|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (12 Juli
2005).
Sabtu, 09 Juli 2005 pukul 11:30.
Pasukan Brimob pos di Dusun Aluë Gani Kampung Gunong Pungki-Kuwala, Nagan
Raya, melakukan operasi ofensif di sekitar kampung setempat.
Eksesnya:
Mereka memperkosa 4 kaum perempuan, korban masing-masing:
1. Baidah binti Karim, 30 th,
2. Nurhayati binti Abdullah, 32 th,
3. Warni binti Bukhari, 25 th,
4. Nur Alcah binti Adam, 22 th,
Keempat korban warga Kampung Gunong Pungki-Kuwala, Nagan Raya.
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 21:30.
Pasukan TNI pos di Kampung Blang Ara-Seunagan Timur, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di sekitar kampung setempat.
Eksesnya:
Mereka menganiaya warga sipil yang sedang melakukan jaga malam di pos
penjagaan di kampung setempat, korban masing-masing:
1. Nyak Umar bin Raja Putéh, 35 th, pekerjaan: Petani.
2. Din bin Nyak Blang, 25 th, pekerjaan: Petani.
3. Umar bin Tgk. Ibrahim, 45 th, pekerjaan: Petani.
4. Ishak bin Isa, 25 th, pekerjaan: Petani.
5. Siteh bin Banta Umar, 25 th, pekerjaan: Petani.
6. Idris bin M. Yasin 38 th, pekerjaan: Petani.
7. Jalil bin Adam, 40 th, pekerjaan: Petani.
8. Saiful bin Musa, pekerjaan: Petani.
Semua korban warga Kampung Blang Ara-Seunagan Timur, Nagan Raya, semuanya
dipukul hingga cidera ringan dengan alasan karena para korban tidak
menyapa dengan baik ketika pasukan TNI mendatangi ke pos jaga tersebut.
Minggu, 10 Juli 2005.
Sebanyak 40 personil (5 diantaranya tidak bersenjata) TNI gabungan (pos
Selamat Datang dan pos PT. FAJAR BAIZURI di Kampung Gunong Geuleugoë
Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya) melakukan operasi militer untuk
mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan PT. WOYLA di Gunong
Geuleugoë Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 21:00 hingga 01:35 (Senin, 11 Juli 2005). (Updated).
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan hutan Kampung Meunasah Dayah,
Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara, akibatnya, 1 personil
TNA syahid, Mursyidi bin Bustami, 26 th, Kampung Batèë 8 Kecamatan Kuta
Makmur, Acheh Utara, 1 pucuk senjata AK-47 miliknya dirampas oleh pasukan
TNI. Kemudian pasukan TNI juga menembak seorang bayi perempuan, Sinta
Magfirah binti Nasir, berusia 16 bulan. (sekarang dalam struktur
teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah Dayah telah menjadi kecamatan
baru yaitu Kecamatan Simpang Keuramat, Acheh Utara).
Senin, 11 Juli 2005 pukul
08:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Kampung Seuneubôk
Saboh-Indra Makmur, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Ië Mirah dan Kampung Sosial Kecamatan
Indra Makmur, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya warga sipil, Hamzah bin Syama’un, 39 th, warga Kampung
Aluë Ië Mirah-Indra Makmur, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban
dianiaya di kampungnya karena tidak bersedia menunjukkan keberadaan
anggota/markas TNA/GAM.
Senin, 11 Juli 2005.
Pasukan gabungan (TNI pos di Pulo Naleuëng Kecamatan Jangka, TNI Kostrad
pos di Cot Bada, SGI pos di Matang Geulumpang Dua, dan Brimob pos di Cot
Ijue Kecamatan Peusangan, Bireuën), memaksa masyarakat di kampung-kampung
di Kecamatan Peusangan supaya mencat pagar rumah mereka masing-masing
dengan warna "merah dan putih".
Senin, 11 Juli 2005.
Pasukan gabungan (TNI pos Danyon di rumah masyarakat di Kampung Ujông
Dama, TNI pos di Kampung Cot Bada, TNI pos di Kampung Aluë Duwa, TNI pos
di Kampung Paya Tukai, TNI pos di Kampung Panté Seureula dan TNI pos di
Kampung Lhôk Meureubo Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung-kampung tersebut.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
12:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
kawasan Gunong Blang Ara Kecamatan Seunagan Timur sampai ke Gunong Pungki
Kecamatan Kuwala, Nagan Raya.
Eksesnya:
Mereka memaksa seorang warga sipil untuk ikut bersama pasukan TNI
melakukan operasi militer di kawasan itu, Saiful bin Anjong, 40 th, warga
Kampung Gunong Pungki-Seunagan Timur, Nagan Raya, korban diancam tembak
jika menolak ikut bersama pasukan TNI tersebut.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
17:18. (Updated).
