|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (06
Agustus 2005).
Rabu,
03 Agustus 2005.
Kelompok milisi pimpinan Man Ger memaksa seorang warga sipil
perempuan untuk meninggalkan kampungnya, korban adalah Yur Inen Halidien,
45 th, warga Kampung Ponok Ulung-Bandar, Bener Meriah, korban juga diancam
tidak terjamin keselamatannya jika tidak segera meninggalkan kampung
tersebut, akibat aksi pengusiran paksa ini, korban menjadi ketakutan dan
trauma.
Kamis,
04 Agustus 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Lam Rèh, Kruëng Raya Kecamatan Masjid Raya, Acheh Besar.
Eksesnya:
Mereka menembak mati 4 ekor Lembu peliharaan milik Irwan bin Muslem, 35
th, warga Kampung Lam Rèh, Kruëng Raya Kecamatan Masjid Raya, Acheh
Besar.
Jum'at, 05 Agustus 2005 pukul 21:35.
Pasukan TNI pos di Kampung Keudè Paya-Blang Pidië, Acheh Barat Daya,
menyamar sebagai anggota TNA, lalu menembak M. Nazar, 35 th, warga Kampung
Keudè Paya-Blang Pidië, Acheh Barat Daya (personil TNA yang telah
menyerahkan diri), korban sedang dalam perawatan medis pihak PMI di Rumah
Sakit Umum Meulabôh.
Sabtu, 06
Agustus 2005. (diterima informasi).
Dalam sebulan terakhir ini, kelompok milisi dan Brimob menjarah harta
benda masyarakat (khusus bagi warga Acheh Gayo dan Acheh pesisir) yang
tinggal di Kampung Jagong-Isaq, Acheh Tengah, akibat tindakan perampasan
itu, warga Acheh Gayo dan Acheh pesisir yang tinggal di kampung tersebut
menjadi sangat resah.
Sabtu,
06 Agustus 2005.
Pasukan Yon 131 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Rampah-Jambô Ayé, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka melakukan pemerasan dengan cara meminta uang secara paksa terhadap
masyarakat di kampung setempat dengan jumlah bervariasi mulai puluhan ribu
rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Kemudian seorang warga sipil perempuan
dianiaya dan hendak diperkosa, Juwairiah, warga Kampung Rampah-Jambô Ayé,
Acheh Utara, namun aksi bejad pasukan TNI tersebut berhasil digagalkan
karena korban berhasil melepasakan diri dari cengkraman pasukan TNI
tersebut, sekarang korban mengalami trauma berat. (Sekarang dalam struktur
teritorial penjajah RI, Kampung Rampah telah menjadi kecamatan baru yaitu
Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).
Sabtu, 06 Agustus 2005 pukul 05:00.
Sebanyak 30 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka
Karya, Sabang.
Eksesnya:
Mereka membariskan semua warga yang sedang melakukan jaga malam di pos
penjagaan, seorang diantaranya dipukul hingga babak belur, Junaidi bin
Makam, 35 th, warga Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka Karya, Sabang,
saat sewang dibariskan korban mengeluarkan kentut, pasukan TNI marah, lalu
menampar, memukul dan menendang-nengdang korban hingga babak belur.
Sabtu, 06 Agustus 2005 pukul 08:00.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Blang Rangkuluh-Peudada, Bireuën,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Pakameh
sampai Kampung Paya Benot Kecamatan Peudada, Bireuën.
Sabtu, 06 Agustus 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Matang Keulayu-Baktiya, Acheh Utara.
Sabtu, 06 Agustus 2005 pukul 20:07.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Meureubo-Makmur, Bireuën, menembak
seorang warga sipil hingga tewas, Nazir bin Husen, 44 th, warga Kampung
Matang Kumbang-Makmur, Bireuën, pekerjaan: Petani, korban ditembak hingga
tewas di Kampung Meureubo-Makmur, Bireuën, karena memiliki KTP yang
berbeda alamat dengan keberadaan korban pada saat itu.
End of
report.
-------------------------- |
|