|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (11 Juli 2005).
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 09:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Matang Panyang-Nurussalam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek rumah
warga sipil perempuan dan menganiaya penghuninya, Khatijah binti Hamid, 49
th, warga Kampung Matang Panyang-Nurussalam, Acheh Timur, pekerjaan:
Petani, korban dituduh sebagai simpatisan GAM.
Minggu, 10 Juli 2005.
Pasukan TNI dari berbagai kesatuan (TNI Yon 133, TNI Yon 403, TNI Yon 406
dan TNI Yon 712) membuat sejumlah pos baru di perkampungan penduduk,
diantaranya, di Kampung Paya Croet, Kampung Pulo Panyang, Kampung Aluë
Kuyuën, Kampung Balèë Meutui dan Kampung Darul Aman Kecamatan Peusangan,
Bireuën, puluhan personil TNI ditempatkan pada masing-masing pos baru
tersebut, akibatnya, masyarakat di sana menjadi sangat resah.
Minggu, 10 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 312/Garuda pos di Kampung Pintô Rimba-Peudada, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Jaba
Timu-Peudada, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, M. Saleh bin
Ishaq, 32 th, warga Kampung Jaba Timu-Peudada, Bireuën, korban dianiaya
karena tidak bersedia menunjukkan markas TNA/GAM.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 21:00 hingga 01:35 (Senin, 11 Juli 2005).
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan hutan Kampung Meunasah Dayah,
Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara, akibatnya, 1 personil
TNA syahid, Mursyidi bin Bustami, 26 th, Kampung Batèë 8 Kecamatan Kuta
Makmur, Acheh Utara, 1 pucuk senjata AK-47 miliknya dirampas oleh pasukan
TNI. Kemudian pasukan TNI juga menembak seorang bayi berusia 16 bulan.
(sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah Dayah
telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Simpang Keuramat, Acheh
Utara).
Senin, 11 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 133 dan TNI Yon 403 pos di Kampung Aluë Udeuëng-Peusangan,
Bireuën, memaksa masyarakat di sana supaya memberikan uang sebanyak Rp.
1.000.000 (satu juta rupiah) dan beras 1 zak per rumah/kepala keluarga
(KK), jika masyarakat menolak maka diancam tembak.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
06:00.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Pusông Kampung Teulaga Tujôh-Langsa
Timur, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kuwala Manyak Payéd Kampung Beurandéh-Manyak Payéd, Acheh
Timur.
Eksesnya:
Mereka mengambil paksa 1 unit Boat Pukat Langgar Kapal Motor (KM) PELANGI
milik Abdulah bin Sani, 49 th, warga Kampung Telaga Tujôh-Langsa Timur,
Acheh Timur, pekerjaan: Nelayan, pasukan TNI juga memaksa korban supaya
ikut bersama pasukan TNI dalam operasi tersebut.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
06:30.
Pasukan TNI Yon 115 pos di Kampung Ujung Padang-Pasi Raja, Acheh Selatan,
mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi
defensif pasukan TNA di Kampung Gunong Puloë-Kluët Utara, Acheh Selatan.
Akibatnya, 1 personil TNA tertembak di kakinya, Muksin bin Saleh, 28 th,
Kampung Gunong Puloë-Kluët Utara, Acheh Selatan (personil TNA Daèrah II
Wilayah Lhôk Tapak Tuwan), lalu korban ditangkap, dibawa dan ditahan di
pos TNI Yon 115 tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
07:10.
Pasukan TNI Yon 312 masih melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM di Kampung Lubôk Kareuëng, Kumunèng, Aluë Bakông, Batèë Gusuk, Cot
Kruët dan Jaba Timu Kecamatan Peudada, Bireuën.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
08:00.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yon 410 pos di Kampung Geudumbak dan TNI Yon 410
pos di Kampung Bola Mas Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara), melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lhôk Meureubo,
Bukét Aluë Putéh, Aluë Mirah dan Matang Manèh Kecamatan Jambô Ayé, Acheh
Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Geudumbak
dan Kampung Bola Mas telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan
Langkahan, Acheh Utara).
