|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (04
Agustus 2005).
Jum'at,
29 Juli 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Cot Mè-Kuwala, Nagan Raya, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Siron-Kuwala, Nagan
Raya.
Eksesnya:
Mereka menganiaya sejumlah warga sipil hingga cidera ringan, korban
masing-masing:
-
Muslem, 27 th,
-
Usman bin Bakar, 23 th,
-
Jafar, 29 th,
-
Abdul Rani, 33 th,
-
Samadiwa, 42 th
(Kelima korban adalah warga Kampung
Aluë Siron-Kuwala, Nagan Raya).
-
Mubin, 45 th,
-
Aswan, 29 th,
(Keduanya warga Kampung Cot
Muë-Kuwala, Nagan Raya).
-
Ibnu Hajar, 40 th,
-
Nyak Kama, 45 th,
-
Hamidon, 30 th,
-
Ishak, 45 th,
-
Muhib, 28 th,
-
Jamaluddin, 25 th,
(Keenam korban adalah warga Kampung
Cot Mè-Kuwala, Nagan Raya).
Semua korban bekerja sebagai pengolah
Kayu, semuanya dianiaya dengan alasan karena tidak menyetor upeti yang
telah ditentukan sebanyak Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah) per kubik
kayu kepada pihak TNI tersebut.
Minggu, 31 Juli 2005.
Pasukan TNI membuat 3 unit pos baru, masing-masing:
- 1 unit pos di Kampung Aluë Bata-Kuwala, Nagan Raya.
- 1 unit pos di Kampung Sarah Mantok-Kuwala, Nagan Raya.
- 1 unit pos di Kampung Aluë Labu-Kuwala, Nagan Raya.
Puluhan personil TNI ditempatkan di masing-masing pos tersebut.
Minggu, 31 Juli 2005.
Pasukan TNI membuat 2 unit pos baru, masing-masing:
- 1 unit pos di Kampung Gunong Teungku-Seunagan Timur, Nagan Raya.
- 1 unit pos di Sekolah Dasar (SD) Kampung Kila-Seunagan Timur,
Nagan Raya.
Puluhan personil TNI ditempatkan di masing-masing pos tersebut.
Senin, 01 Agustus 2005.
Pasukan TNI Yonif 413/Kostrad melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Kariyan Kecamatan Seunagan, kemudian Kampung
Blang Mesjid sampai ke kawasan hutan Kruëng Cut Kecamatan Beutông
Kabupaten Nagan Raya.
Selasa, 02 Agustus 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Makodim 0104 Acheh Timur, gabungan 3 tim TNI Yon 330/Kostrad
pos di Kampung Aluë Rambông Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan perkebunan PT.
BUMI FLORA Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya dan memeras dengan cara meminta uang secara paksa
terhadap belasan penderes getah Karet yang sedang bekerja di kawasan
perkebunan PT. BUMI FLORA tersebut, korban masing-masing:
-
Ishak bin Ahmad, 35 th, warga Kampung Seuneubôk Bayu.
-
Ismail bin Manaf, 25 th, warga Kampung Bukét Drien.
-
M. Jamin bin Ali, 25 th, warga Kampung Seuneubôk
Simpang.
-
M. Jamal bin Piah, 18 th, warga Kampung Panton Rayek B.
-
A. Latif bin Ahmad, 30 th, warga Kampung Panton Rayek A.
-
M. Jafar bin Sulaiman, 30 th, warga Kampung Panton Rayek
A.
-
Syukri bin Daud, 23 th, warga Kampung Panton Rayek A.
-
Iskandar bin Ilyas, 19 th, warga Kampung Panton Rayek A.
-
Asnawi bin Hasan, 18 th, warga Kampung Panton Rayek M.
-
Luqman bin Ishak, 16 th, warga Kampung Seuneubôk Pangau.
-
Zakaria bin Hamid, 18 th, warga Kampung Panton Rayek T.
-
Ahmad bin Harun, 22 th, warga Kampung Uram Jalan.
