|
Laporan Insiden Pasca
Penandatanganan MoU di Helsinki (17 Agustus 2005).
Rabu, 17 Agustus 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Buntul Kepies-Permata, Bener Meriah, melakukan
penipuan terhadap masyarakat dengan cara mengatakan bahwa kesatuannya
adalah kesatuan organik. Pasukan TNI tersebut menggunakan gedung sekolah
sebagai pos, mereka tidak menggunakan bendera merah putih sebagaimana
biasanya terdapat di setiap pos TNI lainnya. Keberadaan pos TNI tersebut
sangat tertutup, mereka seperti mempunyai misi khusus.
Rabu, 17 Agustus 2005.
Sebanyak 1 kompi pasukan TNI menyusup ke Kabupaten Bener Meriah dan
Kabupaten Acheh Tengah, mereka mengikutsertakan 40 orang GAM yang telah
menyerah dari pos-pos SGI dan Makodim serta pentolan-pentolan milisi,
mereka sekarang tinggal di kampung-kampung pemukiman transmigrasi Jawa,
diantaranya; Kampung Sidodadi, Gresek, Conto, Panji I, Blang Paku, Kebun
Baru, Blok C Kabupaten Bener Meriah, kemudian kampung Jagong, Gunung
Singit dan Bah Kabupaten Acheh Tengah. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk
menyusun strategi sabotase dan provokasi untuk menggagalkan Memorandum of
Understanding (MoU) antara pihak RI – GAM yang telah ditandatangani pada
hari Senin, 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.
Rabu, 17 Agustus 2005.
Satu mayat ditemukan oleh warga di Dusun Grup I Kampung Aluë Sagoë Wéng
Kec. Kuta Mamur, Acheh Utara, mayat tersebut diidentifikasi bernama
Syarifuddin, 45 th, warga Kampung Meunasah Aluë Mudém-Lhôksukôn, Acheh
Utara. Sebelumnya pada hari Minggu, 14 Agustus 2005, petang, korban
bersama Ilyas bin Abubakar, juga warga Kampung Meunasah Aluë Mudém
(pekerja di kebun Durian milik Syarifuddin), dari rumah keduanya berangkat
untuk mencari Durian ke kebunnya di Dusun Grup I Kampung Aluë Sagoë Wéng
tersebut, menurut keterangan warga asal kampung korban diketahui bahwa
korban mengalami gangguan kejiwaan, kemudian hari Rabu, 17 Agustus 2005,
pagi, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal, sekitar 3 Kilometer
jaraknya dengan lokasi kebun milik korban, tidak diketahui penyebab
kematian korban.
Rabu, 17 Agustus 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Aluë Dama Kemukiman Suwak Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh Barat
Daya.
Eksesnya:
Mereka mengrebek 1 unit rumah yang dihuni oleh keluarga daripada Tgk.
Baha, di Kampung Aluë Dama Kemukiman Suwak Kecamatan Tangan-Tangan, Acheh
Barat Daya (anggota GAM Wilayah Blang Pidië).
Rabu, 17 Agustus 2005.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Bandar Khalifah-Bendahara, Acheh
Tamiang, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Kuwala Peunaga-Bendahara, Acheh Tamiang.
Rabu, 17 Agustus 2005.
Pasukan TNI Marinir melakukan operasi militer untuk mencari anggota
TNA/GAM ke Kampung Bandar Khalifah-Bendahara, Acheh Timur.
Eksesnya:
Mereka mengepung dan menggerebek 1 unit rumah yang dihuni oleh keluarga
daripada anggota GAM, M. Yakob, 55 th, Kampung Bandar Khalifah-Bendahara,
Acheh Timur (anggota GAM Wilayah Tamiang).
Rabu, 17 Agustus 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI Marinir Yon 05 pos di Kampung Lhôk Eunciën Kemukiman Buwah
Kecamatan Baktiya, Acheh Utara, melakukan operasi militer untuk mencari
anggota TNA/GAM ke Kampung Meunasah Hagu Kemukiman Buwah Kecamatan
Baktiya, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Zainal bin Sulaiman, 23 th, warga
Kampung Cot Murông Kemukiman Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara,
sebelumnya korban dipaksa untuk hadir ke tempat upacara penaikan bendera
ulang tahun RI di lapangan bola di kampung setempat, lalu korban dianiaya
dengan cara disuruh berenang dalam lumpur kubangan Kerbau.
Rabu, 17 Agustus 2005 pukul 12:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Tanjông Dama-Seunudôn, Acheh Utara, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ulèë Rubék
Timu-Seunudôn, Acheh Utara.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Alamsyah bin
Ampon, 22 th, warga Kampung Ulèë Rubék Timu-Seunudôn, Acheh Utara, korban
dianiaya karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
Rabu, 17 Agustus 2005 pukul 21:00.
Pasukan Brimob pos di Kampung Cot Iri Ulèë Karéng Kecamatan Kruëng Barona
Jaya, Acheh Besar, melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota/markas
TNA/GAM ke Kampung Lam Permai-Kruëng Barona Jaya, Acheh Besar.
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil, Muhammad bin Abu Bakar, 17 th,
warga Kampung Lam Permai-Kruëng Barona Jaya, Acheh Besar, korban dianiaya
karena tidak dapat menunjukkan keberadaan anggota TNA/GAM.
End of report.
-------------------------- |
|