|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (25 Juli
2005).
Jum'at,
22 Juli 2005 pukul 09:00-11:00.
Pasukan TNI Yon 515/Kostrad pos di
Tangsé, Pidië, mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan
ke arah posisi defensif pasukan TNA di kawasan pergunungan Tangsé, Pidië,
pasukan TNA telah berusaha menghindari agar tidak terjadinya pertempuran,
namun pasukan TNI terus mengejar dan melepaskan tembakan-tembakan ke arah
pasukan TNA, karena tidak dapat menghindari lagi pasukan TNA terpaksa
membalasnya sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi
pertempuran. Dalam insiden tersebut, 1 personil TNA syahid, Khaidir bin
Azhar, 26 th, Kampung Pulô Kawa-Tangsé, Pidië (personil TNA Sagoë Tangsé
Daerah II Wilayah Pidië). Menurut informasi di lapangan, 2 personil TNI
luka-luka parah.
Eksesnya:
Masyarakat setempat tidak berani
melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya sehingga tanaman
masyarakat menjadi terlantar.
Sabtu, 23
Juli 2005 pukul 16:20.
Pasukan TNI Yon 303 mengepung dan menyerang dengan melepaskan
tembakan-tembakan ke arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Lawé
Sawah-Kluët Timu, Acheh Selatan, pasukan TNA telah berusaha menghindari
agar tidak terjadinya pertempuran, namun pasukan TNI terus mengejar dan
melepaskan tembakan-tembakan ke arah pasukan TNA, karena tidak dapat
menghindari lagi pasukan TNA terpaksa membalasnya sebagai upaya
mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran, akibatnya 1 personil
TNA syahid, Suharman, 25 th, personil TNA Daèrah III Wilayah Lhôk Tapak
Tuwan. Menurut informasi di lapangan, 2 personil TNI tewas.
Minggu,
24 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 303 membuat 3 unit pos baru, masing-masing; 1 unit pos di
Kampung Paya Ateuëk, 1 unit pos di Kampung Lhôk Sialang Cut Kecamatan Pasi
Raja, dan 1 unit pos di Kampung Gunong Pulo Kecamatan Kluët Utara
Kabupaten Acheh Selatan.
Minggu,
24 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yonif 712 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Simpang Lhèë Minggu-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Amren bin
Yusuf, 34 th, warga Kampung Simpang Lhèë Minggu-Kuta Makmur, Acheh Utara.
Minggu,
24 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 743 membuat 1 unit pos baru di Kampung Labô Adang
Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië, mereka memaksa semua masyarakat di Kemukiman
Truséb supaya hadir ke lokasi dibangun pos baru TNI tersebut, masyarakat
dipaksa bekerja membersihkan tempat dan membangun pos TNI di sana.
Instruksi ini telah diumumkan pada 23 Juli 2005 pukul 16:00, masyarakat
diancam akan dijemput ke rumahnya jika tidak hadir ke lokasi dibangun pos
TNI tersebut. Sebagian masyarakat di Kemukiman Truséb-Tiro, Pidië telah
keluar dari kampung halamannya pergi ke tempat lainnya untuk menghindari
pemaksaan itu.
Minggu, 24 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Keudè Asan-Peusangan, Bireuën, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cubrék, Kruëng
Beukah, Blang Pala dan Blang Cut Kecamatan Peusangan, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menculik 3 warga sipil, korban masing-masing:
1. Maimun bin Cut Amad, 18 th,
2. Johan bin Muhammad, 19 th,
3. Hasnawi bin Muhammad, 17
th,
Ketiga korban adalah warga Kampung Blang Cut Kecamatan Peusangan,
Bireuën, diculik dan dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang
tidak diketahui nasibnya.
Minggu, 24 Juli 2005 pukul 15:00.
