PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (23 Juli 2005).

 Kamis, 21 Juli 2005 pukul 17:00.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan Kruëng Jreuë-Indrapuri, Acheh Besar. Pihak TNA tidak ada korban.

 Kamis, 21 Juli 2005 pukul 22:00.
Aparat TNI Kasi Intel Makodim 0104 Acheh Timur, melakukan operasi ofensif ke pasar Sayur Kota Langsa Kecamatan Langsa Kota, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka menangkap, menganiaya dan menembak seorang warga sipil hingga kritis, Sulaiman bin Achmad, 45 th, warga Kampung Seuneubôk Teupin-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Penjual buah-buahan, korban dituduh membantu GAM, lalu ditangkap, dianiaya dan ditembak di kakinya, kemudian dibawa dan ditahan di Mapolres Acheh Timur, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

 Jum’at, 22 Juli 2005 pukul 08:00. (Updated).
Pasukan Brimob kembali ditambahkan ke Acheh, sebanyak 1 unit Kapal (sekitar 600 personil) pasukan Brimob mendarat di pelabuhan Malahayati Kruëng Raya Kecamatan Mesjid Raya, Acheh Besar.

 Jumat, 22 juli 2005 pukul 16:30.
Sebanyak 15 unit truk Reo pasukan TNI ditambahkan untuk meningkatkan operasi militer mencari anggota/markas TNA/GAM, masing-masing; 3 unit truk Reo diturunkan di Kawasan Bukét Gajah, 2 unit truk Reo di Kampung Rayek Jawa dan 10 unit truk Reo di kawasan Kampung Mbang-Syamtalira Bayu, Acheh Utara.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI ditambahkan untuk memperketat dan meningkatkan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan-hutan Blang Aman Kecamatan Lhôksukôn, Acheh Utara.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 08:30.
Sebanyak 8 personil aparat SGI (Parako/Kopassus) pos di Keudè Aluë Niréh-Peureulak Timu, Acheh Timur, dengan menggunakan truk sipil dan menyamar sebagai pedagang asongan/penjual Tilam, mereka melakukan operasi intelijen ke Dusun Mbôt-Mbôt Kampung Aluë Nibông-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka masuk ke dalam rumah-rumah warga secara paksa, lalu mendesak warga supaya membeli barang yang dijual oleh aparat SGI tersebut, dan menanyakan keberadaan anggota TNA/GAM, akibatnya warga menjadi sangat resah.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 08:30.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir (Komandan pos bernama Bambang F) pos di Kampung Aluë Bu Jalan-Peureulak Barat, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Paya Beunòt, Dusun Matang Barô dan Dusun Matang Naleuëng Kampung Aluë Bu Jalan Kecamatan Peureulak Barat, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka meminta uang secara paksa kepada masyarakat di sana, setiap warga diminta uang secara bervariasi, mulai Rp. 5.000 – 200.000 (lima ribu rupiah hingga dua ratus ribu rupiah) dengan alasan untuk biaya memperingati hari ulang tahun RI ke-60, pasukan TNI juga mengancam warga jika tidak memberikan uang yang ditentukan jumlahnya tersebut, maka akan dituduh sebagai GAM, akibatnya warga menjadi sangat resah karena rata-rata warga di sana adalah warga miskin, tidak sanggup memenuhi permintaan TNI tersebut.

 Sabtu, 23 juli 2005.
Mulai hari ini, pasukan TNI memerintahkan melalui keuchik kepada semua masyarakat di Kecamatan Sawang, Acheh Utara, supaya mengibarkan bendera merah putih (bendera RI) di depan rumah masing-masing. Jika ada warga yang tidak mengibarkannya maka akan dituduh sebagai GAM dan diancam akan diambil tindakan keras.

 Sabtu, 23 juli 2005.
Pasukan TNI masih melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM di seluruh Wilayah Acheh Reyek, dalam setiap kampung di kawasan kaki perbukitan ditempatkan sebanyak 20-50 personil TNI, akibatnya masyarakat menjadi sangat resah dan tidak berani melakukan aktivitas sehari-harinya seperti mencari rezeki ke kebun.

