|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (03
Agustus 2005).
Jum'at,
22 Juli 2005.
Pasukan TNI (Komandan pos bernama Simajuntak) pos di jalan Line Pipa
ExxonMobil Kampung Kubu Sikureuëng-Kuta Makmur, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Meunasah Mancang-Kuta Makmur,
Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang anak usia di bawah umur, M. Yusuf bin Ibrahim,
11 th, warga Kampung Mancang-Kuta Makmur, Acheh Utara, status: Pelajar
Kelas V Sekolah Dasar Buloh Raya Kampung Mancang. Pasukan TNI mencari
saudara kandung (abang) korban, saat itu di rumahnya hanya tinggal korban
sendiri, sementara ibu dan saudaranya yang lain sedang pergi ke tempat
acara pesta perkawinan warga di kampung setempat, lalu pasukan TNI
meanganiaya korban karena tidak mengetahui keberdaan abangnya yang dituduh
sebagai anggota TNA, korban dikurung dalam rumah, dibentak-bentak dan
dianiaya dengan cara dipukul hingga cidera ringan. (Sekarang dalam
struktur teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah Mancang telah menjadi
kecamatan baru yaitu Kecamatan Simpang Keuramat, Acheh Utara).
Rabu, 27 Juli 2005 pukul 12:30.
Pasukan TNI Yon 407/Kostrad membuat 1 unit pos baru di Kampung Aluë
Bulôh-Seunagan, Nagan Raya. Sebanyak 12 personil TNI Kostrad ditempatkan
di pos baru tersebut, setiap hari mereka melakukan operasi militer untuk
mencari anggota TNA/GAM di sekitar kampung setempat, akibatnya masyarakat
menjadi sangat resah.
Senin, 01 Agustus 2005.
Pasukan TNI memaksa isteri-isteri daripada anggota TNA/GAM untuk ikut
bersama pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke gunung-gunung di kawasan Kenawat Lut-Laut Tawar, Acheh Tengah.
Semua isteri anggota TNA/GAM tersebut dipaksa berteriak-teriak di hutan
belantara dengan kata-kata; "GAM...Turuuuun".
Pasukan TNI juga memaksa kaum perempuan tersebut untuk berjalan di garis
depan sebagai tameng hidup dengan tujuan jika terjadi pertempuran dengan
pasukan TNA, maka kaum perempuan (masyarakat sipil) di garis depan inilah
yang pertama akan menjadi korban.
Senin, 01 Agustus 2005 pukul 11:30.
Pasukan TNI Yon 407/Kostrad membuat 1 unit pos baru di Dusun Balèë SP-6
Kampung Bumi Sari Kecamatan Beutông Kabupaten Nagan Raya. Sebanyak 90
personil TNI Kostrad ditempatkan di pos baru tersebut. Mereka juga
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di sekitar kampung
setempat, akibatnya masyarakat menjadi sangat resah.
Selasa, 02 Agustus 2005 pukul 09:00.
Pasukan Brimob pos di Kampung Panté Panah gabungan Brimob pos di Meunasah
Lubôk Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur, melakukan operasi ofensif untuk
mencari anggota TNA/GAM Sagoë Panté Bidari Daèrah II Simpang Ulim Wilayah
Peureulak di Kampung Paya Deumam Dua-Panté Bidari, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga kritis, Anwar bin A. Rani, 20
th, warga Kampung Paya Deumam Dua-Panté Bidari, Acheh Timur, pekerjaan:
Petani, korban dipukul sampai mengeluarkan darah dalam mulutnya.
Selasa, 02 Agustus 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI Marinir Yon 07 pos di Kampung Matang Sijuëk Barat-Baktiya, dan
TNI pos di Kampung Triëng Pantang-Lhôksukôn, Acheh Utara, melakukan
pemerasan dengan cara meminta uang secara paksa dengan jumlah bervariasi
mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah terhadap masyarakat
(pengusaha, toke-toke) dan para keuchik di kampung-kampung sekitar itu.
Setiap keuchik ditentukan untuk menyerahkan uang sebanyak Rp. 3.000.000
(tiga juta rupiah) dengan alasan karena pasukan TNI Marinir tersebut akan
dipulangkan ke komando asalnya. Sebagian keuchik di kampung-kampung
sekitar itu telah pergi meninggalkan rumahnya karena tidak sanggup
memberikan uang sejumlah jutaan rupiah kepada pihak TNI tersebut. Sejumlah
warga dipukul hingga babak belur karena tidak sanggup memberikan uang
sejumlah yang diminta oleh pasukan TNI Marinir tersebut.
Selasa, 02 Agustus 2005 pukul 22:00.
Sebanyak 20 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Sirui Kelurahan Batèë Shôk
Kecamatan Suka Karya, Sabang.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek 1 unit
rumah warga sipil perempuan, milik Halimah binti Ahmad, warga Kampung
Sirui Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka Karya, Sabang.
Rabu, 03 Agustus 2005. (diterima
informasi).
Aparat Mapolres Sabang menahan barang-barang logistik bantuan untuk para
korban Tsunami, barang-barang tersebut sudah 5 hari ditahan di Mapolres
Sabang, seharusnya semua barang bantuan tersebut diserahkan kepada para
korban Tsunami di Sabang.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 06:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 Brasta (Komandan pos bernama Letda.
