|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (16 Juli
2005).
Senin,
11 Juli 2005, pagi.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Meunasah Kruëng-Peudada, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ara
Bungong-Peudada, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menculik 4 warga sipil (seorang diantaranya perempuan), korban
masing-masing:
1.Khatijah binti Ali, 60 th,
2.Daud, 60 th,
(Keduanya adalah warga Kampung Ara Bungong-Peudada, Bireuën).
3.Usman Waki, 60 th,
4.Jamaluddin bin Usman, 38 th,
(Keduanya adalah warga Kampung Garôt-Peudada, Bireuën).
Keempat korban dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang tidak
diketahui nasibnya.
Kamis,
14 Juli 2005, pukul 21:00.
Satu tim pasukan SGI pos Luëng Putu-Bandar Baru, Pidië, melakukan operasi
ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Cot Barôh
Kemukiman Teupin Raya-Geulumpang Minyeuk, Pidië.
Eksesnya:
Seorang warga sipil ditembak hingga tewas, Ibrahim bin Muhammad Yusuf, 38
th, warga Kampung Cot Barôh Kemukiman Teupin Raya-Geulumpang Minyeuk,
Pidië, korban ditembak hingga tewas karena tidak bersedia memberikan
informasi keberadaan anggota TNA/GAM di sana.
Jum’at,
15 Juli 2005 pukul 09:30.
Komandan Makoramil Kecamatan Indra Makmur, Acheh Timur, memerintahkan
kepada semua keluarga daripada anggota TNA/GAM yang berdomilisi di
kampung-kampung di Kecamatan Indra Makmur dipaksakan/diwajibkan untuk
melapor diri setiap 3 hari sekali ke Makoramil tersebut, jika tidak
melapor maka diancam akan dijemput ke rumah masing-masing dan akan diambil
tindakan keras. Hal ini merupakan suatu bentuk teror terhadap keluarga
daripada anggota TNA/GAM di sana, tindakan ini juga sangat memberatkan
anggota keluarga TNA/GAM karena mereka tidak bisa mencari nafkah/rezeki
secara normal untuk memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing.
Jum’at,
15 Juli 2005 pukul 21:35.
Pasukan
TNI pos di kota Lama Inong, Acheh Barat Daya, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Pantoë Cut dan Kampung Lhôksukôn
Kecamatan Lama Inong, Acheh Barat Daya.
Eksenya:
Mereka menyerang 1 regu pasukan TNA yang dipimpin oleh Tgk. Man Keureuténg
Sagoë Teungku Chik di Pantoë Daèrah I Wilayah Blang Pidië, saat itu
pasukan TNA sedang dalam perjalanan untuk mengambil logistik, tiba-tiba
diserang oleh pasukan TNI yang telah mengendap di Kampung Lhôksukôn,
karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya
sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang
berlangsung sekitar selama 30 menit. Pasukan TNA semuanya selamat dari
serangan musuh tersebut.
Jum’at-Sabtu, 15-16 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 515/Kostrad pos di Kampung Blang Pandak-Tangsé, Pidië,
mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi
defensif pasukan TNA di kawasan kaki pergunungan Blang Pandak-Tangsé,
Pidië, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa
membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran. Pasukan TNA semuanya selamat. Pasukan TNI terus ditambahkan
ke untuk memperketat dan meningkatkan operasi di kawasan itu.
Sabtu,
16 Juli 2005.
Sejak hari Kamis, 14 Juli 2005 pukul 22:00 sampai hari ini, pasukan TNI
yang berkekuatan sebanyak 6 unit truk Reo dan puluhan lainnya berjalan
kaki melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke
kawasan perbukitan Glé Naga Umbang dan Keudè Biëng Kecamatan Lhôknga,
Acheh Besar.
Sabtu,
16 Juli 2005 pukul 08:30.
Sebanyak 3 tim pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM Sagoë Kuta Awé Duëk Daèrah IV Idi
Wilayah Peureulak di Kampung M4 dan Kampung CV 11 Kecamatan Indra Makmur,
Acheh Timur.
Sabtu,
16 Juli 2005 pukul 09:00.
Sebanyak 2 tim pasukan gabungan (TNI Yon 511 pos di Kampung Aluë Bugéng
dan TNI Yon 511 pos di Kampung Aluë Guréb Kecamatan Peureulak Timu, Acheh
Timur), melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM Sagoë
Béntara Daèrah I Peureulak Wilayah Peureulak di Bukét Teukuëh Kampung Aluë
Bugéng-Peureulak, Acheh Timur.
Sabtu,
16 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI pos Kampung Pantòn Muë-Kuwala, Nagan Raya, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Sikabu-Kuwala, Nagan
Raya.
Eksesnya:
Mereka menculik 4 warga sipil (seorang diantaranya perempuan), korban
masing-masing:
1.Devy, 18 th, perempuan, pekerjaan: Perawat.
2.Adi, 26 th,
3.Andah, 45 th,
Tidak diketahui identitasnya.
Keempat korban adalah warga Kampung Sikabu-Kuwala, Nagan Raya, keempat
korban dibawa dan disiksa di pos TNI tersebut, tiga diantaranya sudah
dilepaskan, namun seorang lagi (Devy) masih di tahan dan disiksa di pos
TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
End of
report.
-------------------------- |
|