 Sabtu, 23 juli 2005.
Pasukan TNI membuat pos baru masing-masing; di Kampung Aluë Driën Kecamatan Cot Girék kacamatan dan di Kampung Bukét U Kecamatan Lhôksukôn, Acheh Utara. Puluhan personil TNI ditempatkan di masing-masing pos tersebut.

 Sabtu, 23 juli 2005.
Pasukan TNI bersenjata lengkap dan menggunakan ransel di punggungnya gabungan TNI Makoramil Ulèë Glé Kecamatan Makmur, Bireuën, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Matang Kumbang Kecamatan Makmur, Bireuën.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka mengumpulkan semua masyarakat di sana, lalu meminta dan memeriksa KTP masing-masing warga serta menanyakan keberadaan anggota TNA/GAM, sejumlah warga diintimidasi karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM. Kemudian pasukan TNI gabungan tersebut memerintahkan kepada semua masyarakat di kampung setempat bahwa pada hari Minggu, 24 Juli 2005 pagi, supaya membawa Kartu Keluarga (KK) masing-masing dan menyerahkan kepada pihak TNI Makoramil tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

 Sabtu, 23 juli 2005.
Ratusan personil TNI melakukan operasi militer secara besar-besaran untuk mencari anggota TNA/GAM ke perkampungan penduduk diantaranya; Kampung Peranginan, Lawé Gerger, Lengkudu, Seldok, Pemetongan dan Laklak Kecamatan Badar, Acheh Tenggara.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Guhang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ladang Neubôk-Blang Pidië, Acheh Barat Daya.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 (Komandan pos bernama Letda. Agung Praja) pos di Kampung Blang Seuneubôk Kecamatan Indra Makmur, Acheh Timur, gabungan 8 tim TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 lainnya, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA Sagoë Aluë Ië Mirah Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di kawasan Kampung M4 Kemukiman Aluë Ië Mirah Kecamatan Indra Makmur, Acheh Timur. Pasukan TNA telah berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang berlangsung selama 40 menit. Kemudian pasukan TNI juga mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Jambô Balèë 1, di sini pertempuran berlangsung selama 20 menit. Pihak TNA tidak ada korban. Kemudian pasukan TNI terus melakukan penyisiran di kawasan Kampung Jambô Balèë 1, Kampung Nes 1, Kampung M4 dan Kampung Seuneubôk Lubôk Kemukiman Aluë Ië Mirah Kecamatan Indra Makmur, Acheh Timur.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 14:00.
Personil TNI Yon 133 yang bernama Agus (Komandan pos bernama Harahap) pos di Kampung Dayah Mon Ara-Peudada, Bireuën, melakukan operasi ofensif ke Keudè Aluë Rhéng-Peudada, Bireuën.

Eksesnya:
Seorang warga sipil ditembak hingga tewas, Doni Abdul Gani Yusuf, warga Kampung Bukét Paya-Peudada, Bireuën, pekerjaan: Sekretaris Desa (Sekdes) kampung setempat, korban meninggal di Rumah Sakit Dr. Fauziah Bireuën, korban telah dikebumikan di kampung asalnya.

 Sabtu, 23 juli 2005 pukul 15:15.
Pasukan gabungan (TNI Yon 133, TNI Yon 403 dan SGI) pos di Kampung Uteuën Gathom-Peusangan, Bireuën, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Kampung Luëng Kuli sampai ke Kampung Ulèë Jalan-Peusangan, Bireuën, mereka menanyakan keberadaan anggota TNA/GAM kepada setiap warga di sana, sejumlah warga diancam tembak karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM, akibatnya warga menjadi ketakutan dan trauma.

 Sabtu, 23 juli 2005, sejak pagi.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan hutan dan perkampungan penduduk di Kampung Matang Keulayu, Matang Raya Barat, Matang Cut, Aluë Buya, Matang Raya Timu, Pulo Seukè, Aluë Anoë, Aluë Seureudang dan Tanjông Geulumpang Kecamatan Baktiya, Acheh Utara.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggeledah rumah-rumah warga sipil di sana.

End of report.

--------------------------