PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (30 Juli 2005).

 Kamis, 28 Juli 2005 pukul 20:30.
Pasukan TNI Yonif 143 pos di Kampung Aluë Pisang-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya, melakukan sweeping terhadap masyarakat pengguna jalan yang melewati di jembatan perbatasan antara Kecamatan Kuwala Batèë dengan Kecamatan Blang Pidië, Acheh Barat Daya. Para pengguna jalan semuanya diminta memperlihatkan KTPnya, beberapa pengguna jalan dipukul hingga cidera ringan karena terlambat memperlihatkan KTPnya, pasukan TNI juga meminta uang secara paksa dengan jumlah yang bervariasi mulai ribuan rupiah hingga puluhan ribu rupiah pada tiap-tiap pengguna jalan.

 Kamis, 28 Juli 2005 pukul 23:00 sampai Jum'at, 29 Juli 2005 pukul 08:30.
Pasukan TNI Yonif 143 pos di Kampung Aluë Sungai Pinang-Blang Pidië, Acheh Barat Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot Manè-Blang Pidië, Acheh Barat Daya.

 Jum'at, 29 Juli 2005 pukul 09:15.
Pasukan TNI Yonif 143 pos di Kampung Ië Mamèh Kecamatan Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan rawa-rawa (1 Kilometer jaraknya dari jalan utama) di Kampung Ië Kulung-Blang Pidië, Acheh Barat Daya.

 Jum'at, 29 Juli 2005.
Pasukan TNI semakin meningkatkan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan Mbang Kecamatan Syamtalira Bayu, Acheh Utara, hari ini sebanyak 5 unit truk Reo pasukan TNI ditambahkan ke Kampung Meunasah Aluë Awé (jalan Mbang) Kecamatan Syamtalira Bayu, Acheh Utara, sebelumnya sebanyak 19 unit truk Reo pasukan TNI telah dikerahkan ke kawasan Mbang, mereka sekarang sedang melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke dalam hutan-hutan rimba di kawasan itu.

 Jum'at, 29 Juli 2005.
Pasukan TNI Yon 133 (Komandannya bernama Taregan) pos di Kampung Ulèë Jalan-Peusangan, Bireuën, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Geulangang Labu-Peusangan, Bireuën.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan menggeledah rumah warga sipil milik Razali, 48 th, warga Kampung Geulangang Labu-Peusangan, Bireuën, korban juga diancam tembak karena tidak mengetahui keberadaan isteri daripada anggota TNA/GAM.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 07:30.
Sebanyak 5 tim pasukan TNI Rajawali (Kostrad) Yon 408 Brasta melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM Sagoë Aluë Ië Mirah Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di Kampung CV 6-Julôk, Acheh Timur.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 05 Marinir pos di Kampung Bantayan-Simpang Ulim, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë Simpang Ulim Daèrah II Simpang Ulim Wilayah Peureulak di Kampung Kuwala Simpang Ulim-Simpang Ulim, Acheh Timur.

 Sabtu, 30 Juli 2005. (diterima informasi).
Aparat SGI pos di Kampung Uteuën Gathom-Peusangan, Bireuën, yang dipimpin oleh komandannya bernama Imam Syafi'ie dan pasukan TNI Yon 403 pos di Kampung Teupin Reudeuëp-Peusangan, Bireuën, setiap hari mereka memaksa masyarakat dan aparat desa (kaki tangan pemerintah RI di tingkat kampung) dengan todongan senjata laras panjang ke arah masyarakat dipaksa untuk menandatangani surat yang telah disediakan oleh pasukan TNI-SGI tersebut yang bertulis bahwa masyarakat di sana tidak menyetujui hasil Kesepakatan Perdamaian antara GAM – RI yang akan ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

 Sabtu, 30 Juli 2005. (diterima informasi).
Pasukan TNI Yon 133 (Komandannya bernama Taregan) pos di Kampung Ulèë Jalan-Peusangan, Bireuën, tiap malam mereka melakukan pemerasan terhadap masyarakat pengguna jalan, para pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor dan mobil semuanya distop, lalu dimintakan uang dengan jumlah yang bervariasi mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah, akibatnya para pengguna jalan menjadi sangat resah.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 12:00.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Matang Seupéng-Bendahara, Acheh Tamiang, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan-hutan Bakau di sekitar kampung setempat.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 08:00-18:00.
Sebanyak 7 unit truk Reo (sekitar 140 personil) pasukan Brimob melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Gapang Kelurahan Ibôh Kecamatan Suka Karya, Sabang.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 10:00-14:15.
Sebanyak 60 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Lingkungan IV Blang Garôt Kelurahan Paya Seunara Kecamatan Suka Karya, Sabang.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 17:00.
Sebanyak 60 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan Gunong Sirui Kampung Sirui Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka Karya, Sabang.

 Sabtu, 30 Juli 2005 pukul 20:00-23:00.
Pasukan gabungan (15 personil Brimob, 20 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam dan 10 personil TNI Marinir) melakukan operasi ofensif ke
Lingkungan IV Blang Garôt Kelurahan Paya Seunara Kecamatan Suka Karya, Sabang.

Eksesnya:
Mereka mengumpulkan masyarakat ke Meunasah (Surau), lalu aparat gabungan tersebut melakukan ceramah provokasi, mereka meminta masyarakat supaya tidak mendukung GAM. Kemudian masyarakat disuruh untuk melakukan gotong royong dan menghias pagar rumahnya masing-masing untuk menyambut hari ulang tahun RI 17 Agustus 2005, masyarakat dipaksa untuk menaikkan bendera yang berwarna merah putih (bendera RI) di depan rumahnya masing-masing mulai tanggai 12 - 18 Agustus 2005, pasukan TNI mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap warga yang tidak menaikkan berdera merah putih di depan rumahnya pada hari yang telah ditentukan tersebut dan risikonya harus ditanggung oleh warga, aparat gabungan tersebut juga memaksa warga untuk mecari anggota TNA/GAM ke hutan-hutan dan disuruh paksa anggota TNA/GAM supaya mau menyerahkan diri kepada pihak TNI.

 End of report.

--------------------------