|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (22 Juli 2005).
Sabtu, 16 Juli 2005 pukul
10:00.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Tanjông Seulamat-Peudada, Bireuën,
dengan alasan untuk mendeteksi anggota TNA/GAM, mereka memeriksa semua
Kartu Keluarga (KK) masyarakat di kampung tersebut, warga juga
diintimidasi karena dituduh melindungi anggota TNA/GAM, akibatnya warga
menjadi ketakutan.
Senin, 18 Juli 2005.
(Updated).
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Kenawat Kecamatan Laut Tawar, Acheh Tengah.
Eksesnya:
Mereka menangkap 2 anggota GAM dan seorang warga sipil perempuan,
masing-masing:
1. Azhardi, 26 th,
2. Basili, 21 th,
3. Jarnasih, 54 th, (ibu daripada kedua korban).
Keduanya anggota GAM Wilayah Linge, ditangkap tanpa perlawanan, tidak ada
senjata atau barang bukti lainnya pada kedua korban, lalu dibawa bersama
pasukan TNI tersebut. Kemudian Jarnasih dijemput paksa ke rumahnya oleh
pihak TNI Makodim Acheh Tengah, sekarang ketiga korban ditahan dan disiksa
di Makodim Acheh Tengah, ketiga korban dipaksa untuk menunjukkan
keberadaan ayah/suaminya yang kini masih bergerilya di hutan.
Kamis,
21 Juli 2005.
Pasukan Brimob pos di Montasik, Acheh Besar, melakukan pemerasan terhadap
masyarakat penambang Pasir di sungai di Kampung Reudeuëp dan Kampung Lam
Mè Kecamatan Montasik, Acheh Besar, dalam setiap Sampan diminta uang
secara paksa sebanyak Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).
Akibatnya para penambang pasir menjadi sangat resah.
Kamis,
21 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 320 (Komandan Kompi bernama Simbolon) melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Lam Teuba Kecamatan
Seulimuem, Acheh Besar.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil hingga cidera ringan, korban
masing-masing:
1.Idris bin M. Yunus, 17 th,
2. M. Yunus, 45 th,
3. Amir bin Yakob, 25 th,
4. Marwan, 42 th,
5. Adam Cami bin Ridwan, 22 th,
6. Abdul Muthalleb, 22 th,
7. Adi bin Muktar, 30 th,
8. Sanusi bin Ibrahim, 32 th,
9. Marzuki bin Usman, 28 th,
10. Yunus, 53 th,
11. Fakri, 31 th,
12. Hendri, 17 th,
13. Raubani bin Adam, 51 th,
14. Muhib bin Saleh, 17 th,
Semuanya warga Kampung Meurah, Lam Teuba Kecamatan Seulimuem, Acheh Besar,
semua korban dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota
TNA/GAM.
Kamis,
21 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 302/Siliwangi mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Wilayah Linge di
Kampung Nosar Kecamatan Laut Tawar, Acheh Tengah. Tidak ada korban di
pihak TNA.
Kamis,
21 Juli 2005 pukul 11:00. (Updated).
Pasukan TNI bersama seorang desertir GAM, melakukan operasi ofensif ke
Kampung Ladang Neubôk Kecamatan Blang Pidië, Acheh Barat Daya.
Eksesnya:
Mereka menangkap 1 anggota GAM, Nazar, 26 th, Kampung Ladang Neubôk-Blang
Pidië, Acheh Barat Daya, Jabatan: Ke-uwanggan GAM Sagoë Gunong Teungku
Daèrah II Wilayah Blang Pidië, korban ditangkap di kampung setempat, tanpa
perlawanan, tidak ada senjata atau barang bukti lainnya pada korban, lalu
dibawa bersama pasukan TNI tersebut, kemudian ditahan di Makoramil Blang
Pidië, Acheh Barat Daya, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Kamis,
21 Juli 2005.
Pasukan gabungan (TNI Yon 321, TNI Yon 302 dan Brimob) melakukan operasi
militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM secara menyeluruh di
Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Acheh Tengah.
Kamis,
21 Juli 2005 pukul 17:00.
Aparat SGI pos di Keudè Geudông-Samudra, Acheh Utara, melakukan operasi
ofensif ke Kampung Meunasah Rayek Jawa-Syamtalira Bayu, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, M. Daud bin Insya, 37 th, warga
Kampung Meunasah Rayek Jawa-Syamtalira Bayu, Acheh Utara, korban dibawa
bersama aparat SGI, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan
keberadaannya.
