PEMERINTAH NEGARA ACHEH (PNA)
TENTARA NEGARA ACHEH
PUSAT INFORMASI MILITER

 

PRESS RELEASE, 2 Oktober 2004

SIPIL DIBUNUH OLEH POLISI DALAM TAHANAN

Seluruh jajaran TNA mengucapkan tahniah kepada para pekerja kemanusian yang tidak mengenal lelah untuk membongkar kebusukan-kebusukan TNI/Polri di Acheh. Laporan Human Rights Watch (HRW) baru-baru ini tentang penyiksaan tahanan oleh TNI/Polri, paling tidak telah membongkar sedikit dari kebusukan yang hendak ditutup-tutupi oleh penjajah Indonesia di Acheh. TNA menyambut baik segala aktivitas kemanusiaan dan pemantauan oleh dunia internasional.

Namun, penyiksaan dan penganiayaan tidaklah pernah berhenti. Hampir tiap hari, rakyat Acheh menjadi korban kejahatan terhadap kemanusiaan. Pada 25 September, 2004, Pukul 00.10 WA., Pasukan TNI yang sedang melakukan operasi militer menangkap warga masyarakat Muhammad ben Ibrahim (54). Korban adalah penduduk Kp. Paya Karieng, Suka Jaya, Sabang, ayah dari Astra bin Muhammad, komandan operasi TNA Wilayah Sabang.

Korban ditangkap di rumahnya dan dibawa bersama serdadu penjajah Indonesia ke Markas Polisi Resort (Mapolres) Sabang. Korban dipukul hingga babak belur. Sabtu (25/11) pukul 11.00, korban dilepaskan. Kemudian Selasa (28/11) pukul 22.00, saat sedang melakukan jaga malam di pos jaga di kampungnya, korban kembali ditangkap dan ditahan di Mapolres Sabang. Korban kembali dipukul dan mengalami penyiksaan sangat berat.

Kamis (30/11) pukul 04.00, aparat polisi Mapolres Sabang datang ke rumah korban untuk memberitahu isterinya bahwa korban sedang sakit keras di rumah sakit Sabang. Kemudian isteri korban pergi ke rumah sakit tersebut dan mendapati suaminya telah meninggal dunia. Kondisi korban sangat mengenaskan. Seluruh tubuhnya penuh luka bekas penyiksaan. Di bagian kepala dan muka terlihat bekas penyiksaan berat dengan pukulan benda keras, dan di tubuhnya terdapat bekas sayatan pisau. Kemungkinan korban telah meninggal dalam waktu beberapa jam sebelum didatangi keluarga. Kini jenazah korban telah diambil pihak keluarga. Menurut informasi masyarakat, ada 6 warga sipil yang kini masih ditahan di Mapolres Sabang, mereka juga mengalami penyiksaan berat.

Kami menghimbau kepada badan-badan dunia yang bersangkutan untuk segera melakukan advokasi dan penyidikan. Kami mengundang The Special Rapporteur on Torture of the UN Commission on Human Rights untuk segera datang ke Acheh.

Tentara Negara Acheh (TNA)
Komando Pusat Militer

Sofjan Dawood,
Jurubicara Militer