(Semua kampung-kampung tersebut di
atas berada dalam Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur, semua korban bekerja
sebagai tukang deres getah Karet).
Pasukan TNI menganiaya semua korban,
getah Karet milik para korban semuanya dirampas, sepeda motor milik para
korban juga ditahan, kemudian setiap unit sepeda motor dipaksa untuk
membayar tebusan dengan jumlah uang sebanyak Rp. 2.000.000 (dua juta
rupiah) kepada pasukan TNI tersebut, jika tidak menyerahkan uang sejumlah
yang ditentukan tersebut maka diancam tidak akan dikembalikan.
Selasa, 02 Agustus 2005 pukul 16:00.
(Updated).
Pasukan TNI Marinir Yon 07 pos di Kampung Matang Sijuëk Barat-Baktiya, dan
TNI pos di Kampung Triëng Pantang-Lhôksukôn, Acheh Utara, melakukan
pemerasan dengan cara meminta uang secara paksa dengan jumlah bervariasi
mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah terhadap masyarakat
(pengusaha, toke-toke) dan para keuchik di kampung-kampung sekitar itu.
Setiap keuchik ditentukan untuk menyerahkan uang sebanyak Rp. 3.000.000
(tiga juta rupiah) dengan alasan karena pasukan TNI Marinir tersebut akan
dipulangkan ke komando asalnya. Sebagian keuchik di kampung-kampung
sekitar itu telah pergi meninggalkan rumahnya karena tidak sanggup
memberikan uang sejumlah jutaan rupiah kepada pihak TNI tersebut. Warga
dikumpulkan di lapangan Volley Kampung Matang Sijuëk Teungoh-Baktiya,
Acheh Utara, sejumlah warga dipukul hingga babak belur karena tidak
sanggup memberikan uang sejumlah yang diminta oleh pasukan TNI Marinir
tersebut, seorang korban diantaranya; Ahmad bin Kasem, warga Kampung
Matang Sijuëk Teungoh-Baktiya, Acheh Utara, korban dipukul hingga babak
belur, sejumlah warga lainnya diancam tembak, sehingga warga menjadi
ketakutan dan trauma.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Pasukan TNI mengepung dan menyerang dengan melepaskan tembakan-tembakan ke
arah posisi kamp pasukan TNA di Gunung Tipe Kampung Seumeudeum
Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah. Akibatnya, 1
personil TNA terluka di bagian tangan kirinya,
Syafarudin, 40
th, personil TNA Wilayah Linge dan 1 personil TNA
asal Wilayah Gayo Luwes
(korban sedang menderita sakit lumpuh) ditangkap, disiksa dan dibawa
bersama pasukan TNI tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasib dan
keberadaannya.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Pasukan TNI Kostrad pos di Kecamatan Pinding, Gayo Luwes, memaksa
masyarakat di Kampung Pertik Kecamatan Pinding, Gayo Luwes, untuk
melakukan jaga malam secara massal di kampung setempat.
Rabu, 03 Agustus 2005.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Meunasah Panté Kemukiman Buwah
Kecamatan Baktiya, Acheh Utara, dengan alasan akan dipindahtugaskan ke
daerah lain, mereka melakukan pemerasan dengan cara meminta uang secara
paksa terhadap warga sipil, korban masing-masing:
-
Syakumi bin Basyari, 45 th, korban diminta uang sebanyak
Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah).
-
Muktar bin Yakob, 35 th, korban diminta uang sebanyak
Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah).
-
M. Wahab bin Basyari, 35 th, korban diminta uang
sebanyak Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
-
M. Amin bin Husén, 33 th, korban diminta uang sebanyak
Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah).
-
Zulkifli bin M. Putéh, 35 th, korban diminta uang
sebanyak Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah).
-
M. Amin bin Rahman, 40 th, korban diminta uang sebanyak
Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah).
-
Munadir bin Tgk. Djali, 32 th, korban diminta uang
sebanyak Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah).
-
Talibin bin Samin, 38 th, sebilah Rencong miliknya
dirampas.