Kamis,
21 Juli 2005, malam.
Aparat SGI pos di Lhôksukôn, Acheh Utara, melakukan operasi ofensif ke
Kampung Ulèë Barat Kecamatan Lhôksukôn, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik 3 warga sipil, korban masing-masing:
1. Sulaiman bin Tgk. Mahmud, 50 th,
2. Arifin bin Tgk. Mahmud, 46 th,
3. Abdul Kadir bin Abdul Mutaleb, 24 th,
Ketiga korban adalah warga Kampung Ulèë Barat Kecamatan Lhôksukôn, Acheh
Utara, ketiganya diculik di rumah masing-masing, lalu dibawa bersama
aparat SGI tersebut, kemudian pada hari Jum’at, 22 Juli 2005 sore, salah
seorang korban telah di bunuh dan dibuang mayatnya di jalan Kampung
Bintang Hu Kecamatan Lhôksukôn, Acheh Utara.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 07:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511 (Komandan pos bernama Lettu. Leo Simanjuntak)
pos di Kampung Jeungki Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë Rambông Payông
Daèrah I Peureulak Wilayah Peureulak di Dusun Aluë Rambông Kampung Punti
Kecamatan Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menggerebek, menggeledah rumah, serta menganiaya dan mengancam
pemiliknya, Rubiah binti Saleh, 45 th, warga Kampung Punti Kecamatan
Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, status: Janda beranak
3, semua isi rumahnya diobrak-abrik dan sebagian isi rumahnya dihancurkan,
korban dituduh melindungi anggota GAM, lalu dianiaya dengan cara ditampar
dan korban diancam akan dianiaya lebih berat lagi jika TNI mengetahui
keberadaan anggota GAM di kampung setempat.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 07:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam gabungan pos (pos di Kampung
Jeungki Kecamatan Peureulak Timu, pos di Kampung Paya Meuligoë dan pos di
Kampung Keudè Peureulak Kecamatan Peureulak Teungoh) dan sekitar 6 tim TNI
Kostrad Yon 511 lainnya melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM Sagoë Rambông Payông, Peureulak Kuta dan Bandar
Khalifah Daèrah I Peureulak Wilayah Peureulak di Dusun Aluë Rambông
Kampung Punti, Dusun Mbôt-Mbôt Kampung Aluë Nibông, Kampung Paya Gadjah
Aluë Dua, Kampung Lhôk Paya, Kampung Bukét Pala dan Kampung Bandrong
Kecamatan Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 07:30.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam gabungan pos (pos di Kampung Aluë
Bugéng dan pos di Kampung Aluë Guréb Kecamatan Peureulak Timu, Acheh
Timur) melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM
Sagoë Bentara Daèrah I Peureulak Wilayah Peureulak di sekitar perbukitan
Kampung Aluë Guréb, Kampung Bukét Meuriam, Kampung Aluë Bugéng dan Kampung
Seuneubôk Punti Kecamatan Peureulak Timu, Acheh Timur.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 07:30.
Sebanyak 6 tim pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Dusun Paténg
Seuribèë Kampung Panté Labu Kecamatan Panté Bidari, gabungan 14 tim TNI
Yon 131 pos di Cluster ExxonMobil Tanah Merah, Langkahan Kecamatan Jambô
Ayé, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM Sagoë Blang Seunong, Kuta Bulôh dan Panté Bidari Daèrah II Simpang
Ulim Wilayah Peureulak di sekitar perbukitan/hutan rimba di Kampung Panté
Labu dan Kampung Blang Seunong Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur.
Pasukan TNI gabungan tersebut melakukan operasi militer mulai dari Kampung
Pasir Putih (perbatasan Kabupaten Acheh Tengah dengan Kabupaten Acheh
Timur) sampai ke kawasan tersebut di atas.
