|
Laporan Insiden Pasca
Penandatanganan MoU di Helsinki (20 Agustus 2005).
Sabtu, 20 Agustus 2005 pukul 10:40.
Pasukan SGI pos di Kampung Tanjông Beuridi-Peusangan, Bireuën, melakukan
operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung
Darussalam-Peusangan, Bireuën.
Sabtu, 20 Agustus 2005 pukul 16:00.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Pelabuhan Kuwala Langsa-Langsa Timur,
Acheh Timur, melepaskan tembakan-tembakan secara membabi-buta dengan
senapan mesin ringan/berat serta granat berpelontar ke kawasan rawa-rawa
dan hutan-hutan bakau di sekitar pelabuhan tersebut. Akibatnya, warga di
kawasan itu menjadi ketakutan. Pasukan TNI Marinir tersebut juga melakukan
sweeping/razia KTP terhadap masyarakat yang melintasi jalan lintas
pelabuhan Kuwala Langsa – Sungai Pawôh, Acheh Timur, dengan alasan untuk
mendeteksi anggota TNA/GAM yang mulai berintegrasi dengan masyarakat.
Sabtu, 20 Agustus 2005 pukul 16:30.
Dua personil TNI Yom Zipur pos di Kampung Matang Tunong-Tanah Pasir, Acheh
Utara, dengan mengenderai 1 unit sepeda motor masuk ke Kampung Kuwala
Keureutoë-Tanah Pasir, Acheh Utara (sekitar 3 Kilometer jaraknya dari
pos).
Eksesnya:
Mereka melakukan pemerasan terhadap para tukang pembangunan rumah bantuan
bagi korban Tsunami di sana, setiap rumah diminta untuk menyerahkan uang
minimal sebanyak Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) dengan alasan untuk
keperluan pasukan TNI pos tersebut, jika tidak, maka para tukang diancam
akan dipanggil ke pos TNI tersebut, akibatnya para tukang bangunan di sana
menjadi sangat resah.
Sabtu, 20 Agustus 2005. (diterima
informasi).
Pasukan TNI Yon 410 (Komandannya bernama Kapten Langgeng) pos di Kampung
Meunasah Teungoh-Kuta Makmur, Acheh Utara, memobilisasi anjing
peliharaannya untuk mengejar dan menakut-nakuti anak-anak warga di sana,
akibatnya anak-anak di kampung setempat menjadi ketakutan dan trauma, atas
tindakan teror terhadap anak-anak usia di bawah umur ini, masyarakat di
sana menjadi sangat resah.
Sabtu, 20 Agustus 2005 pukul 23:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam (Brawijaya) pos di Kampung
Jeungki-Peureulak Timu, Acheh Timur, di bawah komando Lettu. Leo
Simananjuntak melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke
Kampung Babah Kruëng-Peureulak Timu, Acheh Timur (sekitar 3 Kilometer
jaraknya dari pos).
Eksesnya:
Mereka menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Syarifuddin
bin Abdullah, 24 th, warga Kampung Babah Kruëng-Peureulak Timu, Acheh
Timur, pekerjaan: Petani, saat sedang melaksanakan tugas jaga malam yang
juga dipaksa oleh pasukan TNI, karena tidak dapat menunjukkan keberadaan
anggota TNA/GAM, lalu korban dianiaya dengan cara dipukul, ditampar,
ditendang.
End of report.
-------------------------- |
|