PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (18 Juli 2005).

 Minggu, 17 Juli 2005 pukul 06:30.
Sekitar 200-an personil TNI Marinir gabungan TNI Raider mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan pesisir Kuwala Panté Kermak Kecamatan Bendahara, Acheh Tamiang, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Pasukan TNI menembak-nembak secara membabi buta, akibatnya masyarakat di kawasan itu menjadi ketakutan dan trauma. Pasukan TNI melarang masyarakat mencari rezeki ke sungai, dan memblokir kawasan tersebut dengan cara melarang warga keluar/masuk ke kawasan itu, sampai hari ini (Senin, 18 Juli 2005) ratusan personil TNI masih berada di kawasan itu.

Minggu, 17 Juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Kopassus pos UDKP Indrapuri, Acheh Besar, memaksa masyarakat di Kampung Lam Lubôk-Indrapuri, Acheh Besar, supaya menebang tanaman pohon Rumbia milik masyarakat di kampung tersebut yang luasnya sekitar 2 hektar, padahal pohon Rumbia merupakan salah satu sumber penghasilan ekonomi bagi masyarakat di kampung tersebut.

Minggu, 17 Juli 2005 pukul 19:00.
Pasukan TNI Rajawali Yon 344 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Lam Durian Kecamatan Jaya Lamno, Acheh Jaya.

Eksesnya:
Mereka menembak 1 personil TNA hingga syahid, Zaini bin Adam, 33 th, Kampung Lam Durian Kecamatan Jaya Lamno, Acheh Jaya, (personil TNA Daèrah I Wilayah Meureuhôm Daya), korban ditembak hingga syahid di rumahnya, korban ditembak tanpa perlawanan, tidak ada senjata atau barang bukti lainnya pada korban, lalu jenazah korban dibawa ke pos TNI di Stasiun Pemancar TVRI di perbukitan Kampung Babah Duwa-Jaya Lamno, Acheh Jaya, kemudian jasad korban dibakar dengan api hingga hangus.

Minggu, 17 Juli 2005 pukul 23:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Risèh Tunong Kecamatan Sawang, Acheh Utara. Pasukan TNA telah berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran. Hingga hari ini, Senin, 18 Juli 2005 pukul 14:00, akibat insiden tersebut dua personil TNA masih kehilangan kontak komunikasi dengan rekannya, personil TNA lainnya selamat dari kepungan dan serangan TNI tersebut.

Senin, 18 Juli 2005.
Sejak hari Minggu, 17 Juli 2005 sampai hari ini, pasukan TNI Marinir gabungan TNI-SGI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Bakaran Batu Kelurahan Cot Bak U Kecamatan Suka Jaya, Sabang, ketika waktu malam mereka mengendap di belakang rumah-rumah masyarakat, akibatnya masyarakat menjadi ketakutan.

Senin, 18 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Kosrad Yon 511/Badak Hitam pos di Kampung Jeungki-Peureulak Timu, Acheh Timur, di bawah pimpinan Lettu. Leo Simanjuntak melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Aluë Rambông Kampung Punti-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menganiaya dan mengancam seorang warga sipil, Yusri bin Arsyin, 30 th, warga Kampung Punti-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban dianiaya dan diancam akan ditembak jika dalam tempo seminggu tidak bisa menyerahkan seorang anggota TNA dan sepucuk senjata kepada pihak TNI tersebut, akibatnya korban sekarang berada dalam ketakutan dan trauma.

Senin, 18 Juli 2005 pukul 13:00.
Ratusan personil TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Kuta Piadah-Seunudôn, Acheh Utara.

Senin, 18 Juli 2005.
Sekitar 70 personil pasukan TNI Yon 403 pos di Kampung Aluë Udeuëng-Peusangan, Bireuën, memaksa masyarakat untuk menyediakan atap (daun Rumbia) sebanyak 50 lembar tiap kampung, diantaranya Kampung Mè Rayek, Aluë Udeuëng, Uteuën Bunta, Paya Reuhat, Blang Geulanggang, Tanoh Mirah, Aluë Punoë, Seuneubôk Rawa, Paya Abô, Palôh, Paya Meunèng, Paya Lipah, Blang Rambông, Cot Ijue, Cot Bukét dan Cot Girék Kecamatan Peusangan, Bireuën. Daun Rumbia tersebut digunakan sebagai atap markas TNI di Kampung Aluë Udeuëng, di markas tersebut akan ditempatkan sebanyak 600 personil TNI.

Senin, 18 Juli 2005, sejak pagi.
Pasukan TNI Kostrad Yon 330/Kujang (Komandan pos bernama Lettu Baihoky) pos di Kampung Bukét Pelawi-Darul Ikhsan, Acheh Timur, gabungan 6 tim pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Lhôk Meureuë, Kampung Lhôk Alam, Kampung Lhôk Leumak, Kampung Seuneubôk Acheh, Kampung Kulam dan Kampung Seuneubôk Teungoh Kecamatan Darul Ikhsan, Acheh Timur. Sekitar pukul 15:00, pasukan TNI gabungan tersebut mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Idi Kuta Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di Kampung Lhôk Meureuë-Darul Ikhsan, Acheh Timur, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung sekitar 40 menit. Pasukan TNA semuanya selamat. Berdasarkan informasi di lapangan, 1 personil TNI tewas, identitasnya diketahui bernama Serda. Teten.

Eksesnya:
Pasukan TNI terus ditambahkan untuk melakukan penyisiran dan meningkatkan operasi militer di kawasan itu, mereka melepaskan tembakan-tembakan secara membabi-buta ke segala arah, karena frustasi ada rekannya yang tewas, pasukan TNI dengan sengaja menembak 3 warga sipil hingga tewas, dan seorang lainnya ditangkap, korban masing-masing:
1. Salahuddin bin Ismail, 32 th, warga Kampung Kuta Barô-Idi Tunong, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
2.Muslem bin Zakaria, 27 th, warga Kampung Keutapang Mamèh-Idi Rayek, Acheh Timur, pekerjaan: Petani.
  (Kedua korban ditembak hingga tewas di Kampung Lhôk Meureuë).
3.Saiful bin Abu Bakar, 26 th, warga Kampung Pulo Blang-Darul Ikhsan, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban ditembak hingga tewas di Kampung Seuneubôk Teungoh.

(Ketiga korban ditembak hingga tewas karena memiliki KTP yang berbeda alamat dengan kampung dimana korban berada saat itu. Adalah suatu kebiasaan bagi pasukan TNI jika ada warga yang memegang KTP berbeda dengan alamat saat dimana korban sedang berada, maka warga tersebut akan dituduh sebagai anggota TNA/GAM, dengan tanpa pemeriksaan dan pembuktian warga tersebut langsung ditembak hingga tewas, padahal warga hanya pergi ke kampung lainnya untuk keperluan berdagang atau hanya untuk keperluan membezuk keluarga atau saudaranya yang sakit).
4. Sabri bin Jali, 20 th, warga Kampung Lhôk Meureuë-Darul Ikhsan, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, korban ditangkap, lalu dibawa dan ditahan di pos TNI Kostrad Yon 330/Kujang di Kampung Bukét Pelawi-Darul Ikhsan, Acheh Timur, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

Senin, 18 Juli 2005 pukul 22:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Meunasah Blang Panté (Panté Kiroë) Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara. Belum ada laporan selanjutnya. Pasukan TNI terus ditambahkan untuk meningkatkan operasi militer di kawasan itu. (sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah Blang Panté telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).

 End of report.

--------------------------