Aparat SGI pos di Jangka, Bireuën, melakukan operasi ofensif ke Kampung
Meunasah Nibông-Peusangan, Bireuën.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Bukhari bin Tgk. Bén, 35 th, warga
Kampung Meunasah Nibông-Peusangan, Bireuën, pekerjaan: Petani, korban
dibawa dan sekarang ditahan di Makoramil Matang Geulumpang Dua-Peusangan,
Bireuën, tidak diketahui nasibnya.
Minggu, 24 Juli 2005 pukul 22:35.
Pasukan TNI Yonif 143 pos di Kampung Ingin Jaya-Kuwala Batèë, Acheh Barat
Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Kruëng Batèë-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya.
Eksesnya:
Mereka menembak 2 warga sipil (suami-isteri) hingga tewas, korban
masing-masing:
1. Siam bin Sidin, 45 th,
2. Nurmala binti Baron, 38 th,
Keduanya warga Kampung Kruëng Batèë-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya,
keduanya ditembak hingga tewas di depan rumahnya.
Minggu, 24
Juli 2005. (diterima informasi).
Pihak TNI telah mencetak stiker yang bertuliskan kalimat permusuhan dan
penghinaan terhadap GAM, bunyi kalimat tulisan di stiker tersebut yaitu:
"SEPARATIS GAM MUSUH KU, HASAN TIRO PENGKHIANAT BANGSA KU, NKRI BANGSA
KU." Pihak TNI menjual stiker-stiker tersebut kepada para pengguna jalan
raya yang menggunakan kenderaan roda dua dan mobil, stiker tersebut juga
disuruh tempel/pasang pada setiap kenderaan roda dua dan mobil.
Minggu-Senin, 24-25 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 511 membuat 2 unit pos baru di Kampung Jeungki-Peureulak
Timu, Acheh Timur, puluhan personil TNI ditempatkan di masing-masing pos
tersebut.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 07:20.
Sebanyak 1 Bataliyon
pasukan TNI masih melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM
di Kampung Kenawat, Kampung Toweren, Kampung Nosar dan Kampung bintang
Kecamatan Laut Tawar, Acheh Tengah.
Senin, 25
Juli 2005 pukul 08:00.
Sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI ditambahkan untuk meningkatkan
operasi militer mencari anggota/markas TNA/GAM ke Kampung Mbang-Syamtalira
Bayu, Acheh Utara, total jumlah pasukan TNI yang sedang melakukan operasi
militer di kawasan itu adalah sebanyak 19 unit truk Reo.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 133
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Paya
Lipah dan Paya Meunèng Kecamatan Peusangan, Bireuën, kemudian TNI Yon 403
gabungan TNI Yon 406 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Suwak dan Kampung Lhôk Tanjông Kecamatan Peusangan,
Bireuën.
Senin, 25
Juli 2005 pukul 08:30.
Sebanyak 200 personil
TNI Yon 133 dan TNI Yon 312 bersenjata lengkap dan menggunakan ransel di
punggungnya melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Jaba barat dan Kampung Cot Kruët Kecamatan Pedada, Bireuën.
Senin, 25
Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Kruëng
Kreng-Matang Kuli, Acheh Utara, melakukan pemerasan terhadap masyarakat,
mereka meminta uang secara paksa sebanyak Rp. 70.000 (tujuh puluh ribu
rupiah) dalam tiap-tiap kampung di kawasan itu, mereka mengatakan bahwa
akan membangun kamp baru yang lokasinya di jembatan gantung di kampung
setempat, uang tersebut katanya untuk keperluan membeli tenda. Berikut
kampung-kampung yang telah dimintai uang, diantaranya; Kampung Pangè,
Meunasah Bungong, Glumpang, Kruëng Krèh, Meunasah Rata, Meunasah Triëng,
Reungkam, Keutapang dan Bili Barô Kecamatan Matang Kuli, Acheh Utara.
Pasukan TNI tersebut juga memaksa warga yang melakukan jaga malam di
setiap pos penjagaan di kampung-kampung sekitar pos TNI tersebut supaya
menyediakan/membawa kayu bakar untuk keperluan pasukan TNI.
