|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (26 Juli
2005).
Senin, 25 Juli 2005 pukul 07:30.
Sebanyak 8 tim pasukan TNI Yon 07 Marinir dan TNI Yon 05 Marinir melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë Madat Daèrah II
Simpang Ulim Wilayah Peureulak di kawasan sungai-sungai, rawa-rawa dan
pertambakan di Kampung Abeuëk Geulanteuë-Madat, Acheh Timur.
Senin, 25 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 pos di Kampung Teupin Batèë-Panté
Bidari, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM Sagoë Panté Bidari Daèrah II Simpang Ulim Wilayah
Peureulak di Kampung Aluë Mirah, Kampung Bukét, Kampung Bukét Batee
Kecamatan Panté Bindari, Acheh Timur.
Senin, 25 Juli 2005 pukul
08:05-11:30.
Sebanyak 120 orang (laki-laki dan perempuan) keluarga daripada anggota
TNA/GAM di Kecamatan Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya, mereka telah
diwajibkan melapor selama 1 tahun pada setiap hari Senin ke Makoramil
Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya, saat melaporkan diri ke Makoramil
tersebut, mereka semuanya disiksa hingga cidera berat dan cidera ringan,
seorang diantaranya; Tgk. Din bin Jumat, 42 th, warga Kampung Kruëng
Batèë-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya, dipukul hingga cidera berat (patah
pinggangnya), dan lainnya dipukul hingga cidera ringan, luka-luka dan
banyak yang jatuh pingsan, kemudian kaum perempuan direndam ke dalam got
(air parit) selama 2 jam, semua keluarga daripada anggota TNA/GAM tersebut
mengalami ketakutan dan trauma berat.
Senin, 25 Juli 2005 pukul 08:30.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 nenambah 1 unit pos baru di Kampung
Panté Rambông-Panté Bidari, Acheh Timur, semua masyarakat di kampung
setempat dipaksa untuk membangun pos dan membuat benteng di sekelilingnya.
Akibatnya masyarakat tidak bisa mencari rezeki karena dipaksa datang dan
bekerja membangun pos TNI tersebut.
Senin, 25 Juli 2005 pukul 08:30.
Pasukan TNI Yon 07 Marinir (Komandan pos bernama Heru) pos di Kampung
Bantayan-Simpang Ulim, Acheh Timur, melakukan pemerasan terhadap
masyarakat di kampung setempat, tiap-tiap warga dipaksa untuk menyerahkan
uang yang jumlahnya bervariasi, yaitu mulai dari Rp. 20.000 – Rp. 50.000
(dua puluh ribu rupiah sampai lima puluh ribu rupiah). Jika ada ada warga
yang tidak menyerahkan uang tersebut pada waktu yang telah ditentukan,
maka akan dituduh sebagai perndukung GAM dan akan ditangkap. Berikut 2
warga yang telah menyerahkan uang, masing-masing:
1. M. Yunus bin Ghani, 22 th, pekerjaan: Petani.
2. Arifin bin Ibrahim, 23 th,
pekerjaan: Petani.
Keduanya warga Kampung Bantayan-Simpang Ulim, Acheh Timur, karena takut
dan demi keselamatan jiwanya kedua korban telah menyerahkan uang
masing-masing Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) kepada pasukan TNI
tersebut.
Senin, 25 Juli 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 05 Marinir membuat 1 unit pos baru di Kampung Meunasah
Asan-Madat, Acheh Timur. Puluhan personil TNI ditempatkan di pos tersebut.
Senin, 25 Juli 2005.
Aparat SGI melakukan operasi ofensif ke Batuphat-Muara Dua, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Ismail bin Gadeng, 54 th, warga
Kampung Palôh Lada-Dewantara, Acheh Utara. Korban
diculik dengan alasan karena salah seorang anak korban sebagai personil
TNA Daèrah I Wilayah Samudra Pasè, lalu korban dibawa bersama pasukan SGI
tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Senin, 25
Juli 2005 pukul 16:45-17:05. (Updated).
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi defensif (markas) pasukan TNA di Glé (bukit) Lampasi-Darul
Imarah, Acheh Besar, akibatnya 3 personil TNA syahid dan 1 personil
ditangkap, korban masing-masing:
1. Muhammad bin Samidan, 30 th, Kampung Peuniti, Banda Acheh, Jabatan:
Komandan Opeurasi TNA Daèrah III Kuta Radja Wilayah Acheh Rayek, syahid.
2. Saiful Anwar bin Nurdin, 33
th, Kampung Lam Kruët-Lhôknga, Acheh Besar, (personil TNA Kompi C Lhôknga
Daèrah IV Wilayah Acheh Rayek).
3. Muksin bin Amin, 33 th, Kampung Lamcot-Darul Imarah, Acheh Besar,
(personil TNA Daèrah III Kuta Radja Wilayah Acheh Rayek), syahid.
4. Hadjri bin Zulkifli, 28 th, Kampung Kruëng Raya-Mesjid Raya, Acheh
Besar, (personil TNA Kompi B Daèrah IV Peukan Bada Wilayah Acheh Rayek),
korban ditangkap, disiksa dan dibawa bersama pasukan TNI tersebut, sampai
sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Pasukan TNI menjarah 3 pucuk senjata (1 pucuk HK dan 2 pucuk Pistol) milik
TNA. Kemudian pasukan TNI/Brimob bantuan melakukan penyisiran ke sekitar
lokasi kejadian.
Senin,
25 Juli 2005, malam.
Aparat SGI melakukan operasi ofensif ke Kampung Keureutoë-Tanah
Pasir, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga
sipil, Toke Abdullah bin M. Daud, 55 th, warga Kampung Keureutoë-Tanah
Pasir, Acheh Utara, korban dibawa bersama
pasukan SGI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan
keberadaannya.
