk menyerahkan abangnya ke pihak TNI
tersebut, jika abangnya tidak mau menyerah maka korban diancam akan
ditembak mati. Akibat ancaman tersebut, sekarang korban mengalami
trauma berat.
Minggu, 10 Juli 2005.
(diterima informasi).
Sejak 3 bulan yang lalu sampai hari ini, pasukan TNI Yon 133 pos di
Kampung Ara Bungong Kecamatan Peudada, Bireuën, memaksa warga di sana
untuk mencuci piring kotor milik TNI, jika menolak maka warga tersebut
diancam akan dituduh sebagai simpatisan GAM dan akan diambil tindakan
keras.
Minggu, 10 Juli 2005.
Camat dan Komandan Makoramil Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh Barat Daya,
memaksa semua masyarakat di kampung-kampung di Kecamatan Tangan-Tangan,
supaya membuat pagar rumahnya masing-masing, pagar rumah diwajibkan dibuat
dari kayu, papan atau batang Pinang, jika warga tidak mengindahkan
perintah tersebut, maka warga diancam akan dibawa ke Makoramil tersebut.
Saat ini kondisi perekonomian masyarakat di sana jangankan untuk membangun
pagar rumah dari papan, untuk membiayai kebutuhan makanan pokok
keluarganya sehari-hari saja susah mereka dapatkan, mayoritas warga di
sana adalah warga miskin.
Minggu, 10 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 312 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Lubôk Kareuëng, Kumunèng, Aluë Bakông, Batèë Gusuk, Cot
Kruët dan Jaba Timu Kecamatan Peudada, Bireuën.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 403 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Ara Lipéh dan Kampung Tanjông Mulia Kecamatan Makmur,
Bireuën.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 10:00.
Pasukan TNI Yonif 514 pos di Kampung Meunasah Aluë Lhôk Kecamatan Matang
Kuli, Acheh Utara, menembak-nembak secara membabi buta tanpa sasaran di
sekitar kampung setempat, akibatnya masyarakat di sana menjadi ketakutan
dan trauma. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung
Meunasah Aluë Lhôk telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya
Bakông, Acheh Utara).
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 12:00.
Ratusan personil TNI mengepung posisi defensif pasukan TNA di kawasan
hutan Rabo Kampung Paya Cot Triëng-Nisam, Acheh Utara.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 14:00.
Pasukan gabungan (TNI pos di Kampung Geudumbak dan 16 personil TNI pos di
Kampung Bola Mas Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara), melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Tanjông Dalam dan Kampung
Tanjông Panté Seupéng Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara. (sekarang dalam
struktur teritorial penjajah RI, Kampung Geudumbak, Bola Mas Tanjông Dalam
dan Tanjông Panté Seupéng telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan
Langkahan, Acheh Utara).
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 16:00.
Pasukan TNI Yonif 514 pos di Kampung Meunasah Keutapang Kecamatan Matang
Kuli, Acheh Utara, membawa dan memasukkan 2 perempuan pemuas seks ke dalam
pos TNI tersebut, akibatnya masyarakat di sana menjadi resah karena
tindakan pasukan TNI tersebut tidak sesuai dengan adat istiadat masyarakat
di kampung setempat.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 17:10.
Tiga regu pasukan TNI Yon 301 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Patok 9, Simpang Jaya, Simpang Muliya,
Praden dan Batèë Raya Kecamatan Juli, Bireuën.
End of report.
-------------------------- |
|