Aparat TNI Makoramil Kecamatan Susôh, Acheh Barat Daya, dengan mengenderai
sepeda motor dinas Makoramil, berpakaian preman dan menggunakan senjata
laras pendek, masuk ke Kampung Pulau Kayu Kecamatan Susôh, Acheh Barat
Daya, lalu mendatangi ke rumah toke Abadi bin Ogek, 43 th, warga Kampung
Pulau Kayu Kecamatan Susôh, Acheh Barat Daya, (korban baru saja dibebaskan
dari tahanan TNI dengan tuduhan membantu dana kepada GAM), aparat TNI
tersebut memaksa korban supaya menyerahkan uang jutaan rupiah, jika
menolak, maka korban diancam akan dibawa ke Makoramil tersebut.
Sebelumnya selama 8
(delapan) bulan korban ditahan, pihak TNI telah memeras korban sebanyak
Rp. 180.000.000 (seratus delapan puluh juta rupiah). Korban juga diancam
supaya tidak diberitahukan hal ini kepada siapapun.
Senin, 11 Juli 2005 pukul
23:01.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Luëng Daneun-Peusangan, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot
Aneuk Batèë-Peusangan, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Fakron bin Ali, 28 th, warga
Kampung Cot Aneuk Batèë-Peusangan, Bireuën, korban dari pos penjagaan
malam pergi sebentar untuk membeli rokok ke sebuah Kios, pasukan TNI
menuduh bahwa korban memberikan informasi kepada pihak GAM, lalu korban
dianiaya hingga kritis dan terpaksa diopname di rumah sakit.
Selasa, 12 Juli 2005
pukul 08:30.
Pasukan gabungan (TNI Yon 08 Marinir pos di Pusông Kampung Teulaga
Tujôh-Langsa Timur, Acheh Timur, dan 5 tim TNI Yon 08 Marinir lainnya),
mengambil paksa 1 unit boat KM PELANGI 4 milik Syawal bin Rani, warga
Kampung Teulaga Tujôh-Langsa Timur, Acheh Timur, dan juga memaksa korban
sebagai juru kemudi, korban dibawa ikut bersama pasukan TNI tersebut dalam
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan
Kuwala Manyak Payéd, Aluë Raya, Aluë Lhông, Aluë Bobo dan Aluë Mapadum
Kampung Beurandéh Kecamatan Manyak Payéd, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan-tembakan dengan senjata ringan dan berat
(kaliber 12,7 mm) serta granat pelontar ke segala arah tanpa sasaran,
sehinga para Petani tambak di kawasan itu menjadi ketakutan.
Selasa, 12 Juli 2005.
Pasukan TNI Makoramil Kecamatan Lama Inong, Acheh Barat Daya, memaksa
semua masyarakat di Kecamatan Lama Inong, Acheh Barat Daya, untuk membeli
Badge (kartu) yang menyatakan seseorang diberikan izin bebas untuk pergi
ke kebun dan mencari ikan di rawa-rawa. Harga per kartu tersebut adalah
Rp. 500 (lima ratus rupiah), setiap masyarakat diwajibkan untuk membeli
dan memiliki kartu tersebut, apabila masyarakat tidak membeli kartu
tersebut, maka warga tidak diberi izin pergi ke kebun dan rawa-rawa.
Selasa, 12 Juli 2005.
Sejak hari Sabtu, 09 Juli 2005 sampai hari ini, sekitar 500 personil TNI
meningkatkan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke
kawasan hutan-hutan perbukitan Glé Kampung Naga Umbang dan Keudè Biëng
Kecamatan Lhôknga, Acheh Besar.
Selasa, 12 Juli 2005
pukul 08:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 (Komandan pos bernama Sumarno) pos
di Dusun Paténg Kampung Panté Rambông-Panté Bidari, Acheh Timur, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Panté
Rambông-Panté Bidari, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka mewajibkan sejumlah warga sipil perempuan untuk melapor ke pos TNI
tersebut, korban masing-masing:
1. Sapiah binti Ismail, 30 th, status: Ibu rumah
tangga.
2. Aminah binti Ismail, 25 th, status: Ibu rumah tangga.
3. Rayati binti Daod, 35 th, status: Ibu rumah tangga.
4. Latifah binti Lidan, 32 th, status: Ibu rumah tangga.
5. Nurhayati binti Husen, 40 th, status: Ibu rumah tangga.
6. Rafasah binti Yakob, 45 th, status: Ibu rumah tangga.
Keenam korban adalah warga Kampung Panté Rambông-Pante Bidari, Acheh
Timur, keenam korban mempunyai hubungan kekeluargaan dengan anggota
TNA/GAM, keenam korban diwajibkan melapor setiap 3 hari sekali ke pos TNI
tersebut, mulai pukul 08:00-15:00, akibatnya para korban menjadi sangat
resah.
Selasa, 12 Juli 2005.