Agung Praja) pos di Kampung Blang Seuneubôk-Indra Makmur, Acheh Timur,
gabungan sebanyak 4 tim TNI Yon 408/Kostrad lainnya (non-pos/Mobile),
mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah posisi
defensif pasukan TNA Sagoë Aluë Ië Mirah Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak
di Kampung CV 11-Indra Makmur, Acheh Timur, kemudian pasukan TNA membalas
sebagai upaya mempertahankan diri, sehingga terjadi pertempuran yang
berlangsung selama 35 menit. Pasukan TNA semuanya selamat. Pasukan TNI
terus melakukan penyisiran dan menambahkan pasukan bantuan ke kawasan itu.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 07:00.
Pasukan TNI Yon 511/Kostrad pos di Kampung Jeungki-Peureulak Timu, Acheh
Timur, gabungan 8 Batalyon TNI Yon 511/Kostrad lainnya (non-pos/mobile)
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë
Rambông Payông, Bandar Khalifah, Peureulak Kuta dan Aluë Niréh Wilayah
Peureulak di Kampung Tualang Paténg, Kampung Babah Kruëng Kecamatan
Peureulak Timu, kemudian Dusun Blang Batèè, Dusun Blang Seunubo Kampung
Tualang, Kampung Lhôk
Paya dan Kampung Paya Gajah Kecamatan Peureulak Teungoh, Acheh Timur.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 07:00.
Pasukan TNI Yon 112/Beruang Hitam membuat 1 unit pos baru di Masjid
Kampung Sirui Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka Karya, Sabang. Sebanyak
60 personil TNI Yon 112 ditempatkan di pos baru tersebut.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Sejak hari Senin, 01 Agustus 2005 sampai hari ini, sekitar 100-an personil
TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke
kawasan Glé Lam Kunyèt dan Glé Bilui Kecamatan Darul Kamal, Acheh Besar.
Eksesnya:
Para petani dilarang bekerja di kebunnya, akibatnya para petani menjadi
sangat resah karena tidak bisa mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan
hidup keluarganya sehari-hari.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Pasukan TNI menambahkan 1 unit pos TNI di Kampung Lamsie-Kuta Cot Glie,
Acheh Besar. Puluhan personil TNI ditempatkan di pos baru tersebut.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Sejak hari Jum'at, 22 Juli 2005 pukul 07:30 sampai hari ini, sebanyak 6
tim pasukan TNI (Rajawali) Yon 408/Kostrad pos di Dusun Paténg Seuribèë
Kampung Panté Labu Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur, gabungan 14 tim
TNI Yon 131 pos di Cluster ExxonMobil Tanah Merah, Langkahan Kecamatan
Jambô Ayé, Acheh Utara, dan TNI Yon 133 (non-pos/mobile) melakukan operasi
militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë Blang Seunong, Kuta
Bulôh dan Panté Bidari Daèrah II Simpang Ulim Wilayah Peureulak di sekitar
perbukitan/rimba Kampung Sarah Gala, Sarah Raja, Kruëng Lipat, Sijuëk, KM
8, Plalu, Pasir Putéh, Batèe Kapai, Sijudo, HTI dan Blang Seunong
Kecamatan Panté Bidari, Acheh Timur. Operasi militer ini dimulai dari
Kampung Pasir Putih (perbatasan antara Kabupaten Acheh Tengah dengan
Kabupaten Acheh Timur) menuju ke kampung-kampung tersebut di atas.
Eksesnya:
Pasukan TNI gabungan tersebut melarang warga petani di kawasan itu membawa
bekal makanan saat bekerja di kebun, akibatnya para petani tidak sanggup
bekerja secara normal, karena mengalami kelaparan.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Pasukan TNI Yon 125 (Komandan pos bernama Sertu. Manalu) pos di jalan Line
Pipa ExxonMobil Kampung Aluë Glém-Blang Mangat,
Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Meunasah Mancang-Kuta Makmur,
Acheh Utara.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka
menggebek dan menggeledah rumah warga sipil milik
Ibrahim bin A. Bakar, warga Kampung
Meunasah Mancang-Kuta Makmur, Acheh Utara, saat rumah digerebek, korban
sedang tidak berada di rumah, pasukan TNI merusak jendela rumah dan
mengobrak-abrik semua isi rumah korban.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI yang melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM di kawasan Glé Lampu-uëk Kecamatan Lhôknga,
Acheh Besar, sekarang sedang meningkatkan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan kaki
perbukitan Glé Ujông Pancu Kecamatan Peukan Bada, Acheh Besar.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408/Kostrad membuat 1 unit pos baru di Meunasah
(Surau) di Kampung Paya Pasi-Julôk Cut, Acheh Timur. Akibatnya, masyarakat
di kampung setempat menjadi sangat resah, karena dapat mengganggu
aktivitas peribadatan.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 11:45.
Pasukan TNI Yonif 143 pos di Kampung Ië Mamèh-Kuwala Batèë, Acheh Barat
Daya, memanggil keuchik Kampung Lama Muda-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya,
keuchik tersebut diwajibkan untuk menyediakan ikan secukupnya untuk
kebutuhan semua personil TNI di pos tersebut, ikan-ikan tersebut disuruh
minta secara paksa pada setiap warga yang melakukan penangkapan ikan
menggunakan pancing dan nyaring di kuwala (muara sungai), tanpa dibayar
harga ikan tersebut.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 17:30.
Sebanyak 30 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Jaba Kelurahan Batèë Shôk
Kecamatan Suka Karya, Sabang.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
menggeledah rumah-rumah warga sipil di sana.
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 17:30.
Pasukan TNI-SGI pos di Kampung Kuta Tuha-Blang Pidië, Acheh Barat Daya,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ladang
Neubok-Blang Pidië, Acheh Barat Daya.
End of
report.
-------------------------- |
|