Semuanya warga Kampung Matang Paya
Kemukiman Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara
Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 17:00.
Pasukan TNI (AURI) pos di Kampung Kayèë Kunyèt-Montasik, Acheh Besar,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Blang
Data Makmur-Montasik, Acheh Besar.
Esksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil, Zamzami bin Ali, 40 th, warga Kampung
Blang Data Makmur-Montasik, Acheh Besar, korban mengalami penyakit
gangguan kejiwaan, namun tembakan tersebut tidak mengenai sasaran
(korban), sehingga korban berhasil menyelamatkan diri.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 07:30.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Beurandéh-Manyak Payéd, Acheh
Timur, gabungan 3 tim TNI Yon 08 Marinir lainnya (non-pos/mobile)
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë
Langsa Lama, Manyak Payéd Daèrah III Langsa Wilayah Peureulak di sekitar
Kuwala Manyak Payéd Kampung Beurandéh-Manyak Payéd, Acheh Tamiang,
kemudian Kampung Aluë Raya, Kampung Aluë Lhông dan Kampung Aluë Bobo
Kecamatan Langsa Timu, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan-tembakan dan granat berpelontar secara
membabi-buta ke segala arah.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 07:35.
Pasukan Brimob pos di Kampung Pulo Ië Kecamatan Kluët Utara, Acheh
Selatan, menembak seorang warga sipil hingga tewas, Muhammad Zain,
pekerjaan: Kepala SMP Kruëng Batèë Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan,
korban ditembak di perbatasan antara Kampung Pulo Ië dengan Kampung Kruëng
Batèë Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan (hanya 200 meter jaraknya
dengan pos Brimob tersebut). Korban adalah seorang Cuak (Tenaga Pembatu
Operasi) yang sering digunakan oleh TNI/Polri dalam setiap operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM, korban juga sering dilibatkan oleh
TNI/Polri dalam berbagai aksi penculikan dan pembunuhan terhadap warga
sipil di kampung-kampung di Kecamatan Kluët Utara, Acheh Selatan.
Kemungkinan korban dihabisi sebagai upaya untuk memutuskan/menghilangkan
berbagai informasi terhadap kejahatan kemanusiaan/pelanggaran Hak Asasi
Manusia (HAM) yang dilakukan oleh pasukan TNI/Polri yang sering melibatkan
korban saat melakukan aksi penculikan dan pembunuhan terhadap warga sipil.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 330/Kortrad pos di Kampung Jambô Reuhat dan TNI Yon
330/Kortrad pos di Kampung Blang Rambông Kecamatan Bandar Alam, Acheh
Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kawasan
perkebunan PT. BUMI FLORA Kecamatan Bandar Alam, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka melakukan pemerasan terhadap para penderes getah Karet, dimana
setiap penderes diwajibkan untuk menyerahkan upeti kepada pasukan TNI
tersebut, masing-masing:
-
Dari hasil getah Karet diminta sebanyak Rp. 200/Kg (dua
ratus rupiah per Kilogram).
-
Rp. 5.000 (lima ribu rupiah) per Minggu untuk biaya
memperpanjang surat izin jalan (surat izin angkutan) yang
dibuat/dikeluarkan di pos-pos TNI, hal ini semua sangat meresahkan dan
merugikan para penderes.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI (Rajawali) Kostrad Yon 408 Brasta (Komandan pos bernama Letda.
Agung Praja) pos di Kampung Blang Seuneubôk-Indra Makmur, Acheh Timur,
gabungan 8 tim TNI Kostrad Yon 408 lainnya (non-pos/mobile) melakukan
operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë Aluë Ië Mirah
Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak di sekitar Kampung Nes 1-Indra Makmur,
Acheh Timur.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 08:00.
Sebanyak 5 tim pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam (non-pos/mobile)
melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM Sagoë
Bandar Khalifah Daèrah I Peureulak Wilayah Peureulak di kawasan perbukitan
dan hutan-hutan di sekitar Kampung Leubôk Péng-Péng Kecamatan Peureulak
Teungoh, Acheh Timur.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 09:00.
