ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT (ASNLF)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Penandatanganan MoU di Helsinki (18 Agustus 2005).

 Rabu, 17 Agustus 2005 pukul 18:45.
Tiga personil aparat Polisi Militer indonesia menganiaya seorang tahanan GAM di LP Lhokseumawe, Acheh Utara (berlokasi di belakang Makodim 0103 Acheh Utara), korban adalah Ismail bin Ishak, 27 th, Kampung Meunasah Blang Kandang Kecamatan Muara Dua, Acheh Utara, korban diambil dari sel tempatnya ditahan, dibawa dan dimasukkan ke dalam gudang senjata, lalu disiksa hingga cidera ringan, korban disiksa dengan cara ditinju di badan dan di wajahnya hingga mengeluarkan darah di mulutnya, dan punggungnya memar-memar. Kemudian pada hari Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 10:25, 4 personil aparat Polisi Militer kembali menyiksa korban.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 01:00.
Empat personil SGI pos di Matang Kuli, Acheh Utara, dengan berpakaian preman melakukan operasi ofensif ke Simpang Perabola Kampung Cot Tufah Kecamatan Paya Bakong, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka menculik 2 warga sipil, korban masing-masing:

  1. M. Amir bin Bakaburhan, 35 th,
  2. Ana binti Hasan, 20 th,

Kedua korban diculik di rumahnya, lalu dibawa dan ditahan SGI tersebut, kemudian dilepaskan setelah pihak keluarganya memberikan uang tebusan sebanyak Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah).

 Kamis, 18 Agustus 2005.
Pihak TNI Makoramil Pantòn Labu-Jambô Ayé, Acheh Utara, mulai mencatat semua nomor plat mobil serta nama pemiliknya. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk memantau aktivitas mobil-mobil tersebut bila dicurigai.

 Kamis, 18 Agustus 2005.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Matang Seupéng-Bendahara, Acheh Tamiang, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kolam Matang Seupéng.

Eksesnya:
Mereka menculik 2 warga sipil, korban masing-masing:

  1. Tayeb bin Usman, 25 th,
  2. Ishak bin Nurdin, 18 th,

Keduanya warga Kampung Matang Seupéng-Bendahara, Acheh Tamiang, keduanya dibawa bersama pasukan TNI Marinir tersebut, sampai sekarang tidak diketahui nasibnya.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 08:00.
Sebanyak 10 personil TNI Yon 133 pos di Kampung Blang Rangkuluh-Peudada, Bireuën, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Aluë Sijuëk-Peudada, Bireuën.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Seuneubôk Atjèh-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Balèë Buya-Peureulak Teungoh, Acheh Timur (sekitar 3 Kilometer jaraknya dengan pos tersebut).

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon Kavaleri pos di Kampung Seuneubôk Pidië-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung setempat, dalam operasi militer tersebut mereka mengatakan kepada masyarakat di kawasan itu bahwa mereka akan menembak anggota TNA/GAM jika mereka jumpai dimanapun.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 10:00.
Pasukan TNI Yon 511/Badak Hitam (Kodam Brawijaya) pos di Kampung Paya Meuligoë-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung setempat.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM yang turun ke kampung, mereka melakukan sweeping/razia KTP terhadap warga sipil di sana, dalam waktu bersamaan, pasukan TNI tersebut memaksa para penjual ikan untuk menyerahkan ikan dagangannya tanpa dibayar untuk kebutuhuan konsumsi pasukan TNI tersebut.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 11:00.
Pasukan TNI Yon 113 pos di jalan line pipa ExxonMobil melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Ranto-Nibông, Acheh Utara.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 18:00.
Pasukan TNI Yonif 407 pos di Kampung Aluë Ië Mamèh-Kuwala, Nagan Raya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di sekitar kampung setempat.

Eksesnya:
Mereka melepaskan tembakan-tembakan tanpa sasaran, akibatnya masyarakat menjadi ketakutan dan berlarian untuk menyelamatkan dirinya.

 Kamis, 18 Agustus 2005 pukul 22:00.
Pasukan TNI pos di Kampung Puloë Kayèë-Susôh, Acheh Barat Daya, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke sekitar kampung setempat.

Eksesnya:
Mereka mengepung posisi TNA di kampung setempat, masing-masing:

  1. Tgk. Zainal, 34 th, jabatan: Jurubicara TNA Wilayah Blang Pidië.
  2. Amran, 30 th, jabatan: Panglima Muda Daèrah II Wilayah Blang Pidië.

Namun kedua personil TNA tersebut berhasil meloloskan diri.

 Kamis, 18 Agustus 2005, malam.
Pasukan TNI menggerebek 1 unit rumah warga sipil milik Raman Holo, warga Kampung Matang Seupéng-Bendahara, Acheh Tamiang.

 Kamis, 18 Agustus 2005, malam.
Pasukan TNI pos di Kampung Mureuë Barô-Indrapuri, Acheh Besar, memaksa masyarakat di kampung setempat untuk melakukan jaga malam secara massal dan mngancam akan meunganiaya warga apabila tidak melakukannya.

 End of report.

--------------------------