|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (19 Juli 2005).
Minggu, 17 Juli 2005
pukul 14:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Blang Sapek-Seunagan, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Suwak
Bili-Seunagan, sampai ke Kampung Simpang Peuët Kecamatan Kuwala Kabupaten
Nagan Raya.
Minggu, 17 Juli 2005
pukul 22:00.
Personil Brimob pos di Kampung Meunasah Gunci, Paya Bakông Kecamatan
Matang Kuli, Acheh Utara, menjual 1 pucuk senjata laras panjang kepada
kelompok Milisi BARANTAS di kampung setempat, senjata tersebut dijual
seharga Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Untuk menutupi kesalahan dan
menghindari hukuman dari atasannya, lalu pihak Brimob melakukan propaganda
seolah-olah senjata tersebut dirampas oleh pihak GAM, kemudian pasukan
Brimob melakukan operasi ofensif mulai dari Keudè Paya Bakông sampai ke
Kampung Panté Kiroë Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara. (sekarang dalam
struktur teritorial penjajah RI, Meunasah Gunci dan Panté Kiroë telah
menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Paya Bakông, Acheh Utara).
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari senjata tersebut, pasukan Brimob menganiaya
sejumlah warga sipil hingga cidera ringan dan cidera berat.
Senin, 18 Juli 2005.
(Updated).
Sejak hari Minggu, 17 Juli 2005 sampai hari ini, pasukan TNI Marinir
gabungan TNI-SGI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM
ke kawasan Kampung Bakaran Batu Kelurahan Cot Bak U Kecamatan Suka Jaya,
Sabang, ketika waktu malam mereka mengendap di belakang rumah-rumah
masyarakat, akibatnya masyarakat menjadi ketakutan.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
menggeledah 1 unit rumah warga sipil milik Khairul bin A. Jalil, warga
Kampung Kampung Bakaran Batu Kelurahan Cot Bak U Kecamatan Suka Jaya,
Sabang.
Senin, 18 Juli 2005 pukul
12:25.
Pasukan gabungan (TNI Yon 303/Tengkorak Putih dan TNI Makoramil Samadua,
Acheh Selatan) mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan
ke arah posisi defensif (Kamp) pasukan TNA Daèrah I Wilayah Lhôk Tapak
Tuwan di Gunong Kabuët Kampung Lubuëk Layu-Samadua, Acheh Selatan,
akibatnya 3 personil TNA/GAM syahid, korban masing-masing:
1. Nurzan bin Limi, 26 th, personil TNA Daèrah I
Wilayah Lhôk Tapak Tuwan.
2. Sabar bin Amir 26 th, personil Béntara Militer (Polisi Militer) Daèrah
I Wilayah Lhôk Tapak Tuwan.
3. Bujang bin Udin, 30 th, personil Béntara (Polisi) Daèrah I Wilayah Lhôk
Tapak Tuwan.
Eksesnya:
Pasukan TNI tersebut juga menembak 2 warga sipil hingga tewas (seorang
perempuan dan seorang anak usia di bawah umur), korban masing-masing:
1. Yus binti Hasan, 34 th,
2. Aldi bin Bustamam, 10 th,
Senin, 18 Juli 2005 pukul
13:30.
Pasukan TNI Yon 303/Tengkorak Putih mengepung dan menyerang dengan
melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif (Kamp) pasukan TNA
Sagoë Tapak Tuwan Daèrah II Wilayah Lhôk Tapak Tuwan di kawasan Gunong
Tuwan Kecamatan Tapak Tuwan, Acheh Selatan (3 Kilometer jaraknya dengan
perkampungan penduduk atau dari Kota Tapak Tuwan), akibatnya 2 personil
TNA syahid, korban masing-masing:
1. Arjun bin Aminuddin, 28 th, Jabatan: Wakil Panglima TNA Sagoë Tapak
Tuwan Daèrah II Wilayah Lhôk Tapak Tuwan, syahid.
2. Muzakir bin Lolo, 25 th, personil TNA Sagoë Tapak Tuwan Daèrah II
Wilayah Lhôk Tapak Tuwan, syahid.
3. Efan, 23 th, personil TNA Sagoë Tapak Tuwan Daèrah II Wilayah Lhôk
Tapak Tuwan, luka tembak.
4. Kasman, 27 th, personil TNA Sagoë Tapak Tuwan Daèrah II Wilayah Lhôk
Tapak Tuwan, luka tembak.
Satu pucuk senjata AK-45 milik TNA dirampas oleh pasukan TNI, menurut
informasi di lapangan, 3 personil TNI tewas.
Selasa, 19 Juli 2005
pukul 08:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam pos gabungan (pos di Dusun Bukét
Jrat Kampung Jeungki, pos di Kampung Kruët Lintang, pos di Kampung Paya
Meuligoë dan pos di Bukét Telkom Aluë Niréh Kecamatan Peureulak Timu,
kemudian pos di Balai Desa Keudè peureulak Teungoh dan 8 tim TNI Kostrad
Yon 511 lainnya), kemudian TNI Kavaleri pos gabungan (pos di Kampung Aluë
Nibông dan pos di Kampung Seuneubôk Pidië Kecamatan Peureulak Teugoh),
kemudian pasukan SGI pos di Keudè Aluë Niréh Kecamatan Peureulak Timu, dan
TNI Parako/Kopassus pos di Kampung Kruët Lintang melakukan operasi militer
untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke Dusun Bukét Jrat Kampung Jeungki,
Kampung Kruët Lintang, Dusun Aluë Ôn Kampung Babah Kruëng, Lorong Teladan
1 - 5 Kampung Seuneubôk Lapang dan Tualang Paténg Kecamatan Peureulak
Timu, kemudian Dusun Aluë Rambông Kampung Punti, Dusun Aluë Parang Kampung
Dama Tutong, Aluë Nibông, Paya Gajah Aluë Dua, Bandrong, Dusun Blang
Seuneubôk Kampung Tualang, Paya Meuligoë, Lhôk Paya, Pala dan Paya Kaluë
Kecamatan Peureulak Teungoh Kabupaten Acheh Timur.
Selasa, 19 Juli 2005
pukul 09:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Pu-uëk dan TNI pos di Kampung Cot Preh
Kecamatan Kuta Barô, Acheh Besar, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke kawasan Cot Keu-euëng Kecamatan Kuta Barô, Acheh Besar.
Selasa, 19 Juli 2005
pukul 09:00.
Aparat SGI pos di Markas Polisi Militer Sabang, menganiaya 2 warga sipil
hingga cidera ringan, korban masing-masing:
1. Safwan bin Juned, 29 th,
2. Taufik bin Abdul Gani, 22 th,
Keduanya warga Kampung Bakaran Batu Kelurahan Cot Bak U Kecamatan Suka
Jaya, Sabang, saat melapor ke pos SGI tersebut keduanya dianiaya dengan
cara dipukul dan disuruh melakukan push-up hingga tangannya terkilir.
Keduanya diwajibkan melapor 2 hari dalam seminggu (hari Selasa dan Sabtu)
ke pos SGI di Markas Polisi Militer di Sabang.
Selasa, 19 Juli 2005
pukul 13:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Meunasah Reungkam dan Meunasah Keutapang Kecamatan Matang Kuli,
Acheh Utara, mereka melakukan pengendapan untuk menunggu anggota TNA/GAM
pulang ke rumahnya.
End of report.
-------------------------- |
|