|
Laporan Insiden Pasca
Penandatanganan MoU di Helsinki (22 Agustus 2005).
Sabtu, 20 Agustus 2005.
Pasukan TNI Marinir pos di Kampung Bandar Khalifah-Bendahara, Acheh
Tamiang, menganiaya seorang warga sipil hingga cidera ringan, Muhammad bin
Insya, 20 th, warga Kampung Bandar Khalifah-Bendahara, Acheh Tamiang.
Minggu, 21 Agustus 2005.
Pasukan Brimob pos di Simpang Rujak, Sampoyniët Kecamatan Baktiya, Acheh
Utara, memaksa masyarakat di kawasan itu untuk membangun (memperluas) pos
mereka, dan melakukan pemerasan terhadap para tukang RBT (Ojek) sebanyak
Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah), masing-masing;
-
Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) diwajibkan kepada
ketua RBT jurusan Sampoyniët – Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara.
-
Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) diwajibkan kepada
ketua RBT jurusan Sampoyniët – Matang Sijuëk Kecamatan Baktiya, Acheh
Utara.
-
Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) diwajibkan kepada
ketua RBT jurusan Sampoyniët – Blang Sialét Kecamatan Baktiya, Acheh
Utara.
Senin, 22 Agustus 2005.
Sejak hari Kamis, 18 Agustus 2005 sampai hari ini, ribuan personil TNI
gabungan (TNI Yon 413/Kostrad, TNI Yon 515/Kostrad, TNI Yon 144 dan TNI
Yon 327) masih melakukan operasi militer ke kawasan pergunungan Driën
Tujôh dan sekitarnya di Kecamatan Ulim, kemudian kawasan Lhôk Sandeng,
Seunòng, Blang Awé, Beuracan, Aluë Demam, dan Aluë Pisang Wak Kecamatan
Meureudu Kabupaten Pidië. Mereka juga membagi teritorial operasi
masing-masing:
- Pasukan TNI Yon 144 markas Bataliyon Blang Bili Kemukiman Cubo
Kecamatan Bandar Baru, Pidië, melakukan operasi militer ke kawasan
pergunungan Tampui, Pantòn Beurasan dan Pantòn Raya Kecamatan Triëng
Gadéng, Cubo Barôh, Lhôk Duëk, Kayèë Jatoë, Sarah Panyang, Panté Breuëh,
Abah Luëng, Jiëm-Jiëm Kecamatan Bandar Baru, kemudian kawasan Paya Raoh,
Cot Tunong, Aluë Angèn, Amud, Kruëng Mamprèë dan Teupin Raya Kecamatan
Geulumpang Minyeuk. Operasi ini dilakukan dengan radius 1 - 5 Kilometer
dari perkampungan penduduk ke arah pergunungan.
- Pasukan TNI Yon 515 gabungan TNI Marinir melakukan operasi
militer ke kawasan pergunungan Blang Keudah dan Truséb Kecamatan Tiro,
Kruëng Seukeuk, Cot Seutui, Keumala Dalam dan Pulo Panté Kecamatan
Keumala, kemudian Bungga, Blang Malo, Aluë Seupôt, Ulèë Gunong dan Aluë
Meuh Kecamatan Tangsé, Blang Lam Kaca dan sekitarnya di Kecamatan Mila,
dan Gunong Seulawah, Biheuë, Kale, Guha Tujôh, Blang Rob Kecamatan Muara
Tiga dan sampai ke pergunungan Batèë. Pasukan TNI yang masih berada di
kawasan pergunungan Pidië sekarang mencapai 9 Bataliyon.
Senin, 22 Agustus 2005.
Sejumlah aparat SGI mendatangi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lhokseumawe,
Acheh Utara, mereka mencatat semua indentitas Tahanan Politik dan
Narapidana Politik GAM yang ditahan di LP tersebut, aparat SGI tersebut
menggunakan pakaian preman dan senjata laras pendek di pinggangnya.
Senin, 22 Agustus 2005.
Komandan SGI pos di Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Acheh Tengah,
memaksa keluarga Aman Erna agar menerima Hand Phone (HP) untuk berhubungan
dengan GAM. Aman Erna dipaksa mengambil HP tersebut ke kantor SGI pada
sore hari.
Senin, 22 Agustus 2005 pukul 13:00.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Blang Rhem-Jeumpa, Bireuën, melakukan
operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot
Leusông-Jeumpa, Bireuën.
Senin, 22 Agustus 2005 pukul 16:00.
Sebanyak 15 personil TNI Yon 315/Garuda dari Bireuën, melakukan operasi
militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Kare-Jeumpa, Bireuën
(sekitar 6 Kilometer jaraknya dari Bireuën).
End of report.
-------------------------- |
|