Pasukan TNI (Rajawali) Yon 344 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke kawasan perbukitan Kampung Sabét sampai ke Pucôk Kruëng
Sabét dan kawasan perbukitan Kampung Panté Ceurmèn Kecamatan Jaya Lamno,
Acheh Jaya.
Selasa, 12 Juli 2005.
Sebanyak 4 unit truk Reo dan 60 personil TNI lainnya dengan berjalan kaki
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan
Uteuën Bunta dan Kampung Mè Rayek Kecamatan Peusangan, Bireuën.
Selasa, 12 Juli 2005.
Sejak hari Senin, 11 Juli 2005 sampai hari ini, pasukan TNI melakukan
operasi militer secara besar-besaran untuk mencari anggota/markas TNA/GAM
ke kawasan hutan-hutan dan perkampungan penduduk di Kecamatan Bakôngan,
Kecamatan Kluët Selatan, Kecamatan Kluët Teungoh, Kecamatan Tapak Tuwan
dan Kecamatan Sawang Kabupaten Acheh Selatan.
Selasa, 12 Juli 2005 pukul 11:30.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Lhôk Sialang Rayek-Pasi Raja, Acheh Selatan.
Eksesnya:
Mereka mengumpulkan dan menyiksa semua masyarakat di sana, 9 diantaranya
ditangkap dan dinaikkan ke dalam truk Reo, lalu dibawa, korban
masing-masing:
1. Muklizar bin Syakban,
2. Sabaruddin bin Bidin,
3. Pudin bin Tahi,
4. Alimun bin Tupe,
5. Sapuri bin Umar,
6. Musliadi bin Ramli,
7. Yasin bin Lampoh,
8. Aswet bin Musa,
(Kedelapan korban dinaikkan ke dalam truk Reo, lalu dibawa dan ditahan di
pos TNI Yon 115 di Kampung Ujung Padang Kecamatan Pasi Raja, Acheh
Selatan).
9. Suhaimi bin Ramli, korban dinaikkan ke dalam truk Reo, lalu dibawa ke
Tapak Tuwan, Acheh Selatan, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan
keberadaannya.
Kesembilan korban adalah warga Kampung Lhôk Sialang Rayek-Pasi Raja,
Acheh Selatan.
Selasa, 12 Juli 2005
pukul 12:18.
Pasukan TNI gabungan (TNI Yon 413, TNI Yon 303, TNI Yon 632, TNI Yon 143
dan TNI Yon 115) melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM
ke
Kampung Pasi Asahan-Pasi Raja, Acheh Selatan.
Esksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil, Kadiron, 28 th, warga Kampung Pasi
Asahan-Pasi Raja, Acheh Selatan, korban ditembak di tangannya, korban
ditembak karena tidak bersedia menunjukkan keberadaan anggota GAM, korban
sedang dalam perawatan medis.
Selasa, 12 Juli 2005
pukul 14:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Ië Mirah-Pasi Raja, Acheh Selatan.
Eksesnya:
Mereka menculik 4 warga sipil, korban masing-masing:
1. Kairin bin Alamsyah, 23 th,
2. Rahmat bin Azib, 28 th,
3. Ady Putra bin Rasyidin, 19 th,
4. Ely Muktar, 19 th,
Keempat korban adalah warga Kampung Ië Mirah-Pasi Raja, Acheh Selatan,
keempat korban diculik, lalu dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai
sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Selasa, 12 Juli 2005 pukul 14:30.
Semua warga sipil perempuan di Kampung Lhôk Sialang Rayek-Pasi Raja, Acheh
Selatan, melakukan demo ke pos TNI Yon 115 di Kampung Ujung Padang-Pasi
Raja, Acheh Selatan, warga menuntut supaya semua keluarganya yang
ditangkap dan ditahan di pos TNI tersebut dilepaskan, karena mereka tidak
bersalah.
Selasa, 12 Juli 2005 pukul 14:30.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Silolo-Pasi Raja, Acheh Selatan.
Eksesnya:
Mereka menculik 2 warga sipil, korban masing-masing:
1. Wanhatta bin Atim,
2. Supriyadi bin Yusuf,
Keduanya warga Kampung Silolo-Pasi Raja, Acheh Selatan, dibawa bersama
pasukan TNI, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Selasa, 12 Juli 2005,
malam.
Pasukan TNI (Danyon) Markas di Kampung Pulo Ië-Kuwala, Nagan Raya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung
Ujông Pasi dan Aluë Ië Mamèh Kecamatan Kuwala Kabupaten Nagan Raya.
Eksesnya:
Dengan alasan karena tidak menyapa pasukan TNI dengan baik, lalu semua
warga sipil yang sedang melakukan jaga malam di pos penjagaan di
kampung-kampung tersebut disuruh merayap di atas jalan aspal sehingga
dada, siku, lengan, lutut para korban menjadi luka-luka, para korban juga
ditinju dan ditampar mukanya hingga memar-memar.
End of report.
-------------------------- |
|