Pasukan Brimob pos di Kampung Panté Panah-Panté Bidari, Acheh Timur,
melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Paya
Deumam Sa-Panté Bidari, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Ilham bin Ramli, 20 th, warga
Kampung Paya Deumam Sa-Panté Bidari, Acheh Timur, pekerjaan: Petani,
korban dituduh sebagai simpatisan GAM.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Yonif 133 melakukan pungutan uang secara liar terhadap semua
pengguna jalan di Kilometer 5 (jalan Bireuën – Takengon), para pengguna
jalan diminta uang dengan jumlah bervariasi mulai dari puluhan ribu rupiah
dan ratusan ribu rupiah. Akibatnya para pengguna jalan menjadi sangat
resah.
Kamis, 04 Agustus 2005.
Sejak hari Selasa, 02 Agustus 2005 sampai hari ini, sebanyak 25 personil
TNI Marinir melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
kawasan Glé Ujông Pancu-Peukan Bada, Acheh Besar.
Kamis, 04 Agustus 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Lam Girék-Lhôknga, Acheh Besar, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kemukiman Lam Lhom, Glé
Lampu-uëk dan Glé Lam Lhom Kecamatan Lhôknga, Acheh Besar.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 10:00.
Sebanyak 1 unit truk Reo dan 1 unit kenderaan tempur Panser pasukan Brimob
pos di Gedung Purbakala Kampung Jeuneuë-Peukan Bada, Acheh Besar,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Gurah
dan Kampung Lam Teungoh Kecamatan Peukan Bada, Acheh Besar.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan
menggeledah rumah-rumah para pengungsi di sana.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Pulo Gadông dan Kampung Pulo Piku Kecamatan Darul Hasanah, Acheh
Tenggara.
Eksesnya:
Mereka menembak-nembak secara brutal tanpa sasaran yang jelas, akibatnya
masyarakat di sana menjadi ketakutan dan trauma.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 11:00.
Sebanyak 60 personil TNI-AU/Paskhas melalui darat dan 30 personil
TNI-AL/Marinir dengan menggunakan speed Boat melalui perairan laut Sabang,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Sirui
dan Kampung Pria Laôt Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka Karya, Sabang.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul 12:00.
Pasukan TNI Yonif 131 melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke kawasan Simpang Bola Mas dan Kampung Tanjông Geudumbak
Kecamatan Jambô Ayé, Acheh Utara. (Sekarang dalam struktur teritorial
penjajah RI, Simpang Bola Mas dan Kampung Tanjông Geudumbak telah menjadi
kecamatan baru yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).
Kamis, 04 Agustus 2005.
Sejak hari Rabu, 03 Agustus 2005 pukul 19:00 sampai hari ini, sebanyak 60
personil TNI Yon 112/Beruang Hitam melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Gunung Sarông Kréh Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka
Karya, Sabang.
Kamis, 04 Agustus 2005 pukul
19:30-23:50.
Pasukan gabungan (20 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam, 10 personil TNI
Marinir dan 30 personil Brimob Mapolres Sabang), mengumpulkan dan memaksa
masyarakat di sekitar Kelurahan Paya Seunara Kecamatan Suka Karya, Sabang,
untuk hadir ke Masjid di Kampung Cot Dama Kelurahan Paya Seunara Kecamatan
Suka Karya, Sabang, lalu pasukan gabungan tersebut melakukan pengarahan
provokasi, mereka meminta masyarakat di sana supaya tidak mendukung GAM
dan masyarakat diminta untuk dapat bekerjasama dengan pihak TNI/Polri
dengan memberikan informasi keberadaan anggota TNA/GAM di sana, dan jika
ada keluarganya yang menjadi sebagai anggota TNA/GAM dipaksa supaya segera
turun gunung dan menyerahkan diri ke pihak TNI/Polri.
End of
report.
-------------------------- |
|