Eksesnya:
Semua warga petani di kawasan itu dilarang membawa bekal makanan saat
bekerja di kebun, para tukang RBT (ojek) serta pedagang asongan diperiksa
secara intensif. Hal ini bertujuan untuk memblokir logistik GAM, bahkan
sebanyak 4 personil TNI ditempatkan di tiap-tiap rumah warga di kawasan
itu, akibatnya warga menjadi sangat resah.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 07:30.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Beurandéh Kecamatan Manyak
Payéd, Acheh Timur, gabungan 5 tim TNI Yon 08 Marinir lainnya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë Manyak Payéd
Daèrah III Langsa Wilayah Peureulak di kawasan rawa-rawa, sungai dan
hutan-hutan Bakau di sekitar Kampung Beurandéh-Manyak Payéd, Acheh Timur.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 07:55.
Pasukan TNI membuat sejumlah pos baru, masing-masing:
1. TNI Yonif 410 membuat pos baru di Sekolah Dasar (SD) di Kampung
Meunasah Reungkam Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.
2. TNI Yonif 113 membuat pos baru di kebun Tembakau milik masyarakat di
Kampung Meunasah Reungkam Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.
3. TNI Yonif 410 membuat pos baru di PUSKESMAS di Kampung Meunasah Kruëng
Krèh Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.
4. TNI Yonif 113 membuat pos baru di kebun Sawit PIR di Kampung Meunasah
Keutapang.
Puluhan personil TNI ditempatkan di masing-masing pos baru tersebut,
akibatnya warga menjadi sangat resah.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan Brimob kembali ditambahkan ke Acheh, sebanyak 1 unit Kapal pasukan
Brimob mendarat di pelabuhan Malahayati Kruëng Raya Kecamatan Mesjid Raya,
Acheh Besar.
Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 09:30.
Pasukan TNI Yon 05 Marinir dan TNI Yon 07 Marinir melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan pertambakan di Kampung
Matang Sijuëk sampai ke kemukiman Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka mengintimidasi para petani tambak di kawasan itu karena tidak
mengetahui keberadaan anggota TNA/GAM.
Jum’at, 22 Juli 2005. (diterima informasi).
Saat ini, Komandan TNI Makodim (Dandim) Acheh Tengah (Letkol. Inf.
Yakraman Yagus) masuk ke kampung-kampung untuk menekan keuchik-keuchik
agar merahasiakan instruksinya yang dikeluarkan pada masa Darurat Militer
II yang memerintahkan uang subsidi kepada keuchik-keuchik supaya
diserahkan untuk membeli senjata-senjata rakitan, kemudian semua keuchik
juga dipaksa menekan semua masyarakat supaya merahasiakan instruksi Dandim
tersebut.
Jum’at, 22 Juli 2005.
Sejak masa Darurat Militer sampai sekarang, pasukan TNI yang bertugas di
Kabupaten Acheh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, masih memalak para
petani Kopi sebanyak Rp. 100 (seratus rupiah) per bambu (2 liter), Jernang
Rp. 2.000/Kg (dua ribu rupiah per Kilogram), ikan kering tangkapan dari
sungai Rp. 2.000/Kg (dua ribu rupiah per Kilogram), Tembakau Rp. 20.000/Kg
(dua puluh ribu rupiah per Kilogram), Palawija Rp. 50.000 (lima puluh ribu
rupiah) per pos TNI/Polri di jalan Bireuën - Takengon, hasil Palawija
rakyat Rp. 100 (seratus rupiah) per Kilogram, pajak penjualan Kerbau Rp.
500.000 (lima ratus ribu rupiah) per ekor Kerbau, bahkan banyak yang
dicuri oleh pasukan TNI.
Jum’at, 22 Juli 2005.
Ratusan personil TNI masih melakukan operasi militer secara besar-besaran
untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke perkampungan dan kawasan kaki
perbukitan Glé Montasik, Glé Lam Teuba Kecamatan Seulimuëm, Glé Siron
Kecamatan Kuta Cot Glie, Glé Ujông Batèë dan Glé Kruëng Raya Kecamatan
Mesjid Raya, Glé Peukan Bada dan Glé Lhôknga Kabupaten Acheh Besar.
Jum’at, 22 Juli 2005
pukul 17:00.
Pasukan TNI membuat sejumlah pos baru, masing-masing; di Sekolah Dasar
(SD) di Kampung Matang Lawang, POLINDES di Kampung Bungkôk, Kampung
Arôngan Lisé, Kampung Matang Raya, Kampung Bukét Dara Barô dan Kampung
Ujông Dama Kecamatan Baktiya, Acheh Utara. Puluhan
personil TNI ditempatkan pada masing-masing pos tersebut.
End of
report.
-------------------------- |
|