PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Perundingan Helsinki V (09 Agustus 2005).

 Jum'at, 05 Agustus 2005.
Pasukan Brimob pos di Kota Bahagia-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya, memaksa masyarakat di kampung-kampung sekitar pos Brimob tersebut supaya menyediakan 3 unit sepeda motor setiap harinya dalam setiap kampung, sepeda motor tersebut akan digunakan oleh pasukan Brimob dalam melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM di kampung-kampung sekitar pos Brimob tersebut. Kemudian 3 warga sipil dianiaya hingga pingsan karena tidak bersedia memberikan sepeda motornya kepada aparat Brimob tersebut, korban masing-masing:

  1. Nyak Lian bin Uma, 45 th, warga Kampung Gelanggang Gajah-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya.
  2. Sayéd Mahdi bin Sayéd Karim, 32 th, warga Kampung Gelanggang Gajah-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya.
  3. Jailani bin Njak Ra, 45 th, warga Kampung Aluë Lhôk-Kuala Batèë, Acheh Barat Daya.

 Minggu, 07 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI membuat 1 unit pos baru di rumah warga sipil, milik Abdullah bin Hanafi, 42 th, warga Kampung Meunasah Dayah, Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara. Sebanyak 40 personil TNI ditempatkan di rumah tersebut.  (Sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah Dayah telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Simpang Keuramat, Acheh Utara).

 Minggu, 07 Agustus 2005 pukul 18:00. (Ralat –Updated).
Pasukan TNI Yonif 725/Kostrad pos di Kampung Meunasah Pulo-Sawang, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung-kampung pos TNI tersebut.

Eksesnya:
Mereka menculik 5 warga sipil, korban masing-masing:

  1. Arifuddin bin Abdul Gani, 38 th,
  2. Bustami bin Ali, 29 th,
  3. Joilani bin Abdurrahman, 43 th,

(Ketiganya warga Kampung Meunasah Pulo-Sawang, Acheh Utara).

  1. Edwin bin Mursal, 17 th,
  2. Muktar bin Ismail, 18 th,

(Keduanya warga Kampung Blang Bulôh-Sawang, Acheh Utara).

Aparat TNI tersebut meminta uang tebusan sebanyak Rp. 2.000.000 – Rp. 6.000.000 (dua juta hingga enam juta rupiah) per orang, jika tidak memenuhi permintaan itu, maka korban akan dianggap sebagai anggota GAM dan diancam tidak akan dilepaskan, sampai sekarang kelima korban masih di tahan di pos TNI Kostrad tersebut dan tidak diketahui nasibnya.

 Ralat:
Sebelumnya tertulis: “Afifuddin bin Ibrahim, 28 th, warga Kampung Punteuët-Sawang, Acheh Utara”.

Seharusnya: “Arifuddin bin Abdul Gani, 38 th, warga Kampung Meunasah Pulo-Sawang, Acheh Utara”.

 Senin, 08 Agustus 2005 pukul 23:00.
Aparat SGI pos di Pantòn Labu-Jambô Ayé, Acheh Utara, menculik 1 personil TNA yang tidak bersenjata sedang berada di Keudè Pantòn Labu-Jambô Ayé, Acheh Utara, M. Jafar bin M. Bén, 22 th, Kampung Kuwala Cangkôi-Tanah Pasir, Acheh Utara (personil TNA Daèrah IV Wilayah Samudra Pasè), korban dibawa bersama aparat SGI tersebut, kemudian ditahan di Makoramil Pantòn Labu-Jambô Ayé, Acheh Utara, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

 Selasa, 09 Agustus 2005 pukul 03:10.
Pasukan Brimob pos di Kampung Sikabu-Kuwala Batèë, Acheh Barat Daya, melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Kruëng Batèë-Kuwala Batèë,  Acheh Barat Daya.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek dan menggeledah 1 unit rumah warga sipil, milik Rusni, 30 th, warga Lorong Rumoh Panjang Kampung Kruëng Batèë-Kuwala Batèë,  Acheh Barat Daya.

 Selasa, 09 Agustus 2005 pukul 08:00.
Sebanyak 8 personil TNI Marinir pos di Kampung Meunasah Panté Kemukiman Buwah-Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot Laba dan Kampung Cot Murông Kemukiman Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara. (Sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Meunasah Panté, Kampung Cot Laba dan Kampung Cot Murông Kemukiman Buwah telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Baktiya Barat, Acheh Utara).

 Selasa, 09 Agustus 2005 pukul 09:30.
Pasukan TNI Rajawali Yon 408 membuat 1 unit pos baru di Kampung CV 11-Indra Makmur, Acheh Timur. Sebanyak 30 personil TNI ditempatkan di pos baru tersebut, penambahan pos baru tersebut bertujuan untuk memudahkan TNI dalam mencari dan menangkap anggota TNA/GAM Sagoë Aluë Ië Mirah Daèrah IV Idi Wilayah Peureulak.

 Selasa, 09 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 133 gabungan TNI Yon 403 pos di Kampung Simpô-Juli, Bireuën, melakukan operasi militer untuk mencari anggota/markas TNA/GAM ke kawasan hutan-hutan dan pemukiman penduduk di sekitar pos TNI tersebut hingga 3 Kilometer jaraknya dari pos mereka.

 Selasa, 09 Agustus 2005. (diterima informasi).
Pasukan TNI Marinir Yon 05 pos di Kampung Matang Sijuëk Barat-Baktiya, Acheh Utara, memerintahkan kepada semua masyarakat (kaum laki-laki) di Kampung Matang Sijuëk Teungoh, Cot Usén dan Matang Sijuëk Barat Kecamatan Baktiya, Acheh Utara, bahwa pada hari Rabu, 10 Agustus 2005 pukul 08:00 supaya datang/hadir ke pos TNI Marinir Yon 05 di Kampung Matang Sijuëk Barat, jika warga tidak hadir maka diancam akan dijemput ke rumahnya masing-masing. (Sekarang dalam struktur teritorial penjajah RI, Kampung Matang Sijuëk Teungoh, Cot Usén dan Matang Sijuëk Barat telah menjadi kecamatan baru yaitu Kecamatan Baktiya Barat, Acheh Utara).

 Selasa, 09 Agustus 2005 pukul 14:15.
Pasukan Brimob Resimen 3 gabungan Polisi Mapolsek Kecamatan Pasi Raja, Acheh Selatan, melakukan operasi ofensif ke Kampung Ladang Teungoh-Pasi Raja, Acheh Selatan.

Eksesnya:
Mereka menembak seorang warga sipil hingga tewas, Ermi bin M. Saleh, 23, warga Kampung Ladang Teungoh-Pasi Raja, Acheh Selatan, korban ditembak hinga tewas karena tidak bersedia memberikan informasi keberadaan abangnya yang menjadi anggota TNA.

 End of report.

--------------------------