|
Laporan Insiden Pasca Perundingan
Helsinki V (13 Agustus 2005).
Jumat-Sabtu, 12-13 Agustus 2005.
Pasukan TNI gabungan beberapa Yonif, melakukan sweeping dan penjarahan
secara massal terhadap masyarakat yang sedang melintasi di sepanjang jalan
Tangsé – Geumpang, Pidië, pasukan TNI menjarah emas, uang tunai dan Hand
Phone (HP) milik warga sedang yang melintasi jalan tersebut.
Sabtu, 13 Agustus 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Batu Lintang Kec. Linge, Acheh Tengah, menarik
posnya dan pada saat itu mereka membagikan amunisi kepada milisi yang
memiliki senjata rakitan masing-masing (per senjata) 50 butir peluru untuk
48 pucuk senjata Pistol rakitan dan 2 pucuk senjata laras panjang juga
rakitan.
Sabtu, 13 Agustus 2005.
Letda. CK. Manik (Komandan Makoramil Kec. Bandar, Bener Meriah) memaksa
masyarakat Pondok Baru Kec. Bandar, Bener Meriah, untuk melakukan jaga
massal. Alasannya; untuk antisipasi masuknya GAM ke kota Pondok Baru Kec.
Bandar, Bener Meriah.
Sabtu, 13 Agustus 2005 pukul 07:28.
Sebanyak 3 unit truk Reo pasukan TNI Yon 315 dengan bersenjata lengkap dan
menggunakan ransel di punggungnya, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Kare, Kampung Cot Puték dan Kampung Cot Jrat
Kecamatan Jeumpa, Bireuën. Kemudian pasukan TNI menguasai secara paksa 1
unit rumah warga sipil milik M. Isa, 40 th, warga Kampung Cot Jrat-Jeumpa,
Bireuën, rumahnya sekarang telah dijadikan sebagai pos TNI tersebut.
Sabtu, 13 Agustus 2005 pukul 09:00.
Pasukan TNI Yonif 410 pos di Kampung Tanjông-Jambô Ayé, Acheh Utara,
melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Geudumbak-Jambô Ayé, Acheh Utara. (Sekarang dalam struktur teritorial
penjajah RI, Kampung Geudumbak telah menjadi kecamatan baru yaitu
Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).
Eksesnya:
Mereka memetik secara paksa buah rambutan milik warga di sana untuk
dimakan dan dibawa pulang ke pos TNI tersebut, serta mengancam akan
menembak pemiliknya jika tidak memberikan buah rambutannya dipetik.
Sabtu, 13 Agustus 2005 pukul 11:00.
Sebanyak 2 unit truk Reo pasukan TNI Yon 133 pos di Kilometer 13 (jalan
Bireuën – Takengon) melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Teupin Manè-Juli, Bireuën.
Sabtu, 13 Agustus 2005 pukul 15:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Aluë Angèn-Jambô Ayé, Acheh Utara, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Tanjông
Dalam-Jambô Ayé, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menculik seorang warga sipil, Ibrahim, 19 th, warga Kampung Tanjông
Dalam-Jambô Ayé, Acheh Utara, korban dibawa bersama pasukan TNI tersebut,
sampai sekarang tidak diketahui nasibnya. (Sekarang dalam struktur
teritorial penjajah RI, Kampung Tanjông Dalam telah menjadi kecamatan baru
yaitu Kecamatan Langkahan, Acheh Utara).
Sabtu, 13 Agustus 2005 pukul 23:00.
Pasukan TNI (pos Danyon) di Kampung Puloë Ië-Kuwala, Nagan Raya, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Simpang
Peuët-Kuwala, Nagan Raya.
Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM, mereka menggerebek 3 unit
rumah warga sipil (keluarga daripada anggota TNA/GAM), masing-masing
milik:
-
Siti Mariah, 36 th,
-
Nusabda, 45 th,
-
Maliana, 35 th,
Ketiganya warga Kampung Simpang
Peuët-Kuwala, Nagan Raya, para penghuni rumah tersebut menjadi ketakutan
dan trauma karena pasukan TNI mendobrak pintu rumah secara paksa dan
mengarahkan senjata laras panjang ke arah para korban sambil menanyakan
dimana anggota GAM.
End of report.
-------------------------- |
|