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 06:00.
Sebanyak 5 tim pasukan gabungan (TNI Yon 06 Marinir pos di Kampung Aluë
Seuntang-Manyak Panyéd dan TNI Yon 08 Marinir pos di Pusông Kampung Telaga
7-Langsa Timur, Acheh Timur), melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM Sagoë Manyak Panyéd Daèrah III Langsa Wilayah
Peureulak di kawasan rawa-rawa, sungai-sungai dan pertambakan di Kampung
Aluë Seuntang-Manyak Panyéd, Acheh Timur.
Eksesnya:
Pasukan TNI melarang warga beraktivitas di kawasan itu sampai batas waktu
yang tidak ditentukan.
Selasa, 26 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 403 memaksa masyarakat untuk bekerja membangun pos baru di
Kampung Uteuën Gathom-Peusangan, Bireuën, pasukan TNI tersebut membuat pos
baru di rumah warga sipil milik Muhammad bin Amien, keuchik kampung
setempat, sekarang rumah tersebut telah dijadikan sebagai pos TNI.
Selasa, 26 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 403
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Cot Sali dan sekitarnya di Kecamatan Peusangan,
Bireuën.
Selasa, 26 Juli 2005.
Sebelumnya pada hari Sabtu, 07 May 2005 pukul 09:00, pasukan TNI Kostrad
Yon 330/Kujang (Komandan pos bernama Sertu. Totok) pos di Kampung Blang
Rambông-Bandar Alam, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Seuneubôk Bayu-Bandar Alam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka merampok 1 unit sepeda motor merk Honda Astrea Supra yang bernomor
plat BK 6638 FM milik warga sipil perempuan, Mariana binti Husen, 20 th,
warga Kampung Seuneubôk Bayu-Bandar Alam, Acheh Timur, status: Eks
Pelajar, pasukan TNI tersebut memaksa korban untuk menebus sebanyak Rp.
2.000.000 (dua juta rupiah), lalu keesokan harinya korban telah memenuhi
permintaan pasukan TNI tersebut, korban menyerahkan uang sebanyak yang
ditentukan itu, namun sampai sekarang sepeda motor milik korban belum
dikembalikan oleh pasukan TNI tersebut.
Selasa, 26 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 514/Kostrad pos di Kampung Blang Sirèn-Matang Kuli, Acheh
Utara, membawa kertas kosong, lalu memaksa masyarakat (sekeluarganya)
untuk menulis bahwa sejak masa Darurat Militer sampai sekarang pasukan TNI
Yon 514/Kostrad pos di kampung setempat tidak pernah melakukan pelanggaran
apapun, seperti; Mencari GAM, pemukulan terhadap masyarakat, tidak pernah
mengobrak-abrik rumah masyarakat, dan lain-lain, kemudian dipaksa untuk
menandatangani kertas yang telah dipaksa untuk menulis kalimat-kalimat
seperti tersebut di atas, warga diancam tidak terjamin keselamatan jiwanya
jika menolak menulis/menandatangani kertas tersebut.
Selasa, 26 Juli 2005.
Pasukan gabungan (TNI Yonif 113 dan TNI Yonif 510) membuat pos baru di
Kampung Kruëng Krèh-Matang Kuli, Acheh Utara, mereka mengumpulkan
masyarakat dari sembilan kampung di sekitar kampung setempat, semua
masyarakat di sana dipaksa untuk membangun dan membuat benteng di
sekeliling pos baru TNI tersebut.
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 10:25.
Pasukan TNI pos di Kampung Aluë Pisang-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Paya
Kampung Aluë Pisang-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya (1 Kilometer jaraknya
dari jalan utama).
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 11:05.
Pasukan TNI Yonif 143 pos di Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh
Barat Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Barat dan Kampung Kuta Jumpa Kecamatan Blang Pidië, Acheh Barat
Daya.
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 12:00.
Sekitar 500-an personil TNI Yon 112 melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM ke Kelurahan Paya Keuneukai
Kecamatan Suka Jaya, Kelurahan
Paya Seunara dan Kelurahan Batèë Sok Kecamatan Suka
Karya, Sabang.
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 12:00.
Puluhan personil TNI Yon 112 melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Blang Garôt Kelurahan Paya Seunara
Kecamatan Suka Karya, Sabang.
Selasa, 26 Juli 2005.
Pasukan TNI membuat 3 unit pos baru di perkampungan penduduk,
masing-masing:
1. Di Sekolah Dasar (SD) Kampung Ië Mamèh-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya,
sebanyak 30 pesonil TNI ditempatkan di pos tersebut.
2. Di pasantren Rauzatul Ulum di Kampung Aluë Pisang-Kuwala Batèë, Acheh
Barat Daya, sebanyak 50 pesonil TNI ditempatkan di pos tersebut.
3.Di rumah masyarakat di Kampung Blang Thô-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya,
sebanyak 40 pesonil TNI ditempatkan di pos tersebut.
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 17:32.
Pasukan TNI Yon 403 pos di Kampung Urông Kumbang-Ganda Pura, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot
Aneuk Batèë-Peusangan, Bireuën (sekitar 2,5 Kilometer jaraknya dari pos
TNI tersebut).
Selasa, 26 Juli 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Bandar
Khalifah-Bendahara, Acheh Tamiang, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota/markas TNA/GAM ke kawasan perkebunan Sawit di Kampung Aluë
Lusông-Bendahara, Acheh Tamiang.
Eksesnya:
Mereka menembak-nembak secara membabi buta tanpa sasaran, akibatnya
masyarakat menjadi ketakutan.
End of
report.
-------------------------- |
|