Senin, 11 Juli 2005 pukul
08:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Kampung Seuneubôk
Dalam-Nurussalam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Bukét Panyang-Nurussalam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka memaksa 2 warga sipil perempuan supaya mendatangi ke pos TNI
tersebut, korban masing-masing:
1. Nurlatifah binti Abdullah, 55 th, pekerjaan: Petani.
2. Khatijah binti Usman, 58 th, pekerjaan: Petani.
Keduanya warga Kampung Bukét Panyang-Nurussalam, Acheh Timur, sekitar
pukul 11:30 kedua korban mendatangi ke pos TNI tersebut, namun setiba di
sana keduanya disandera dan sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
10:00.
Tiga regu pasukan TNI Yon 315 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Dusun Blang Rheuë Kampung Sarah Sirông Kecamatan Juli,
Bireuën.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
11:00.
Dua regu pasukan TNI-SGI pos di Pantòn Labu-Jambô Ayé, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan
perbukitan Kampung Bukét Jrat Manyang dan Kampung Bukét Rayek Kecamatan
Jambô Ayé, Acheh Utara.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
12:00.
Sebanyak 4 unit truk Reo dan 2 unit kenderaan lapis baja Tank pasukan TNI
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan
hutan-hutan Bakau dan pertambakan di Kecamatan Seunudôn sampai ke
Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
15:52.
Sejak hari Minggu, 10 Juli 2005 sampai hari ini, sebanyak 3.100 personil
TNI gabungan (TNI Yon 143, TNI Yon 115 dan TNI Yon 303), telah berkumpul
di 3 titik, masing-masing;
1. Sebanyak 800 (delapan ratus) personil telah berkumpul di Kampung Puloë
Ië Kandang Kecamatan Kluët Selatan, Acheh Selatan.
2. Sebanyak 1.300 (seribu tiga ratus) personil telah berkumpul di Kampung
Ujung Padang Kecamatan Pasi Raja, Acheh Selatan.
3. Sebanyak 1.000 (seribu) personil telah berkumpul di Kampung Air
Beurudang Kecamatan Tapak Tuwan, Acheh Selatan.
Mereka mulai melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke kawasan perbukitan dan perkampungan penduduk di sejumlah
kecamatan, diantaranya: Kecamatan Bakôngan, Kecamatan Kluët Selatan,
Kecamatan Kluët Teugoh, Kecamatan Kluët Utara, Kecamatan Pasi Raja,
Kecamatan Tapak Tuwan, dan Kecamatan Sawang, Acheh Selatan. Di sejumlah
titik pasukan TNI tersebut telah mengepung posisi-posisi defensif pasukan
TNA, bahkan mereka telah menculik sejumlah keluarga daripada anggota
TNA/GAM, dan membunuh warga sipil, berikut sejumlah korban yang berhasil
diidentifikasi, masing-masing:
1. Tarmizi, 45 th,
2. Mariam, 38 th,
(Keduanya warga Kampung Asahan-Pasi Raja, Acheh Selatan, keduanya adalah
orangtua daripada anggota TNA Wilayah Lhôk Tapak Tuwan, kedua korban
diculik dan dibawa bersama pasukan TNI, sampai sekarang tidak diketahui
nasib dan keberadaannya.
3. Radjadir, 34 th, warga Kampung Paya Ateuëk-Pasi Raja, Acheh Selatan,
korban diculik dan dibawa bersama pasukan TNI, sampai sekarang tidak
diketahui nasib dan keberadaannya.
4. Saidin, 35 th, warga Kampung Pantòn Bili-Pasi Raja, Acheh Selatan,
korban ditembak hingga tewas.
Senin, 11 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Blang Rangkuluh dan TNI pos di Kampung Tanjông
Seulamat Kecamatan Peudada, Bireuën, mengepung posisi defensif pasukan TNA
di Kampung Paya Sikamèh-Peudada, Bireuën. Belum ada laporan selanjutnya.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
17:18.
Aparat TNI Makoramil Kecamatan Susôh, Acheh Barat Daya, dengan mengenderai
sepeda motor dinas Makoramil, berpakaian preman dan menggunakan senjata
laras pendek, masuk ke Kampung Pulau Kayu Kecamatan Susôh, Acheh Barat
Daya, lalu mendatangi ke rumah toke Abadi bin Ogek, 43 th, warga Kampung
Pulau Kayu Kecamatan Susôh, Acheh Barat Daya, (korban baru saja dibebaskan
dari tahanan TNI dengan tuduhan membantu dana kepada GAM), aparat TNI
tersebut memaksa korban supaya menyerahkan uang jutaan rupiah, jika
menolak, maka korban diancam akan dibawa ke Makoramil tersebut.
End of report.
-------------------------- |
|