Senin, 25
Juli 2005, sejak pagi.
Pasukan TNI memaksa masyarakat di Kampung Proyek-Kuta Makmur, Acheh Utara,
untuk ikut bersama pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM di kawasan itu, mereka memaksa masyarakat sipil
untuk berjalan di garis depan sebagai tameng hidup dengan tujuan jika
terjadi pertempuran dengan pasukan TNA, maka masyarakat sipil di garis
depan inilah yang pertama akan menjadi korban.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 09:30.
Pasukan TNI Yon 511 gabungan pos (pos di Kampung Jeungki, pos di Kampung
Babah Kruëng dan pos di Bukét Telkom Aluë Niréh Kecamatan Peureulak Timu,
Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Dusôn Aluë Rambông Kampung Punti Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka memaksa para agen Sawit untuk membayar upeti kepada pasukan TNI
tersebut sebanyak Rp. 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) per
bulan, jika para agen Sawit di sana tidak memberikan upeti kepada pasukan
TNI tersebut, maka diancam akan ditangkap. Akibatnya para petani mengeluh
dan menjadi resah karena para agen Sawit terpaksa menurunkan harga beli
sawit dari para petani, sehingga penghasilan para petani menjadi
berkurang.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 09:30.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif pasukan TNA di Kampung Blang Raleuë, Simpang Keuramat
Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara. Akibatnya 1 personil TNA syahid, Munir
bin Abbas, 27 th, Kampung Meunasah Aluë Lim Kecamatan Blang Mangat, Acheh
Utara (personil TNA Daèrah II Wilayah Samudra Pasè), pasukan TNI merampas
1 pucuk senjata GLM dari tangan korban.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 14:05.
Sebanyak 8 personil TNI Yon 406 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Bukét Sudan-Peusangan, Bireuën.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
menggeledah rumah warga sipil milik M. Ali, warga Kampung Seuneubôk Bukét
Sudan-Peusangan, Bireuën, pasukan TNI juga menembak-nembak di dalam rumah
korban, akibatnya koban menjadi ketakutan dan trauma.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 16:45-17:05.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif (markas) pasukan TNA di Glé (bukit) Lampasi-Darul
Imarah, Acheh Besar, akibatnya 2 personil TNA syahid dan 1 personil
ditangkap, korban masing-masing:
1. Muhammad bin Samidan, 30 th, Kampung Peuniti, Banda Acheh, Jabatan:
Komandan Opurasi TNA Daèrah III Kuta Radja Wilayah Acheh Rayek, syahid.
2. Muksin bin Amin, 33 th, Kampung Lamcot-Darul Imarah, Acheh Besar,
(personil TNA Daèrah III Kuta Radja Wilayah Acheh Rayek), syahid.
3. Hadjri bin Zulkifli, 28 th, Kampung Kruëng Raya-Mesjid Raya, Acheh
Besar, (personil TNA Kompi B Daèrah IV Peukan Bada Wilayah Acheh Rayek),
korban ditangkap, disiksa dan dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai
sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Pasukan
TNI menjarah 1 pucuk senjata Pistol Cold-38 milik TNA. Kemudian pasukan
TNI/Brimob bantuan melakukan penyisiran ke sekitar lokasi kejadian.
Senin,
25 Juli 2005 pukul 19:00.
Pasukan TNI Yon 614 pos di Kampung Blang Sirèn-Matang Kuli, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot
Sirèn-Matang Kuli, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik 4 warga sipil (seorang diantaranya perempuan), korban
masing-masing:
1. Rahmatillah binti Nasruddin, 22 th,
2. Usman bin Tgk. Daud, 60 th,
3. Ismail bin Tgk. Bén, 58 th,
4. Geusyik Hanafiah, 45 th,
Keempat korban adalah warga Kampung Cot Sirèn-Matang Kuli, Acheh Utara,
keempat korban dibawa dan ditahan di pos TNI tersebut, sampai sekarang
tidak diketahui nasibnya.
End of
report.
-------------------------- |
|