|
Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (08
Agustus 2005).
Minggu,
31 Juli 2005.
Pasukan TNI Yonif 410 pos di Kampung Matang Rubék-Jambô
Ayé, Acheh Utara, melakukan operasi militer
untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Geudumbak-Jambô
Ayé, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka melakukan intimidasi dan teror terhadap seorang warga sipil
perempuan, Mariati, 34 th, warga Kampung Geudumbak-Jambô
Ayé, Acheh Utara, karena tidak bersedia menunjukkan keberadaan
anggota TNA/GAM, aparat TNI Yonif 410 tersebut
menembak ke antara 2 paha korban, akibatnya korban menjadi ketakutan dan
trauma berat (shock). (Sekarang dalam struktur teritorial penjajah
RI, Kampung Geudumbak telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan
Langkahan, Acheh Utara).
Minggu,
07 Agustus 2005.
Masyarakat dan pasukan TNI menangkap 2 orang bersenjata SS-1 di Kilometer
42 (jalan Bireuën – Takengon) yang akan melakukan sabotase terhadap
kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Setelah diperiksa ternyata
seorang diantaranya ada personil TNI Siliwangi dan seorang lagi anggota
milisi. Sekarang keduanya berada di pos TNI di Kampung Rakal Kecamatan
Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah.
Minggu, 07 Agustus 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI Kostrad pos di Kampung Meunasah Pulo-Sawang, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Punteuët-Sawang, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Afifuddin bin Ibrahim, 28 th, warga
Kampung Punteuët-Sawang, Acheh Utara, korban dibawa bersama pasukan TNI
tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.
Minggu, 07 Agustus 2005 pukul 20:00.
Pasukan TNI Yon 312 gabungan Brimob pos di Kilometer 35 (jalan Bireuën –
Takengon), melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM
ke Kilometer 42 (jalan Bireuën – Takengon).
Eksesnya:
Mereka menculik seoran warga sipil, Taufik bin Nurdin, 33 th, warga
Kampung Teupin Manè-Juli, Bireuën, pekerjaan: Jualan Minyak, korban
diculik di Kilometer 42 (jalan Bireuën – Takengon), uang tunai miliknya
sebanyak Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) dirampas oleh aparat
gabungan tersebut, lalu korban dibawa bersama aparat tersebut sampai
sekarang tidak diketahui nasib dan keberadaannya.
Minggu, 07 Agustus 2005 pukul 21:00.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Matang Seupéng-Bendahara, Acheh
Tamiang, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
sekitar kampung setempat.
Eksesnya:
Mereka menculik 2 warga sipil, korban masing-masing:
-
Musda bin (Pawang) Hasan, 30 th, warga Kampung Seuneubôk
Acheh-Bendahara, Acheh Tamiang.
-
Abdullah, 25 th, warga Kampung Matang Seupéng-Bendahara,
Acheh Tamiang.
Keduanya ditangkap di Rangkang
(gubuk) tambak udang di Kampung Matang Seupéng Kecamatan Bendahara, Acheh
Tamiang, lalu dibawa dan ditahan di pos TNI Marinir tersebut, sampai
sekarang tidak diketahui nasibnya.
Senin, 08 Agustus 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI Yon 133 gabungan pos (pos di Kampung Blang Rangkuluh dan pos
di Kampung Tanjông Seulamat Kecamatan Peudada, Bireuën), melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Jaba dan Kampung Aluë
Sijuëk Kecamatan Peudada, Bireuën.
Senin, 08 Agustus 2005 pukul 12:00.
Pasukan TNI Yon 133 (Komandannya bernama Yudha) pos di Kampung Paya
Meunèng-Peusangan, Bireuën, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Panton Geulima-Peusangan, Bireuën.
Senin, 08 Agustus 2005.
Pasukan Brimob pos di Simpang Rujak, Sampoyniët-Baktiya, Acheh Utara,
menganiaya 2 warga sipil hingga cidera ringan, kedua korban dianiaya
karena tidak memenuhi permitaan uang yang diminta secara paksa oleh
pasukan Brimob tersebut kepada kedua korban, korban masing-masing:
-
Amirruddin, warga Kampung Singgah Mata-Baktiya, Acheh
Utara.
-
Abubakar Ishak, warga Kampung Matang Sijuëk
Timu-Baktiya, Acheh Utara.
(Sekarang dalam struktur teritorial
penjajah RI, Kampung Singgah Mata dan Matang Sijuëk Timu telah menjadi
kecamatan baru yaitu Kecamatan Baktiya Barat, Acheh Utara).
Senin, 08 Agustus 2005 pukul
20:00-23:00.
Sebanyak 30 personil TNI Yon 112/Beruang Hitam mengumpulkan masyarakat di
Meunasah (Surau) Kampung Aluë Jaba Kelurahan Batèë Shôk Kecamatan Suka
Karya, Sabang, lalu pasukan TNI tersebut melakukan pengarahan provokasi,
mereka meminta masyarakat di sana supaya tidak mendukung GAM dan
masyarakat diminta untuk dapat bekerjasama dengan pihak TNI tersebut
dengan memberikan informasi keberadaan anggota TNA/GAM di sana, dan jika
ada keluarganya yang menjadi sebagai anggota TNA/GAM dipaksa supaya segera
turun gunung dan menyerahkan diri ke pihak TNI tersebut.
End of
report.
-------------------------- |
|