ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT (ASNLF)
TENTARA NEGARA ACHEH (TNA)
PUSAT INFORMASI MILITER

 


Laporan Insiden Pasca Penandatanganan MoU di Helsinki (25 Agustus 2005).

 Minggu, 21 Agustus 2005 pukul 16:30.
Serka (Mar) Bambang Suprapto, Komandan pos TNI Yon 08 Marinir pos di Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan penganiayaan terhadap seorang warga sipil hingga kritis, Bukhari bin Hamzah, 32 th, warga Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Petani tambak, korban dianiaya dengan alasan terlambat membawa pulang barang yang disuruh beli oleh TNI Marinir tersebut, korban harus mendapatkan perawatan pihak keluarganya.

 Senin, 22 Agustus 2005 pukul 10:00.
Serka (Mar) Bambang Suprapto, Komandan pos TNI Yon 08 Marinir pos di Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan pemerasan terhadap seorang warga sipil, Sofyan bin Yusuf, 45 th, warga Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Petani tambak, korban diminta uang secara paksa sebanyak Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah), korban baru saja melakukan panen Udang di tambaknya, korban diancam akan ditindak jika tidak menyerahkan uang sebanyak yang ditentukan tersebut.

 Selasa, 23 Agustus 2005.
Pasukan Brimob pos di Kampung Lampisang-Seulimum, Acheh Besar, menangkap dan menaikkan ke dalam truk Reo 1 ekor Lembu milik Bakeron bin Baktiar, 30 th, warga Kampung warga Kampung Siron Blang-Kuta Cot Glie, Acheh Besar.

 Selasa, 23 Agustus 2005.
Pasukan Brimob pos di Kampung Lampisang-Seulimum, Acheh Besar, membacok 1 ekor Lembu nyaris mati milik Husen bin Amin, 45 th, warga Kampung Siron Blang-Kuta Cot Glie, Acheh Besar.

 Selasa, 23 Agustus 2005 pukul 11:00.
Serka (Mar) Bambang Suprapto, Komandan pos TNI Yon 08 Marinir pos di Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan pemerasan terhadap seorang warga sipil, Junaidi bin Rusli, 28 th, warga Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Dagang/Petani tambak, korban diminta uang secara paksa sebanyak Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), korban baru saja melakukan panen Udang di tambaknya, korban diancam akan ditindak jika tidak menyerahkan uang sebanyak yang ditentukan tersebut.

 Rabu, 24 Agustus 2005.
Pasukan TNI melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Cot Patisah-Seunudôn, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka melakukan sweeping dan mengambil paksa semua KTP masyarakat di kampung setempat, semua KTP milik masyarakat tersebut dibawa bersama mereka, akibatnya masyarakat menjadi sangat resah, karena tidak bisa pergi kemana-mana jika tidak memiliki KTP.

 Rabu, 24 Agustus 2005 pukul 13:00.
Serka (Mar) Bambang Suprapto, Komandan pos TNI Yon 08 Marinir pos di Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, melakukan pemerasan terhadap seorang warga sipil, Jamaluddin bin A. Rani, 45 th, warga Dusun Aluë Ceukoë Kampung Seuneubôk Rawang-Peureulak Timu, Acheh Timur, pekerjaan: Petani tambak, korban diminta uang secara paksa sebanyak Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah), korban baru saja melakukan panen Udang di tambaknya, korban diancam akan ditindak jika tidak menyerahkan uang sebanyak yang ditentukan tersebut, uang tersebut disuruh titip melalui Ilyas Itam (sekretaris kampung tersebut).

 Kamis, 25 Agustus 2005, pagi.
Pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Blang Rheum-Jeumpa, Bireuën, memaksa masyarakat supaya datang ke pos TNI tersebut dan melaporkan keberadaan anggota TNA/GAM di kampungnya, pihak TNI mengatakan kepada masyarakat bahwa GAM harus turun untuk menyerahkan diri beserta dengan senjata dan kembali ke NKRI. Apabila GAM tidak mau turun, maka TNI/Polri akan kembali di kirim ke Acheh dengan jumlah yang lebih banyak. Pasukan TNI tersebut juga memerintahkan kepada masyarakat di Kampung Blang Seunong dan Kampung Lhong Kecamatan Jeumpa, Bireuën, supaya pada hari Jum'at, 26 Agustus 2005, mendatangi ke pos TNI tersebut untuk keperluan hal yang sama.

 Kamis, 25 Agustus 2005.
Tokoh-tokoh untuk pemekaran provinsi baru Acheh Louser Antara (ALA) dengan menggunakan angket melakukan pengumpulan tanda tangan dari masyarakat untuk diperlihatkan kepada pemerintah RI di Jakarta. Sebagian besar angket tanda tangan itu diperoleh melalui intimidasi oleh TNI/Polri.

 Kamis, 25 Agustus 2005.
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Acheh Tengah mengirim surat kepada keuchik-keuchik di kampung-kampung mengenai hasil Memorandum of Understanding (MoU) RI – GAM, isi/makna MoU tersebut telah diselewengkan untuk kepentingan Pemda.

