|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki IV (17 Juli
2005).
Minggu,
17 Juli 2005 mulai pukul 05:00.
Pasukan gabungan (TNI Yonif 514, TNI Yonif 113, TNI Kopassus pos di Matang
Kuli, Acheh Utara), melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Cot Sirèn, Meunasah Reungkam, Aluë Lhôk, Meunasah Blang
Manè, Peureupôk, Simpang Bakhé dan Tanjông Lipat Kecamatan Matang Kuli,
Acheh Utara. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Aluë
Lhôk, Peureupôk, Blang Manè, Simpang Bakhé dan Tanjông Lipat telah menjadi
kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).
Eksesnya:
Mereka menggerebek 2 unit rumah dan menculik seorang warga sipil
perempuan, korban masing-masing:
1.Marliah binti Tayeb, 28 th, warga Kampung Aluë Lhôk-Matang Kuli, Acheh
Utara, korban dibawa bersama pasukan TNI gabungan tersebut, korban dibawa
masuk ke dalam hutan, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan
keberadaannya.
2.Sulaiman bin Tgk. Usman, 35 th, warga Kampung Aluë Lhôk-Matang Kuli,
Acheh Utara, dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, pasukan TNI
menggerebek dan menggeledah rumah korban.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 07:00.
Sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Matang Raya Barat-Baktiya, Acheh Utara.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 09:00.
Sebanyak 6 tim pasukan gabungan (TNI Yon 08 Marinir pos di Pusông Kampung
Teulaga Tujôh-Langsa Timur, dan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Sungè
Pawôh-Langsa Kota, Acheh Timur), melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM Sagoë Langsa Lama Daèrah III Langsa Wilayah
Peureulak di Kuwala Manyak Payéd, Aluë Bobo, dan Aluë Mapadum Kampung
Beurandéh Kecamatan Manyak Payéd, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menembakkan granat berpelontar, melepas tembakan-tembakan dengan
senjata ringan dan senjata berat (kaliber 12,7 mm) secara membabi-buta ke
segala arah tanpa sasaran, akibatnya para Petani tambak dan pencari kayu
Bakau di kawasan itu menjadi ketakutan dan trauma.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Blangfa dan Kampung Matang Likat Kecamatan Seunudôn, Acheh Utara.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 10:00.
Sebanyak 17 unit truk Reo pasukan TNI ditambahkan untuk memperketat dan
meningkatkan operasi militer mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan
Kampung Meunasah Dayah, Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh
Utara.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencarai anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
mengeledah 5 unit rumah warga sipil, masing-masing milik:
1.Imum Ishak,
2.Nasruddin,
3.Mak Hindon,
4.Mak Fatimah,
5.Zainon,
Dan rumah-rumah warga lainnya, semuanya warga Kampung Meunasah Dayah,
Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Dusun Aluë Meunuang Kampung
Panté Rambông-Panté Bidari, Acheh Timur, mengepung dan menyerang dengan
melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë
Kuta Bulôh Daèrah II Simpang Ulim Wilayah Peureulak di Dusun Pasi Tinggi
Kampung Panté Rambông-Panté Bidari, Acheh Timur, karena tidak dapat
menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama
20 menit. Pasukan TNA semuanya selamat.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 12:00.
Pasukan gabungan (TNI Yonif 133, TNI Yonif 403, TNI Kopassus pos di
Tanjông Beuridi dan TNI Kopassus pos Kampung Uteuën Gathom-Peusangan,
Bireuën) melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Pulo Panyang dan Kampung Darul Aman Kecamatan Peusangan, Bireuën.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek
rumah-rumah warga di Kampung Pulo Panyang, kemudian masyarakat di Kampung
Darul Aman dilarang pergi ke ladang, sawah dan kebun di kawasan perbukitan
selama 3 hari, jika warga nekat pergi, makan diancam akan ditembak mati,
akibatnya masyarakat menjadi sangat resah, karena tidak bisa mencari
rezeki.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 12:40.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Aluë Udeuëng-Peusangan, Bireuën,
memaksa masyarakat untuk membuat/membangun sejumlah pos baru TNI
diantaranya di Kampung Aluë Udeuëng Tunong, Kampung Tanoh Mirah, Kampung
Abeuëk Budi, Kampung Manè Meujingki dan di beberapa kampung lainnya di
sekitar kampung-kampung tersebut. Puluhan personil TNI ditempatkan di
tiap-tiap pos tersebut.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 14:00.
Sebanyak 2 unit truk Reo pasukan TNI Yon 403 membuat pos baru di Kampung
Seuneubôk Bukét Sudan-Peusangan, Bireuën, pasukan TNI tersebut telah
memerintahkan kepada masyarakat di sana pada hari Senin, 18 Juli 2005
supaya semua warga di kampung tersebut datang untuk membangun benteng
dengan menimbun tanah di sekeliling pos TNI tersebut, warga diancam akan
dijemput ke rumahnya dan akan diambil tindakan keras jika tidak mendatangi
ke pos TNI tersebut. TNI mengatakan kepada masyarakat bahwa mereka akan
membangun 4 unit pos baru di kampung setempat, setiap warga diwajibkan
untuk membawa batang pinang (ukuran 5 meter per batang).
Minggu,
17 Juli 2005.
Sejak hari Jum’at, 15 Juli 2005 sampai hari ini, puluhan personil TNI
(Danyon) Markas di Kampung Pulo Ië Kecamatan Kuwala, Nagan Raya, gabungan
TNI pos di Kampung Blang Sapék Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Suwak Bili, Cot
Kuta, Kuta Padang dan Aluë Kambuëk Kecamatan Seunagan, Nagan Raya,
kemudian Kampung Aluë Ië Mamèh dan Ujông Pasi Kecamatan Kuwala, Nagan
Raya, mereka ditambahkan 1 unit truk Reo lagi untuk meningkatkan operasi
di kawasan itu.
Eksesnya:
Mereka menganiaya warga sipil yang sedang melakukan jaga malam di
kampung-kampung tersebut, warga suruh merayap dan push-up di depan pos
penjagaan malam, warga dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan
GAM.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 15:25.
Pasukan TNI pos di Kampung Kruëng Batèë-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya,
mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi
defensif pasukan TNA di Gunong Cikok Kampung Sikabu-Kuwala Batèë, Acheh
Barat Daya (1 Kilometer jaraknya dengan jalan utama), karena tidak dapat
menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung sekitar
30 menit. Pasukan TNA semuanya selamat.
Minggu,
17 Juli 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI mengumpulkan semua masyarakat di Kampung Aluë Lhôk-Matang
Kuli, Acheh Utara, ke pos TNI di Kampung Bukét Hagu-Matang Kuli, Acheh
Utara, seorang diantaranya, Ridwan bin Main, korban diikat dengan rantai
besi dan dianiaya, korban dituduh sebagai intel GAM, pasukan TNI memaksa
masyarakat supaya mengakui bahwa Ridwan bin Main adalah sebagai intel GAM.
(sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Kampung Aluë Lhôk
telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).
End of
report.
-------------------------- |
|