|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (13 Juli
2005).
Sabtu,
09 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan gabungan (TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Seuneubôk Barôh-Darul
Aman, dan TNI pos di Kampung Blang Geulumpang-Idi Rayek, Acheh Timur)
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar Kampung
Seuneubôk Barôh-Darul Aman, Acheh Timur.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
menggeledah rumah-rumah warga, menganiaya dan memeras/menjarah harta benda
warga sipil di sana, korban masing-masing:
1. Sofyan bin Ismail, 40 th, kerugian Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah).
2. Mahyuddin bin Ali, 35 th, kerugian Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah).
3. Bahktiar bin Ali, 25 th, kerugian Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).
4. Yusuf bin Ismail, 40 th, kerugian Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).
5. Juned bin Pawang Bén, 25 th, kerugian Rp. 2.500.000 (dua juta lima
ratus ribu rupiah).
6. M. Jamin bin Sulaiman, 30 th, kerugian Rp. 1.500.000 (satu juta lima
ratus ribu rupiah).
7. Yusuf bin Adam, 20 th, dianiaya hingga kritis, karena menolak
memberikan uang.
8. Rusli bin Nurdin, 25 th, kerugian Rp. 1.700.000 (satu juta tujuh ratus
ribu rupiah).
9. Yunus bin Yusuf, 18 th, dianiaya hingga kritis, karena menolak
memberikan uang.
10. Adhar bin Ismail, 18 th, dianiaya hingga kritis, karena menolak
memberikan uang.
(Kesepuluh korban adalah warga Kampung Seuneubôk Barôh-Darul Aman, Acheh
Timur, semuanya bekerja sebagai Nelayan).
11. Ismail bin Rani, 37 th, warga Kampung Teupin Drum-Darul Aman, Acheh
Timur, pekerjaan: Nelayan, kerugian Rp. 1.700.000 (satu juta tujuh ratus
ribu rupiah).
Pasukan TNI juga mengancam para korban "Kalau hal ini terbongkar kepada
masyarakat luas, maka semua warga di kampung setempat akan ditembak", kata
pasukan TNI tersebut.
Minggu, 10 Juli 2005
pukul 21:00 hingga 01:35 (Senin, 11 Juli 2005). (Updated).
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan hutan Kampung Meunasah Dayah,
Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara, akibatnya, 1 personil
TNA syahid, Mursyidi bin Bustami, 26 th, Kampung Batèë 8 Kecamatan Kuta
Makmur, Acheh Utara, 1 pucuk senjata AK-47 miliknya dirampas oleh pasukan
TNI. Kemudian pasukan TNI juga menembak seorang bayi perempuan, Sinta
Magfirah binti Nasir, berusia 16 bulan, korban kritis, sedang dalam
perawatan medis. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung
Meunasah Dayah telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Simpang
Keuramat, Acheh Utara).
Selasa, 12 Juli 2005.
(diterima informasi).
Pihak TNI telah membentuk unit-unit kontra intelijen yang terdiri dari TNI
Kopassus, SGI dan milisi, mereka sekarang ditempatkan di Langsa, Acheh
Timur, jika kesepakatan perdamaian antara GAM dan RI tercapai dalam
perundingan di Helsinki, maka mereka akan beraktifitas untuk melakukan
provokasi dan memobilisasi masyarakat supaya melakukan demo untuk menolak
dan mengusir kehadiran tim pemantau asing (Uni Europa) di Acheh, unit-unit
kontra intelijen tersebut akan melakukan kerusuhan seperti aksi pembakaran
terhadap kantor Joint Security Committee - Henry Dunant Centre (JSC - HDC)
di Acheh Tengah semasa berlakunya Cessation of Hostilities Agreement
(CoHA) di Acheh.
Rabu, 13 Juli 2005 pukul
09:30.
Pasukan TNI Yon 312/Garuda melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM ke kawasan perkebunan Sawit di Kampung Cot
Kruët-Peudada, Bireuën.
Rabu, 13 Juli 2005 pukul
10:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330 (Komandan pos bernama Sertu. Sitanggang) pos
di Kampung Aluë Merbo-Darul Aman, Acheh Timur, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Aluë Kumbang, Seuneubôk
Barô, Seuneubôk Simpang, Meunasah Keutapang Kecamatan Darul Aman, Acheh
Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil perempuan, Nursiah binti Yusuf, 32
th, warga Kampung Meunasah Keutapang Kecamatan Darul Aman, Acheh Timur,
pekerjaan: Petani, (korban adalah isteri daripada anggota GAM), korban
dipaksa untuk mencari suaminya, korban dianiaya karena tidak dapat
menunjukkan keberadaan suaminya.
Rabu, 13 Juli 2005 pukul
10:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 (Komandan pos bernama Sertu.
Suwarno) pos di Kampung Seuneubôk Dalam-Nurussalam, Acheh Timur, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Keurundông,
Seuleumak Muda, Lhôk Mukim 7, Cot Asan, Pulo U, Ulèë Ateuëng, M7, Salek
dan Simpang Punti Kecamatan Nurussalam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga kritis, Mahdi bin Daod, 17
th, warga Kampung Bukét Teumpeuën-Nurussalam, Acheh Timur, pekerjaan:
Petani, korban dianiaya hingga cidera ringan karena tidak dapat
menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
Rabu, 13 Juli 2005 pukul
13:00.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Pintô Rimba-Peudada, Bireuën, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Tanjông
Seulamat-Peudada, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Zulmeri Nusyah, 19 th, warga
Kampung Tanjông Seulamat-Peudada, Bireuën, korban dianiaya karena tidak
bersedia menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
Rabu, 13 Juli 2005 pukul
14:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Matang Barô dan TNI pos di Kampung Matang Raya
Kecamatan Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke sekitar kampung-kampung tersebut.
Rabu, 13 Juli 2005 pukul
19:30.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM mulai
dari Kampung Langkahan sampai ke Kampung Tanjông Dalam Kecamatan Jambô
Ayé, Acheh Utara.
End
of report.
-------------------------- |
|