 Kamis, 25 Agustus 2005.
Pasukan TNI pos di Kampung Panton Raya Kemukiman Kuta Tinggi Kecamatan Blang Pidië, Acheh Barat Daya, melakukan pemersan terhadap masyarakat di sana, masyarakat dipaksa untuk menyerahkan uang hingga ratusan ribu rupiah, kemuadian setiap truk angkutan Batu juga dipaksakan untuk menyerahkan uang mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Akibatnya, masyarakat di sana menjadi sangat resah.

 Kamis, 25 Agustus 2005.
Pasukan TNI masih melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di Kampung Matang Seupéng-Bendahara, Acheh Tamiang, pasukan TNI mangambil paksa sejumlah sepeda motor dan Boat milik para nelayan di sana untuk digunakan sebagai sarana operasi TNI, warga diancam akan diambil tindakan keras jika menolak memberikan sepeda motor dan Boat milik mereka.

 Kamis, 25 Agustus 2005.
Pasukan TNI Yon 05 Marinir pos di Kampung Lhôk Eunciën Kemukiman Buwah Kecamatan Baktiya, Acheh Utara, memaksa masyarakat di sana supaya menyediakan air untuk kebutuhan mandi dan kayu bakar secukupnya untuk kebutuhan pasukan TNI Marinir tersebut. Akibatnya, masyarakat di sana menjadi sangat resah.

 Kamis, 25 Agustus 2005 pukul 09:30.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Kuwala Bugak-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Tanjông Binjè Kampung Paya Lipah-Peureulak Teungoh, Acheh Timur.

Eksesnya:
Mereka memaksa masyarakat di sana jika melihat anggota TNA/GAM pulang ke kampung tersebut agar segera melaporkan kepada pihak TNI Marinir tersebut, bahkan TNI Marinir itu meminta masyarakat supaya mengusir anggota TNA/GAM jika berada di kampung mereka.

 Kamis, 25 Agustus 2005 pukul 10:30.
Pasukan TNI Yon 08 Marinir pos di Kampung Cot Muda Itam-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, di bawah komando Lettu (Mar) Fauzi Azmi, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke Dusun Matang Peulawi Kampung Pasi Putéh-Peureulak Teungoh, Acheh Timur (sekitar 2 Kilometer jaraknya dari pos).

 Kamis, 25 Agustus 2005 pukul 11:50.
Sebanyak 65 personil Milisi asal Takengon, Acheh Tengah, di bawah komando pasukan TNI Yon 133 pos di Kampung Lampahan-Jeumpa, Bireuën, bergerak melakukan operasi ofensif untuk mencari anggota TNA/GAM ke Kampung Sarah Sirông-Jeumpa, Bireuën, hingga sampai ke kawasan Gunong Gôh-Jeumpa, Bireuën.

 Kamis, 25 Agustus 2005 pukul 14:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 511/Badak Hitam pos di Kampung Paya Meuligoë-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM di sekitar kampung setempat.

Eksesnya:
Dengan alasan untuk mencari anggota TNA/GAM Sagoë Bandar Khalifah Daèrah I Peureulak Wilayah Peureulak di sekitar kampung setempat, mereka melakukan sweeping/razia KTP terhadap masyarakat di sana, seorang warga nyaris ditembak mati, Muhammad bin Rusli, 32 th, warga Kampung Paya Meuligoë-Peureulak Teungoh, Acheh Timur, pekerjaan: Petani, pasukan TNI Kostrad tersebut menodong dengan cara mengarahkan laras senjata SS-1 ke arah korban, karena menyangka korban sebagai anggota GAM, sehingga korban menjadi ketakutan dan trauma berat.

 Kamis, 25 Agustus 2005 pukul 15:00.
Pasukan TNI Kostrad Yon 712 melakukan operasi militer untuk mencari anggota TNA/GAM ke kawasan perkebunan Karet PTP SP-4 Kruëng Pasè-Kuta Makmur, Acheh Utara.

Eksesnya:
Mereka merampas semua getah karet hasil deres milik warga, lalu menyiksa hingga cidera ringan dan cidera berat serta menahan para pekerja deres getah Karet, korban masing-masing:

  1. Alamsyah bin M. Djali, 40 th,
  2. Zulkifli bin Abdullah, 25 th,
  3. Nurulhayati binti Ibnu, 40 th,
  4. Hanafiah bin Hasan, 22 th,
  5. Azwir bin Budiman, 20 th,
  6. Anwar bin Budiman, 18 th,
  7. Irman bin Razali, 20 th,
  8. Zulkifli bin Imran, 35 th,

(Kedelapan korban adalah warga Kampung Aluë Papeuën-Nisam, Acheh Utara).

  1. Usman bin Sulaiman, 40 th,
  2. Ishak bin Sulaiman, 20 th,
  3. M. Yusuf bin Hasan, 18 th,
  4. Usman, 45 Th,

(Keempatnya warga Kampung Banda Khalifah-Nisam, Acheh Utara).

Beberapa orang diantaranya yang dipukul hingga cidera berat (patah tulang) telah dilepaskan, sedangkan yang lainnya masih ditahan oleh pasukan TNI Kostrad tersebut di lokasi perkebunan Karet PTP SP-4 Kruëng Pasè, sampai sekarang tidak diketahui nasib para korban.

 End of report.

--------------------------